Dipaksa Menikahi Tetangga

Dipaksa Menikahi Tetangga
#1


__ADS_3

Di pagi hari sambil rebahan, aku mulai membaca novel, membaca dari halaman ke halaman. Karna kebetulan hari ini hari minggu, jadi sangat tepat waktunya untuk bermalas malasan. Ditambah lagi cuaca yang mendung ini, sangatlah cocok untuk kaum rebahan sepertiku


Tok... Tok... Tok...


"Zoe..." mama mengetuk pintu sambil memanggil namaku


Mama biasa membangunkanku pagi pagi, bahkan biasanya lebih pagi dari ini, kalau aku sedang tidak menstruasi. Tapi karna mama tau aku lagi mens, maka dari itu mama baru membangunkanku.


Tapi sebenarnya aku yang tadi malam berpesan untuk dibangunkan agak siang hehehe..


"IYA MA... ZOE UDAH BANGUN KOK" teriakku yang masih tidak mau mengalihkan pandanganku pada novel ditanganku.


"Ya terus kenapa ngak keluar keluar" dih, mama kayak ngak tau kebiasaan anak gadisnya saja, batinku


"Males ah, ini kan hari libur" sahutku


"Kamu itu ya, perawan perawan bukannya bangun pagi bantuin mama di dapur, ehhh malah males malesan" 'nah,,, setiap pagi pasti selalu deh keluar kata kata andalan mama yang itu' gerutuku


"Zoe, buka pintunya ih" mama masih mengetuk pintu kamarku. Kalau belum dibukain ya gitu, pantang menyerah membuat anaknya turun dari ranjang


"Iya iya" aku bangun dari posisi rebahan tadi, kemudian menaruh novel dibawah bantal. Jangan tanya kenapa, karna mama bakal marah marah kalau tau aku beli novel baru, katanya pemborosan. Setelah itu novelnya pasti akan disita. Oleh sebab itu aku harus pintar pintar menyembunyikannya. Karna dengan susah payah aku membelinya dengan mengumpulkan sisan uang jajan dari mama yang tidak seberapa. Kadang aku rela tidak jajan beberapa hari, saking kepinginnya beli novel. Maklum lah orang tuaku bukan termasuk orang kaya.


Aku beranjak dari ranjang menuju pintu kamarku, kemudaian membukanya. Terpampang jelas mama berdiri didepan pintu sambil berkacak pinggang, tak lupa juga dengan wajah garang yang mama perlihatkan.


"Hehehe... Mama" aku nyengir dihadapan mama, tak tau kan ya harus berbuat apa.


"Hehehe... Mama" mama menirukanku dengan mulut yang sengaja dibuat buat. Setelah itu mama mencebikkan bibirnya


"Duh!... Jadi gemes deh sama mama" ucapku dengancengiran khasku.


"Kamu itu ya, udah dibilangin kalo udah bangun, udah sholat subuh, langsung bantuin mama didapur" ucap mama sambil menjewer telinga kiriku, mungkin saking keselnya.


"Aw.. Sakit ma" tuturku sambil mencoba melpaskan tangan mama dari telingaku. Dan berhasil terlepas juga.


"Makanya kalau di.. Emmph...." aku menghentikan ucapan mama dengan tanganku untuk membekapnya. Biarin lah kalau dikatain kurang ajar.. Hihihi lagian pagi gapi udah ngomel aja.


Maafkan anakmu yang kurang ajar ini ya ma hihihi


"Ngak baik lho ma, pagi pagi udah ngomel aja, ntar dimarahin tetangga lho berisik tauu" aku melepas tanganku yang tadi membekap mulut mama.


"Ngak lucu" mama menyedekapkan tangannya di dada. Duh alamat ngambek nih batinku


'Ayo Zoe ambil hati mama'


"Aduh.. Mamanya Zoe yang paling cantik, jangan ngambek dong, nanti cantiknya hilang lhoo" ucapku sambil menjawil dagu mama dan mendekap mama dari samping.


"Biarin" mama melengos. Pertanda mode ngambeknya belum selesai


"Ih mama, kalo ngak cantik nanti papa berpaling lhoo" godaku


Sebenarnya itu sama sekali tidak mungkin. Karna aku tau banget kalau paoa adalah laki laki paling setia, dan bucin banget sama mama


Mama masih diam.


"Eh eh, enggak dong mama kan cinta matinya papa, wanita teristimewanya papa, yang bikin papa kelepek kelepek, apalagi kalo pas mama lagi senyum, behhh...! Tambah jatuh cinta banget papa sama mama"


Mendengar godaanku mama pun langsung tersenyum. 'Yes! Akhirnya berhasil. Artinya mama ngak ngambek lagi, dan aku terbebas dari hukuman didiemin mama'


"Apaan sih kamu, bisa aja deh" mama mencubit pelan lenganku dengan senyum malu malu, dan pipi yang merona.

