
"Vin. Kita ke kantin yuk" Ajak teman temannya pada Alvin
Alvin yang mengira Aliya pergi bersama dengan Agatha langsung mengiyakan ajakan teman-temannya. Tanpa dia sadari, Ternyata Aliya sudah menunggu. Tapi Alvin sudah salah paham dengan apa yang baru dia lihat.
"Iya" Jawab Alvin singkat
Pemandangan yang tadi dia lihat sudah benar-benar mengganggu pikirannya. Hatinya terasa sangat panas saat mengingat tangan musuhnya menggenggam tangan wanitanya.
"Vin. Gue penasaran deh, Apa sih yang sebenarnya lo rencanakan sama bang Justine. 2 hari lagi, Memangnya ada apa dengan 2 hari lagi?" Tanya Jeremy pada Alvin
"Gak usah kepo. Nanti kalau gue sama bang Justine butuh bantuan pasti akan ngajak kalian. Siap-siap aja" Jawab Alvin sambil menoleh pada Jeremy
"Yah kok gitu sih Vin. Masa masih nunggu butuh bantuan sih. Ingat Vin, Kita ini saudara. Kalau memang elo ada rencana apapun, Ya minimal kasih tau kita lah Vin. Bener gak?" Ucap Jeremy sambil menoleh pada teman-temannya
"Iya bener itu Vin. Jangan menyelesaikan masalah sendiri. Kita sebagai sahabat lo hanya ingin selalu ada" Timpal Haikal cepat
Mendengar perkataan teman-temannya membuat Alvin menghentikan langkah kakinya. Pria itu menatap satu persatu teman-temannya.
"Gue tau rasa solidaritas kalian memang tidak bisa di ragukan. Tapi gue sama bang Justine masih bisa handle kok. Besok malam kalian hanya perlu menjaga Vincen di rumah sakit. Selebihnya biar jadi tanggung jawab gue sama bang Justine" Ucap Alvin sambil mengangkat kedua sudut bibirnya
"Gak asik lo Vi. Masa sama sahabat sendiri pake rahasia-rahasiaan"
Alvin tak lagi menjawab. Pria itu hanya terus melangkahkan kakinya menuju kantin. Setelah tiba di kanton, Alvin mencoba mencari Aliya setiap meja dan setiap sudut di sana, Namun ternyata Aliya tidak ada. Agatha juga tidak ada di kantin itu.
"Kemana mereka" Ucap Alvin dalam batinnya
"Eh Bambang, Kenapa lo malah bengong berdiri di situ. Duduk sini" Ucap Jeremy lagi
Di antara mereka memang jeremy yang lebih banyak ngomong. Pria bertubuh gemoy serta rambut sedikit kribo tapi wajahnya tentu tampan dong.
Alvin masih tak menggubris perkataan Jeremy. Pria itu masih terus berdiri dan mencari keberadaan Aliya"Nyari siapa sih Vin. Kartika? Dia gak ada di sini" Ucap Farel yang merasa penasaran siapa yang sebenarnya sedang Alvin cari
Mendengar nama Kartika membuat Alvin mengerutkan keningnya. "Ogah banget gue cariin kunti" Ucap Alvin dan langsung mengundang gelak tawa semua sahabatnya
"Eh liat tuh. Ada apa rame-rame" Ucap Haikal di saat mereka sedang tertawa
__ADS_1
Apalagi ada beberapa siswa yang berlari keluar dari kantin. Dan hal itu tentu saja membuat semua anggota Alvin merasa sangat penasaran. Tapi tidak dengan Alvin, Karna pria itu masih terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Eh ada apa rame-rame?" Tanya Haikal pada salah satu siswa yang juga ikut lari
"Ada anak yang mau jatuh dari Rooftop" Terangnya dan kembali berlari menuju keramaian
"Oooh ada anak yang mau jatuh dari Rooftop"Ucap Haikal yang belum sadar. Sedetik kemudian pria itu membulatkan kedua matanya.
"Astaga, Ada anak yang mau jatuh dari Rooftop katanya. Kita juga harus liat kesana"
Semua anggota Alvin yang begitu terkejut langsung berlari menuju keramaian. Sedangkan Alvin masih mematung di tempat"Astaga Alvin. Woy, Lo gak mau ikut liat?' Ucap Jeremy sambil menarik tangan Alvin
Alvin yang baru tersadar hanya mengerutkan keningnya setika di sana sudah tidak ada siapa-siapa kecuali dirinya dan Jeremy"Liat apa?" Tanya Alvin sambil menatap Jeremy
"Kemana anak-anak yang lain?"
"Astaga Bambang, Elo ngelamun apa sih Vin. Itu ada cewek yang mau jatuh dari Rooftop. Yang lain udah pada kesana" Ucap Jeremy dan langsung membuat Alvin merasa sangat terkejut. Tiba-tiba saja wajah Aliya melintas pada ingatannya.
