
Alvin yang melihat Aliya memotongkan bakso miliknya langsung meneguk ludahnya susah. Bagaimana bisa Aliya melakukan hal ini. Apa wanita itu tau jika Alvin sangat tidak menyukai cabe.
"A....apa kamu tidak salah memesan bakso Aliya?" Tanya Alvin sambil menatap ngeri bangkok yang ada di depannya.
Mendengar itu membuat Aliya mengangkat wajahnya dan menatap Alvin yang saat ini sudah terlihat begitu pucat. Melihat ekspresi Alvin yang seperti itu membuat Aliya mengulum bibir menahan tawa. Sungguh ekspresi itu membuat wajah Alvin terlihat sangat lucu.
"Tidak suamiku. Anggap saja ini hadiah makan bersama kita kali ini. Ini akan menjadi makan siang romantis buat kita berdua, Suamiku" Ucap Aliya sambil menahan tawa.
Alvin semakin menatap ngeri bakso itu setelah melihat Aliya menambahkan saos juga sambel ke dalamnya.
"Astaga. Apa yang wanita ini lakukan. Kenapa dia bisa tau jika aku sangat tidak menyukai sambel akhir-akhir ini" Ucap Alvin dalam batinnya
"Mau makan sendiri atau aku suapi suamiku? Di suapi mau ya, Biar kita terlihat semakin romantis" Ucap Aliya sambil mengangkat kedua sudut bibirnya.
"Tidak perlu, Aku bisa makan sendiri. Tapi aku juga punya sebuah tantangan untuk mu" Ucap Alvin sambil menatap Aliya
Mendengar perkataan Alvin membuat Aliya meletakkan kembali sendok juga garpu yang ada di tangannya. Wanita itu melihat ke arah Alvin sambil mengangkat sebelah Alisnya.
"Tantangan untukku? Apa itu?" Tanya Aliya yang terlihat begitu penasaran
"Aku akan memberikan sebuah tantangan. Jika seandainya aku bisa menghabiskan bakso ini, Makan kamu harus menuruti apapun yang aku mau. Kamu harus mengiyakan apapun yang aku katakan"
"Boleh. Kalau kamu sampai bisa menghabiskan bakso ini, Maka aku akan memenuhi apapun yang kamu inginkan" Ucap Aliya dengan penuh percaya diri.
Memang sebelumnya Aliya tidak pernah tau jika Alvin tidak menyukai cabe. Wanita itu hanya berasumsi sendiri setelah melihat Alvin menolak saat Dewi memberikan sambel pada nasinya beberapa hari yang lalu. Tepatnya saat Alvin dan Aliya masih ada di desa Aliya.
Flashback rumah Aliya
__ADS_1
Setelah Alvin mengatakan jika Aliya akan dia bawa untuk tinggal bersama dengan Alvin di jakarta. Siang itu Dewi mengajak Aliya untuk belajar memasak. Saat itu Dewi hanya membuat ayah goreng, Sayur sop, Dan sambal goreng ekstra pedas khas Dewi.
Saat sudah selesai memasak. Dewi meminta Aliya untuk memanggil Alvin buat makan siang. Biarpun berat, Wanita itu mengiyakan apa yang sudah Dewi katakan.
"Alvin, Katanya mama elo di suruh turun. Makan siang" Ucap Aliya pada Alvin dan langsung keluar dari dalam kamarnya.
Namun langkah Aliya terhenti saat tiba-tiba Alvin menarik tangannya hingga membuat Aliya jatuh dalam pelukan Alvin. Mereka berdua saling pandang untuk beberapa saat.
"Aku sangat tampan bukan. Kamu adalah wanita paling beruntung di dunia ini karna bisa mendapatkan cinta dari seorang Alvin Zeandra Abimana" Ucap Alvin yang masih menatap Aliya.
"Berisik lo, Minggir. Dasar pria mesum" Ucap Aliya ketus
Alvin yang melihat itu hanya bisa mengangkat kedua sudut bibirnya. Aliya benar-benar menggemaskan saat sedang marah seperti itu.
"Jangan terlalu benci, Nanti yang ada kamu cinta mati sama aku, Istriku" Ucap Alvin penuh penekanan saat mengucap kata istri
"Amit-amit gue jatuh cinta sama pria mesum kayak lo" Ucap Aliya dan langsung keluar dari dalam kamarnya.
