
Saat mendengar pertanyaan Farel membuat Agam bingung, Jawaban apa yang harus Agam katakan kepada semua teman-temannya yang sudah pasti sangat kepi dengan apa yang baru saja Agam katakan.
"Aduh bagaimana ini, Aoa yang harus aku katakan. Kenapa tadi aku harus mengatakan hal itu" Ucap Agam dalam batinnya
Yang Agam bingungkan bukan soal semua teman-temannya. Tapi pria dingin itu membingungkan jawaban apa yang harus Agam katakan pada Alvin. Karna Alvin juga pasti sedang memiliki sebuah pertanyaan yang sama dengan semua teman-temannya.
"Gak penting juga kan buat gue kasih tau sama kalian"Ucap Agam dingin dan langsung pura-pura fokus pada pelajaran yang saat ini sedang berlangsung. Setidaknya saat ini Agam masih bisa bernafas lega.
"Setidaknya aku bebas dari pertanyaan mereka untuk saat ini" Agam bermonolog dalam batinnya
Sedangkan Alvin masih menatap Agam dengan menyimpan begitu banyak pertanyaan yang tentu ingin Alvin ketahui jawabannya.
"Apa maksud Agam mengatakan hal itu. bukankah Agam tidak pernah mengenal Aliya, Lalu kenapa anak itu harus mengaku sebagai saudara sepupu Aliya. Dasar aneh. Dia punya hutang penjelasan sama gue" Ucap Alvin dalam batinnya sambil melirik tajam Agam.
"Anak-anak. Sekarang kalian buka pelajaran halaman 25. Kalian kerjakan semua soal-soalnya" Ucap bu Tia yang langsung membuat semua murid membuka buku LKS mereka masing-masing.
"Baik bu" Ucap mereka secara bersamaan
"Kalau sudah selesai kalian kumpulkan menjadi satu di meja sini. Lalu Jihan antar kan ke kantor ya, Hari ini guru-guru sedang ada dapat"
"Iya bu"
setelah bu Tia sudah keluar dari dalam kelas 12A, Semua murid langsung rame dan meminta contekan pada salah satu murid yang selalu menjadi andalan mereka setiap ada tugas dadakan.
Di saat yang lain sedang sibuk mengerjakan tugas. Diam-diam Alvin memperhatikan Aliya sambil mengirimkan sebuah pesan pada wanita itu.
Mendengar ponselnya berdering membuat Aliya yang tadi fokus pada soal di depannya membuat wanita itu langsung mengambil ponselnya dan membaca pesan singkat dari sebuah nomor yang dia berikan nama 'Cowok tengil'
[ Hai istriku. Semangat ya ngerjain tugasnya ]
Membaca pesan itu Aliya hanya mengambil nafas panjang. Wanita itu tidak berniat untuk membalas pesan yang sudah Alvin kirimkan untuknya.
Kring
[ Kenapa cuma di baca sayang, Di balas dong. Aku ini suami kamu loh sayang ]
__ADS_1
Pesan yang Alvin kirimkan untuknya mampu membuat Aliya menahan kesal.
Kring...kring...kring...kring..kring...kring..
[ Aliya sayang. Nanti makan siang sama aku ya ]
[ Aku tunggu di kantin ]
[ Awas jangan sampai tidak datang ya ]
[ Kalau sampai kamu tidak datang, Maka jangan salahkan aku jika aku memberitahukan tentang kita ]
[ Aku tunggu di kantin istriku sayang ]
Setelah membaca semua pesan yang Alvin kirimkan padanya membuat Aliya merasa begitu geram. Wanita itu tanpa sengaja membuat semua orang menoleh ke arahnya secara bersamaan.
"DASAR PRIA TENGIL MENYEBALKAN" Teriak Aliya tanpa sadar
Setelah melihat semua orang sudah melirik ke arahnya membuat Aliya menutup mulutnya sendiri" Maaf maaf, Aku tidak sengaja" Ucap Aliya pelan
Alvin yang melihat itu hanya bisa tersenyum dengan apa yang sudah Aliya katakan. Entah kenapa Alvin tidak merasa marah dengan apa yang baru saja Aliya katakan. Padahal Alvin sudah tau pasti jika yang Aliya katakan pria tengil menyebalkan adalah dirinya.
