
Mendengar ada notifikasi di ponselnya. Membuat Aliya langsung membuka pesan yang ternyata adalah pesan dari Alvin. Setelah membaca isi pesan itu, Aliya menoleh ke arah Alvin yang saat ini juga sedang melihat ke arahnya.
{ Apa yang sedang kamu pikirkan? }
{ Seseorang } Send
Alvin yang membaca pesan itu seketika wajahnya langsung terlihat merah. Dengan cepat pria itu membalas pesan Aliya yang sudah membuatnya begitu penasaran siapa seseorang yang sedang Aliya maksud.
{ Agatha? } Send
Entah kenapa tiba-tiba saja Alvin menulis nama Agatha. Alvin merasa sangat cemburu saat tadi melihat Aliya bersama dengan Agatha. Musuh bebuyutannya.
Aliya yang membaca pesan balasan Alvin mengerutkan kecil keningnya. Kenapa tiba-tiba Alvin menyebutkan nama Agatha?
Sedetik kemudian. Aliya yang tiba-tiba saja terbesit untuk mengerjai Alvin langsung mengiyakan apa yang sudah Alvin katakan.
{ Kok tau? Kalau seseorang itu adalah Agatha } Send
Setelah mengirim pesan itu, Aliya melirik raut wajah Alvin yang terlihat semakin terbakar. Melihat itu membuat Aliya mengulum bibir menahan tawa. Sungguh raut wajah Alvin terlihat begitu lucu saat sedang seperti itu.
{ Oh, Mikirin Agatha? Mau di hukum. Oke, Siap-siap untuk hukuman malam ini } Send
Kali ini giliran Alvin yang akan menertawakan raut wajah Aliya saat membaca pesan yang sudah Alvin kirim. Alvin menatap Aliya yang saat ini sedang membulatkan kedua matanya sambil melirik ngeri ke arah Alvin.
Alvin yang melihat raut wajah Aliya tanpa sadar tertawa lepas dan membuat semua penghuni kelas itu melihat ke arah Alvin yang saat ini sedang tertawa sambil menatap ke arah Aliya.
"Ada apa dengan mu pak bos?" Ucap Jeremy saat melihat Alvin tertawa keras seperti itu
"Tumben nih. Ada apakah gerangan?" Timpal Davin pelan
Secara bersamaan mereka semua melihat ke arah pandangan Alvin yang saat ini masih tetap menatap raut lucu wajah Aliya.
"Nona cantik" Ucap Jeremy sambil menatap Alvin dan Aliya secara bersamaan
Aliya yang menyadari suara ketawa keras Alvin langsung menatapnya tajam sambil mengirimkan balasan pesan untuk Alvin.
Dtttt Dttttt
{ Baiklah. Kita lihat apa yang akan terjadi nanti malam }
__ADS_1
Membaca pesan itu membuat Alvin menatap Aliya yang saat ini juga sedang menatapnya. Hingga kedua manik mata mereka bertemu untuk beberapa saat. Namun dengan cepat Aliya memutuskan tatapan itu.
Jihan yang sejak tadi memperhatikan Aliya dan Alvin langsung merasa curiga. Ada apa dengan mereka berdua?
"Eh Al. Lo lagi berbalas pesan sama si Alvin?" Tanya Jihan tiba-tiba
Aliya yang mendengar pertanyaan Jihan langsung menoleh ke arah wanita itu"Apa kamu bilang. Aku berbalas pesan sama pria tengil itu? Ogah banget!" Ucap Aliya yang sengaja mengeraskan suaranya.
"Woy kalian berdua. Ngapain pada ngomongin babang Alvin?" Teriak Jeremy seperti biasa
"Berisik lo. Gak usah ikut campur" Balas Jihan
Tanpa terasa bel pulang sudah terdengar. Semua murid sudah bersiap untuk segera pulang. Begitu juga dengan semua anggota Alvin.Aliya dan juga Jihan.
Mereka semua sudah bersiap untuk pulang, Namun tiba-tiba saja langkah Aliya terhenti saat ada suara guru yang datang memanggilnya. Aliya di panggil oleh guru BK gara-gara sudah menampar Kartika siang tadi.