"Akan aku pastikan, Suatu saat nanti kamu akan benar-benar mencintaiku Al" Ucap Alvin yang langsung berhasil membuat langkah Aliya terhenti.
"Jangan kebanyakan ngayal" Ucap Aliya masih dengan nada yang sama.
Mendengar itu Alvin hanya tersenyum tipis. Aliya benar-benar berbeda dengan wanita lain. Dan hal itu juga yang membuat Alvin semakin ingin membuat Aliya mencintainya.
Tak butuh waktu lama. Aliya dan Alvin sudah tiba di meja makan. Di sana ternyata sudah ada mama Dewi dan papa Usman. Seperti biasa, Jika waktu makan siang Usman memang akan pulang ke rumahnya untuk makan siang bersama. Karna jarak bengkel dengan rumahnya tidak terlalu jauh.
"Nak Alvin. Ayo silahkan duduk. Kita makan siang bersama ya. Sini mama ambilkan" Ucap Dewi lembut sambil mengambil alih piring Alvin.
__ADS_1
"Nak Alvin harus makan yang banyak ya. Anggap saja di sini adalah rumah kedua nak Alvin. Jangan pernah sungkan sama papa dan Mama. Semenjak kamu mengucapkan kata ijab qobul, Kamu sudah menjadi anak kami" Ucap Dewi lagi
"Iya ma, Terimakasih mama sudah mau baik sama Alvin" Ucap Alvin sopan
"Tidak perlu berterimakasih nak. Sudah sebagai orang tua harus mengayomi anaknya. Memberikan pelajaran yang bisa membekali anaknya untuk masa depan" Ucap Dewi lagi sambil mengambil kan lauk pada nasi Alvin
"Jangan ma" Ucap Alvin saat Dewi mau memberikan sambal goreng pada nasi Alvin.
"Kenapa jangan nak. Kamu gak suka sambal?" Tanya Dewi sambil memberikan piring itu pada Alvin lagi
Alvin tak menjawab. Pria itu hanya tersenyum tipis pada Dewi dan juga Usman. Aliya yang mendengar itu langsung menyimpulkan jika kemungkinan besar Alvin tidak menyukai sambal Tau cabe.
Flashback off
Aliya yang mengingat akan hal itu hanya bisa mengulum bibir, Wanita itu benar-benar tida sabar ingin melihat ekspresi Alvin saat memakan bakso yang penuh dengan sambel.
"Ayo di makan suamiku. Kenapa hanya di liatin seperti itu" Ucap Aliya sambil memakan baksonya sendiri.
"Rasakan itu Alvin. Akan aku pastikan jika kamu pasti tidak akan tahan dengan rasa pedasnya." Batin Aliya sambil mengangkat kedua sudut bibirnya
Setelah itu, Senyum Aliya seketika pudar saat melihat Alvin memakan habis semua baksonya tanpa ada sisa sedikitpun di dalam mangkoknya. Pria itu tidak menampakkan adanya rasa pedas dari wajahnya.
Melihat itu membuat Aliya yang menjadi pucat. Pasalnya wanita itu sudah terlanjur menerima tantangan Alvin. Jika sampai Alvin bisa menghabiskan semua baksonya yang penuh dengan sambal, Maka Aliya akan menuruti apapun yang sudah Alvin katakan.
"Astaga. Kenapa dia bisa menghabiskan semua baksonya. Padahal ini kan sangat pedas. bahkan aku pun tidak mampu untuk menghabisinya" Ucap Aliya dalam batinnya.
Kemudian wanita itu memalingkan wajahnya saat Alvin sudah mulai menatapnya.
__ADS_1
"Awalnya kamu pasti mengira aku tidak suka sambal bukan. Karna waktu di rumah kamu aku menolah saat mama Dewi mau memberikan sambal pada makananku. Sayangnya kamu salah duga Istriku. Waktu itu aku tidak mau makan sambal bukan karna aku tidak suka pedas. Tapi karna waktu itu aku sedang sariawan" Ucap Alvin sambil mengangkat kedua sudut bibirnya.
"Siap-siap nanti malam istriku. Aku akan menghabiskan malam pertama yang sempat tertunda" Ucap Alvin sambil mendekat ke arah Aliya