
Alvin mengepalkan kuat kedua tangannya"Siapa yang sudah berani melakukan ini"Ucapnya sambil mengatupkan giginya keras
Mendengar perkataan Aliya membuat Alvin benar-benar terlihat matah. Jadi Aliya hampir terjatuh bukan karna dia kepleset atau apa, Melainkan memang ada seseorang yang dengan sengaja mendorong tubuhnya. Tapi siapa laki-laki itu? Kenapa sampai maj mencelakai Aliya.
"Seperti apa ciri-cirinya?" Tanya Alvin pada Aliya
Aliya tak langsung menjawab. Mendengar perkataan Alvin membuat Aliya teringat akan kejadian beberapa saat yang lalu.
Flashback beberapa saat yang lalu
Setelah berlalu dari hadapan Agatha, Aliya Memang langsung berjalan menuju Rooftop, Karna sudah Janjian dengan Alvin akan makan siang bersama di sana. Sebenarnya ini kemauan Alvin. Pria itu yang mengajak Aliya untuk makan bersama di Rooftop dengan bekal yang sudah Alvin siapkan.
Aliya berjalan sambil terus mengangkat kedua sudut bibirnya. Makan bersama dengan suami tengilnya di Rooftop sekolah. Ini adalah pertama kalinya dia menginjakkan kaki di Rooftop itu.
Setelah tiba di Rooftop, Aliya menatap Rooftop yang terlihat sangat indah. Sepertinya Rooftop ini memang di sengaja di Desain oleh pihak sekolah agar murid yang datang kesana bisa menikmati View yang benar-benar bagus.
"Waaah, Rooftop nya bagus sekali. Apa emang ini sengaja di desain sama pihak sekolah" Ucap Aliya sambil menatap takjub Rooftop itu.
Aliya benar-benar kagum dengan desainernya. Awalnya dia pikir Rooftop sekolah biasa saja seperti di sekolah lamanya. Tapi ternyata Aliya salah.
Wanita itu berjalan menuju dan melihat keadaan di bawah. Tanpa sadar, Netranya melihat pada sosok sekumpulan pria most wanted sekolah sedang berjalan ke arah kantin.
Siapa lagi kalau bukan Alvin dan teman-temannya. Melihat Alvin berjalan ke kantin membuat Aliya memanyunkan bibirnya. Tentu saja Aliya merasa sangat kesal, Apa Alvin melupakan janjinya pagi tadi.
"Alvin, Kenapa dia malah mau ke kantin, Apa Alvin lupa jika sudah ada janji makan siang bersama dengan ku" Ucap Aliya yang terlihat sangat kesal
Setelah itu, Aliya mengambil ponselnya dan langsung menghubungi Alvin. Namun hingga 3 kali mencoba menghubunginya, Alvin tidak kunjung menjawab.
"Kok gak di angkat sih. Aku coba sekali lagi deh" Ucap Aliya dan kembali menghubungi nomor Alvin.
Aliya yang merasa sangat kesal tidak menyadari jika ada seseorang yang sejak tadi mengikutinya. Pria itu mendekat dan langsung mendorong tubuh Aliya hingga membuatnya hampir terjatuh.
__ADS_1
Beruntung tangan Aliya masih bisa berpegangan walaupun dia harus merelakan ponselnya jatuh entah kemana.
Aliya tidak bisa melihat siapa orang yang sudah mendorongnya itu. Tapi yang pasti dia adalah seorang laki-laki dengan postur tubuh tinggi tegap seta rambut klimis.
Siapakah kira-kira pria itu?
Flashback off
"Maafkan aku ya sayang, Maafkan aku yang sudah membuatmu seperti ini" Ucap Alvin lembut sambil membelai rambut Aliya
Aliya tak menjawab, Rasanya dia masih begitu kesal dengan Alvin yang sudah mengingkari janjinya."Apa kamu tau, Karna aku hampir saja kehilangan nyawaku Vin. Kalau aku tau kamu tidak akan datang, Mungkin aku juga tidak akan datang ke tempat ini" Ucap Aliya dingin tanpa ekspresi
Melihat wajah Aliya seperti itu membuat Alvin mengambil nafas berat. Sungguh Alvin merasa sangat menyesal sudah membiarkan Aliya menunggu.