"Saudara Aliya. Di mohon untuk menghubungi orang tuanya dan suruh menghadap ke guru BK" Ucap guru itu
Aliya yang mendengar itu langsung mengerutkan keningnya. Perasaan Aliya tidak merasa berbuat salah. Untuk apa harus meminta orang tuanya harus datang menghadap ke guru BK.
"Kenapa aku si suruh ke ruangan BK?" Tanya Aliya pada Jihan
"Terus kamu mau menghubungi kedua orang tua kamu Al?"
"Entah lah Ji. Aku bingung, Soalnya aku disini tinggal sendiri. Kedua orang tuaku sedang tidak ada" Jawabnya
"Lalu bagaimana dong Al?"
"Aku juga gak tau Ji" Ucap Aliya yang terlihat bingung
Alvin yang menyadari raut bingung wajah Aliya langsung menghubungi omnya yang baru saja tiba di jakarta. Pria itu meminta om Andre untuk datang dan mengurus masalah yang saat ini sedang Aliya hadapi.
Aliya keluar dari dalam kelasnya dan berjalan ke arah ruang BK dengan di ikuti Jihan yang mengekor di belakangnya.
"Assalamualaikum Pak" Ucap Aliya dan masuk ke dalam ruangan itu
"Waalaikum salam. Masuk"
"Kamu yang bernama Aliya pratiwi?"
__ADS_1
"Iya bu, Saya Aliya pratiwi"
Ternyata di sana bukan hanya ada Aliya. Tapi juga ada Kartika juga papanya. Selaku pelapor. Kartika menatap tajam Aliya. Wanita itu sudah sangat berharap jika Aliya akan menerima hukuman karna sudah berani menampar anak dari pemilik Club malam yang terkenal di kota itu.
"Siapa orang tua kamu. Kamu tau siapa kartika?" Tanya pria paruh baya yang tak lain adalah ayah papa dari Kartika.
"Anda tidak perlu tai siapa nama orang tua saya. Tapi yang pasti saya tau siapa Kartika. Kartika adalah siswa nakal yang sering membuat ulah" Jawab Aliya santai.
"Apa kamu bilang! Kamu tau siapa saya?'
"Tau. Anda adalah pemilik Club malam itu kan?"
"Jangan pernah berani sama saya atau"
"Atau apa. Dengar ya tuan, Saya tidak pernah takut kepada siapapun selama saya tidak berbuat salah" Jawab Aliya yang langsung memotong pembicaraan papanya Kartika.
"Sudah, sudah. Lebih baik sekarang kita langsung pada inti permasalahannya" Timpal guru BK itu
"Mana orang tua kamu?" Tanya nya sambil menatap ke arah Aliya
Aliya yang di tanyakan soal orang tuanya langsung merasa panik. Apa yang harus Aliya katakan. Karna kedua orang tua Aliya tidak ada di jakarta.
"O...orang tua saya" Belum juga Aliya selesai berbicara. Tiba-tiba saja ada orang yang datang dan mengatakan jika dia adalah wali dari siswa Aliya pratiwi.
Tok...tok...tok...
"Silahkan masuk" Ucap guru BK itu.
Mendengar perkataan guru BK itu membuat om Andre langsung masuk dan duduk di samping Aliya. Dan hal itu tentu saja membuat Aliya merasa sangat bingung dan penuh tanda tanya. Siapa laki-laki tampan yang saat ini duduk si sebelahnya.
"Perkenalkan. Nama saya Andre Wirawan Abimana, Om nya Aliya" Ucap laki-laki itu
Aliya mengerutkan keningnya karna tidak pernah merasa punya om yang bernama Andre, Kenapa orang itu malah mengaku sebagai omnya.
Papanya Kartika yang mendengar nama belakangnya ada Abimana membuat pria itu langsung merasa panik. Pasalnya Keluarga Abimana adalah salah satu keluarga yang berpengaruh di kota itu.
"Jadi begini pak. Aliya sudah melakukan kekerasan terhadap teman kelasnya yang bernama Kartika" Ucap guru BK itu sambil melihat ke arah Kartika.
"Apa itu benar Aliya?" Tanya om Andre pada Aliya
__ADS_1