"Astaga, Apa jangan-jangan itu Aliya" Ucapnya dan langsung berlari meninggalkan Jeremy yang menatap kepergian Alvin dengan penuh tanya
Jeremy yang melihat raut wajah panik Alvin tentu saja menimbulkan pertanyaan"Ada apa dengan anak itu?" Ucapnya
"Tolong, Siapapun tolong aku" Ucap Aliya yang sudah merasa tangannya tidak kuat
Sudah lebih dari 10 menit Aliya bergelantungan di sana. Wajahnya terlihat sangat pucat, Apalagi saat Aliya menoleh ke bawah . Rasanya kalau jatuh dari sana sudah tidak ada harapan hidup lagi.
"Mama, Paap, Tolongin Aliya" Ucap Aliya pilu dengan keringat dingin yang membasahi sekujur tubuhnya.
Melihat ada keramaian membuat para guru juga datang melihat"Ada apa rame-rame disini?" Tanya Dion yang baru saja sampai bersama dengan guru lainnya
"Itu bapak liat ke atas" Ucap salah satu dari mereka sambil menunjuk ke atas Rooftop
Betapa terkejutnya Dion saat melihat ada siswa yang bergelantungan di atas. Terlebih lagi dia adalah siswa baru yang sudah pernah dia temui di mall.
"Ya ampu, Dia kan" Ucapnya sambil terus menatap Aliya panik
__ADS_1
Sedangkan Aliya yang sudah benar benar merasa tidak kuat lagi akhirnya memilih untuk memejamkan kedua matanya. Aliya sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi.
"Jika memang hidupku harus berakhir seperti ini, Aku ikhlas dan aku terima"Ucap Aliya dengan air mata yang sudah memenuhi kedua pipinya
Di saat Aliya sudah melepaskan pegangannya dan hampir terjatuh, Tiba-tiba saja Alvin datang dan langsung menarik tangan Aliya. "Bertahanlah Al. Aku akan membantumu" Ucap Alvin sambil terus berusaha menarik tangan Aliya
Aliya yang mendengar suara Alvin langsung membuka kedua matanya. Ada rasa ingin marah dari dalam hatinya. Tapi saat ini Aliya masih cukup sadar jika keadaannya belum memungkinkan untuk marah.
"Ayo bertahan Al" Ucap Alvin lagi
Dengan sekuat tenaga Alvin menarik tubuh Aliya. Hingga beberapa saat kemudian pria itu berhasil menyelamatkan istrinya. Wanita yang amat dia cintai
Aliya teetidur di atas tubuh Alvin. Seketika Alvin memeluk tubuh Aliya sangat erat sambil mencium puncak kepalanya" Alhamdulillah kamu baik-baik saja Al. Aku sangat menghawatirkan mu" Ucapnya sambil mengusap lembut rambut Aliya
"Terimakasih" Ucap Aliya yang masih sedikit kesal dengan Alvin. Karna laki-laki itu, Aliya hampir kehilangan nyawanya.
Sedangkan di bawah. Mereka yang melihat Alvin menolong Aliya tentu saja langsung memuji Alvin sebagai super hiro, Semua orang bahagia karna Aliya selamat. Tapi tidak dengan Kartika, Wanita itu merasa sangat kesal karna melihat Alvin menyelamatkan Aliya.
"Kenapa sih Alvin harus menyelamatkan Aliya., Seharusnya dia biarkan saja Aliya jatuh dan mati" Ucapnya kesal
Kembali ke Rooftop. Alvin menatap kedua mata Aliya yang berkaca-kaca."Kamu sudah aman, Sudah jangan menangis lagi" Seru Alvin lembut
"Kenapa kamu bisa sampai jatuh Al?" Tanya Alvin penasaran
"Kamu jahat! Kamu sudah ingkar janji. Padahal tadi pagi kamu sudah berjanji akan makan siang bersama di sini. Aku sudah menunggu tapi kamu malah pergi ke kantin dengan teman-teman mu itu" Ucap Aliya sambil menatap Alvin dengan kedua mata yang sudah basah
Mendengar hal itu membuat Alvin begitu terkejut. Ternyata dia sudah benar-benar salah paham. "Apa, Jadi kamu nungguin aku? Aku pikir kamu pergi bersama" Ucapan Alvin terpotong saat Aliya menimpalinya
"Agatha maksud kamu" Ucap Aliya cepat
"Iya sayang, Aku pikir kamu pergi bersama dengan Agatha. Maafkan aku ya sayang, Aku sudah salah paham" Ucapnya sambil membawa Aliya dalam dekapannya
"Asal kamu tau Vin, Gara-gara aku ngeliat kamu ke kantin dan berdiri di sana, Ada orang yang sengaja mendorongku" Tutur Aliya pada Alvin
Perkataan Aliya langsung membuat Alvin melepaskan dekapannya. Pria itu menangkup kedua pipi Aliya sambil menatapnya"Siapa yang sudah melakukan itu Al?" Tanya Alvin penasaran
__ADS_1
Aliya menggeleng"Aku juga tidak tau. Tapi yang pasti dia seorang laki-laki" Tegangnya
Mendengar hal itu membuat Alvin mengepalkan kuat kedua tangannya"Siapa yang sudah berani melakukan ini!"Ucapnya sambil mengatupkan giginya