Karna kesalahpahaman nya sudah membuat Aliya nyaris kehilangan nyawanya karna hampir saja terjatuh dari Rooftop setinggi ini.
Mengingat hal itu membuat Alvin mengepalkan kuat kedua tangannya. Dia akan benar-benar marah pada siapapun yang sudah berani mau mencelakai Aliya.
Memang hanya kata maaf yang bisa Alvin ucapkan pada Aliya. Karna di sini dia memang salah sudah membiarkan Aliya menunggu.
Aliya mendorong tubuh Alvin dan langsung pergi dari sana tanpa mau melihat wajah Alvin. Buat Aliya, Wajah itu sudah benar-benar membuatnya marah.
"Aku harus mencari ponselku" Ucap Aliya di sela langkahnya
Melihat Aliya pergi tanpa menoleh ke arahnya membuat Alvin memejamkan kedua matanya. Tiba-tiba dadanya terasa sesak saat mengingat Aliy yang hampir saja terjatuh dari Rooftop ini.
"Maafkan aku Aliya, Seharusnya tadi aku datang kesini dan menepati janjiku untuk kita makan siang bersama. Tapi karna kesalah pahaman ku, Membuat kamu menunggu di sini sendiri" Ucap Alvin pelan
"Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi seandainya tadi aku tidak datang tepat waktu. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya melihat kamu yang sudah tidak bernyawa"
"Tapi siapa yang sudah melakukan semua itu. Siapa orang yang sudah dengan sengaja mau mencelakai mu"
__ADS_1
"Aku harus cari tau siapa dia. Berani-beraninya membuat wanitaku hampir celaka" Ucap Alvin dingin sambil mengepalkan kuat tangannya
Di Bawah
Setelah melihat Aliya selamat, Semua murid yang tadi berkumpul di sana langsung bubar. Begitu juga dengan semua guru, Termasuk Dion. Namun saat dia sedang melangkahkan kakinya tanpa sengaja menginjak sesuatu dan membuat Dion menundukkan wajahnya.
Pria itu menatap apa yang baru saja dia lihat. "Ponsel" Ucapnya
"Ponsel siapa ini" Ucap Dion lagi sambil mengambil ponsel yang ternyata mati
"Mati, Apa mungkin kehabisan baterai. Aku bawa saja dulu. Nanti charger dan aku balikin sama orangnya" Ucapnya lagi dan langsung memasukkan ponsel itu pada saku celananya.
Tak berselang lama, Aiya yang baru saja tiba di bawah langsung mencari kemana jatuhnya ponsel itu"Kemana ya. Aku harus mencari ponsel itu kemana" Ucap Aliya yang terdengar sangat lirih
"Bagaimanapun caranya, Aku harus bisa menemukan ponsel itu, Banyak kenangan dan juga foto masa kecilku di sana" Ucap Aliya sambil terus berusaha mencari ponselnya. Namun hasilnya nihil, Karna ponsel itu tidak ada di mana-mana.
15 Menit berlalu. Aliya masih berusaha mencari ponselnya hingga pencarian itu harus terhenti saat suara bel masuk sekolah sudah berbunyi.
Kriingggg kringg
Mendengar suara itu membuat Aliya mengambil nafas berat. Ponselnya belum juga ketemu, Namun bel masuk sudah terdengar. Dengan berat hati, Aliya terpaksa meninggalkan tempat itu dan kembali masuk ke dalam kelasnya dengan langkah yang sangat berat.
Di Dalam kelas
"Aduuuh Aliya itu kemana ya. Aku cariin di mana-mana gak ada. Di Rooftop juga gak ada" Ucap Jihan sangat panik setelah melihat Aliya yang hampir saja terjatuh dari Rooftop.
Alvin yang mendengar perkataan Jihan akhirnya menoleh ke arah meja Aliya yang ternyata masih kosong. Melihat itu membuat Alvin semakin merasa khawatir. Kemana Aliya pergi setelah meninggalkan Rooftop.
Tak berselang lama, Aliya datang dengan wajah yang begitu sendu serta langkah yang terlihat sangat berat.
Aliya menoleh ke luar dengan kedua mata yang sudah berkaca-kaca. Bayangan ponselnya selalu saja terlintas dan membuatnya ingin menangis. Karna Aliya teringat bagaimana perjuangan ayahnya untuk mendapatkan ponsel itu.
__ADS_1