Sedetik kemudian. Aliya menatap tajam Alvin dan membuat kedua manik mata mereka bertemu untuk beberapa saat, Namun dengan cepat Aliya memutuskan pandangan itu.
Tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 12:50. Mata pelajaran hari ini sudah selesai mereka ikuti. Dan tak lama kemudian, Terdengar suara bel pulang yang membuat semua murid sekolah Alindra segera bersiap untuk pulang.
Di saat Aliya sudah mau melangkahkan kakinya keluar dari dalam kelas. Tiba-tiba langkahnya terhenti saat suara Kartika memanggil namanya.
"Ada apa?" Tanya Aliya serta membalikkan tubuhnya. saat ini kelas itu sudah sangat sepi. Hanya tinggal Aliya, Jihan serta Kartika and the gang.
Kartika maju dan mendekat ke arah Aliya. Wanita itu mengatakan sesuatu yang sempat membuat Aliya merasa tidak terima dengan apa yang sudah Kartika katakan.
"Jangan pernah ganjen dan gatel sama Alvin. Karna Alvin itu milik gue" Ucap Kartika sambil menunjuk ke arah Aliya
Aliya yang mendengar itu entah kenapa merasa hatinya tiba-tiba saja panas. Aliya seperti tidak terima dengan ala yang baru saja Kartika katakan
__ADS_1
"Gue ingetin sekali lagi, Alvin itu hanyalah milik Kartika" Ucap Kartika lagi
"Jangan terlalu percaya diri. Karna meskipun Anda berharap lebih, Belum tentu juga Alvin mau menerima Anda" Ucap Aliya dingin dan langsung pergi meninggalkan Kartika.
Mendengar perkataan Aliya membuat Kartika mendengus kesal. Pasalnya ini adalah pertama kalinya ada seseorang yang berani mengatakan hal ini pada seorang Kartika.
Jihan yang melihat itu sempat tidak percaya dengan apa yang sudah Aliya katakan. Yang jihan liat dari wajah Aliya, Wanita itu terlihat seperti wanita kalem dan lemah lembut.
Meskipun sebenarnya memang iya, Aliya adalah sosok yang kalem, Lemah lembut. Tapi ada sisi lain yang sulit di tebak dari seorang Aliya. Keras kepala serta berani.
"Aliya tunggu" teriak Jihan sambil mengekor di belakang tubuhnya.
"Iya Jihan, Kenapa?" Tanya Aliya serta menghentikan langkahnya.
"Kamu pulang naik apa Al?"
"Naik motor" Jawab Aliya singkat
"Serius kamu naik motor Al? Kalau gitu sama dong, Aku juga naik motor. Bagaimana kalau kita konvoy"
"Boleh juga. Tapi konvoy nya berdua aja nih?"
"Ya iya lah Al. Kecuali kamu manu ngajak geng curut" Ujar Jihan sambil kembali melangkahkan kakinya
Mendengar perkataan Jihan membuat Aliya berjalan sedikit berlari mengejar Jihan. Karna Jihan memang berjalan dengan langkah lebar.
"Geng curut siapa maksud kamu Ji?"
"Ya gengnya siapa lagi kalau bukan Alvin and the gang" Jawab Jihan pelan
Tanpa merek sadari, Saat ini mereka berdua sudah tiba di parkiran. Jihan berjalan kearah motornya, Begitu juga dengan Aliya yang juga berjalan ke arah motornya.
Alvin yang sejak tadi penasaran kenapa motor yang dia beli untuk Justine mengantar jemput Aliya kenapa malah parkir di sekolah ini.
"gue harus tau sip yang sudah menggunakan motor ini"ucap Alvin dalam batinnya
__ADS_1
Di saat Alvin masih terdiam di tempat motornya sendiri, Tiba-tiba Aliya datang dan naik ke atas motor yang sudah Alvin beli khusus untuk Justine mengantar jemput Aliya.
"Widih. Ternyata yang punya motor itu si nona cantik" Ucap Jeremy sambil terus menatap Aliya