Dinikahi Badboy Tengil

Dinikahi Badboy Tengil
Sebenarnya


__ADS_3

"Foto ini, Ini kan foto Namira waktu kecil" ucap Dion sambil terus menatap foto anak kecil yang ada di ponsel Aliya


"Apa jangan-jangan Aliya adalah Namira" ucapnya lagi.


Dion yang merasa semakin penasaran terus menggeser foto dalam galery itu. Kedua matanya membelalak saat menemukan satu foto yang sangat sakral.


"Alvin, Aliya. Jadi mereka berdua adalah pasangan suami istri. Itu artinya pesan yang tadi aku baca benar-benar nomornya Alvin" ucapnya lagi


"Tapi sebentar. Kalau memang Aliya adalah Namira, Lalu siapa anak kecil yang sudah di makamkan 12 tahun yang lalu"


"Aku harus cari tau tentang hal ini. Atau kalau perlu aku lakukan tes DNA biar bisa jelas semuanya" ucap Dion sambil meletakkan ponsel Aliya.


Melihat foto Namira di dalam ponsel Aliya membuat Dion mengangkat kedua sudut bibirnya. Setidaknya ada sedikit kemungkinan jika adiknya masih hidup. Sosok yang sangat berharga dalam keluarga itu.


"Aku minta bantuan sama Agam aja kali ya. Dia kan paling bisa dalam hal ini" ucapnya sambil menghubungi nomor ponsel Agam.


📲:Halo kak. Ada apa? Tumben telpon Agam


📲:Kamu di mana, Gam? Apa kita bisa bertemu sebentar. Ada hal yang mau aku bicarakan


📲:Aku di rumah, Kak. Kalau memang penting, Sebaiknya kak Dion ke rumah, Aku bru saja sampai di rumah


📲:Oke, Sebentar lagi kakak otw


Setelah mengatakan hal itu, Dion langsung memutuskan sambungan telponnya. Mengambil jaket serta kunci motor dan keluar dari dalam kamarnya.


Dion memang kalau kemana-mana lebih suka naik motor dari pada naik mobil. Karna menurutnya lebih nyaman menggunakan motor dari pada mobil.

__ADS_1


Dion melesatkan motornya keluar dari rumahnya. Menyalip beberapa kendaraan yang menghalangi jalannya.


Tak butuh waktu lama, Dion sudah tiba di depan sebuah rumah mewah dengan pagar tinggi dan terlihat cukup luas.


"Eh, Den Dion. Sudah lama tidak kesini, Den" sapa salah satu penjaga rumah itu.


"Iya, Pak. Akhir-akhir ini saya memang sangat sibuk. Agam nya ada kan?"


"Pastinya ada atuh den, Tadi den Agam sudah berpesan sama saya jika aden di minta untuk menemuinya di teras belakang"


Dion hanya mengangguk dan langsung masuk ke dalam rumah itu. Biarpun besar, Namun rumah itu terlihat sangat sepi, Seperti tak berpenghuni.


"Kenapa rumah ini sepi sekali" ucap Dion di sela langkahnya.


Dion terus melangkah menyusuri rumah itu hingga tiba di teras belakang. Di sana ternyata Agam sedang menikmati secangkir kopi sambil memainkan ponselnya. Memang begitulah Agam, Lebih suka menyendiri di tempat itu.


"Iya, Btw kenapa rumah ini sepi seperti tak berpenghuni, Kemana tante?"


Agam mengambil nafas pelan sambil menoleh pada Dion. Sudah biasa jika kedua orang tuanya sangat jarang ada di rumah. Mengingat sang papa pebisnis, Dan sang mama sosialita yang cukup sibuk mengurus kegiatannya sendiri.


"Begitulah kak, Kan memang papa sama mama orang yang sangat sibuk. Jadi kak Dion tak perlu heran, Memang seperti inilah keseharian Agam, Menyendiri sendiri di sini seperti tak punya keluarga"


"Kasian sekali" balas Dion sambil terkekah.


"Btw ngapain lho kesini kak? Tumben. Ada perlu apa?" tanya Agam sambil meletakkan ponselnya dan menatap pada Dion yang sudah ikut duduk di sampingnya.


Dion mengeluarkan ponsel Aliya dan menunjukkannya pada Agam"Ponsel siapa ini, Kak?" tanya Agam sambil mengambil ponsel itu.

__ADS_1


"Kamu buka saja, Liat sendiri isinya"


"Ini kan Aliya, Kenapa ponsel dia bisa ada sama kak Dion?"


"Tadi siang kakak menemukannya di sekolah. Setelah kakak liat isinya, Ada hal yang mengganggu pikiran kakak"


"Apa itu, Kak?"


Dion mengambil alih ponsel itu, Menunjukkan sebuah foto anak kecil yang ada di dalam galery ponsel itu. "Ini fotonya Namira Gam, Gue curiga kalau Aliya adalah Namira adik gue yang di kabarkan meninggal 12 tahun yang lalu" ucapnya sambil menunjukkan foto itu pada Agam.


Mendengar perkataan Dion membuat Agam terdiam untuk beberapa saat. Pria itu menjadi bungkam seketika, Karna memang Agam yang sudah tau semuanya. Tentang Aliya yang memang Namira, Tentang Aliya yang sudah menjadi istri dari seorang Alvin. Anak dari musuh besar keluarganya Dion.


"Kenapa lho diam saja, Gam?" tanya Dion sambil menatap curiga Agam.


"Jangan bilang kalau sebenarnya lho tau sesuatu yang lho pendam sendiri"


"G-gue"


Tiba-tiba saja Agam merasa lidahnya seakan kelu. Pria itu memalingkan wajahnya untuk menghindari tatapan menyelidik yang di berikan oleh Dion.


"Gue apa? Katakan apa yang sebenarnya lho tau, Gam"


"Bagaimana ini, Apa yang harus aku katakan pada kak Dion. Apa memang ini saatnya kak Dion tau jika Aliya adalah Namira, Adiknya yang sudah di kabarkan meninggal 12 tahun yang lalu"


"Agam! Please, Katakan apa yang sebenarnya lho ketahui" ucap Dion lagi.


"Se-sebenarnya"

__ADS_1


__ADS_2