__ADS_1


Nah kalau digoda gitu baru deh mama ngambeknya hilang. Mama paling suka digoda mengenai papa dan dirinya.


"Nah gitu dong senyum... Kan jadinya tambah cantik ma, kalau papa lihat pasti tambah jatuh cinta untuk yang kesekian kalinya deh" dan mama pun makin kesenengan aku godain


"Wah lagi ngomong apa nih, kok bawa bawa nama papa" tiba tiba papa datang. Sepertinya papa habis joging, terlihat dari keringat didahinya.


"Iya nih, anakmu pa, suka ghibahin kamu" ucap mama


"Hmmm... Dosa lho, ngomongin orang tua" tutur papa


"Oh jadi dosa ya, kalo Zoe tadi mencoba membuat mama menjadi tambah jatuh cinta sama papa?" kataku menggoda kedua orang tuaku yang sampai saat ini masih suka kelihatan uwu kalau lagi berduaan


"Emang tadi kamu ngoming gimana ke mama, Zoe?" papa menaik turunkan kedua alisnya


"Adadeh... Rahasia" ucapku.


"Oooh... Jadi ngak mau kasih tau ke papa nih?" tanya papa


"Enggak" aku menjulurkan lidah ke arah papa. Sontak papa pun terkekeh melihat tingkahku yang masih seperti kanak kanak, padahal sudah berusia dua puluh satu tahun. Sementara mama hanya geleng geleng kepala.


"Sudah, sudah, kalian cepetan mandi, sudah siang ini, nanti kan kita mau datang ke araca rumah depan" ujar mama


"Oke istriku sayang, papa mandi dulu ya" papa berlalu setelah sebelumnya mencium pipi mama.


Tuh kan pagi pagi udah liat yang uwu uwu aja


Sabar Zoe, ngak boleh iri sama keromantisan orang tua. Batinku


"Emang tante Mariska mau ada acara apa ma?" tanyaku


"Kamu lupa ya, kan Rey mau nikah" jawab mama. Mama berjalan kedapur meneruskan acara masaknya yang tadi tertunda karna membangunkan anak gadisnya yang paling imut ini hehehe.


"Lah, emangnya kamu belum tau kalo Rey mau nikah" mama bertanya sambil memotong sayuran


"Ngak tuh, Zoe ngak tau, lagian Zoe kan bukan tipe orang yang suka ngegosip kayak mama kalau lagi kumpul sama ibu ibu tetangga" jawabku sambil duduk di kursi meja makan.


"Lagian kok bisa sih Rey nikah, hahaha emang ada yang mau ya sama dia"


"Hish! Kamu ini ya, iya jelas ada lah yang mau sama Rey, secara Rey kan ganteng, pinter, sekarang udah punya pekerjaan tetap lagi. Perempuan mana coba yang ngak mau sama Rey? Hihihi Emangnya kamu ngak ada yang mau?" cerocos mama


"Dih mama apaan sih pakek ngebanding bandingin Zoe sama dia" ucapku kesal


"Lagian ya ma, Zoe kan masih kuliah, ya wajar lah kalau belum punya pekerjaan kayak dia, terus bukannya ngak ada yang mau sama Zoe, tapi karna saking cantiknya Zoe, jadi banyak yang berebut hati Zoe, tapi sayangnya Zoe mau fokus kuliah, jadi banyak yang Zoe tolak"


"Ya salah sendiri kenapa ditolak semua, kalau ada yang diterima kan lumayan kamu bisa secepatnya menikah, biar ngak ketinggalan sama Rey" tutur mama


"Yaelah ma, zoe kan masih mudah ma, baru juga duapuluh satu tahun, kalau rey kan udah tua jadi wajar dong kalo dia nikah duluan"


"Tau Ray lebih tua, kok kamu ngak pakek embel embel kalo nyebut dia, pake kak, mas, atau abang gitu, biar lebih sopan" ujar mama


"Males" jawabku acuh


"Sudah sana mandi, sudah siang loh ini, ntar keburu telat lho, keacaranya Rey" perintah mama


"Kan tadi mama suruh Zoe buat bantuin mama masak"


"Ga jadi"


.

__ADS_1


.


.


Sejujurnya males banget sih kalau harus ikut mama papa ke acaranya si nikahannya si Rey, tapi karna tadi terus dipaksa dan diseret terus sama mama, jadi ahirnya mau tidak mau aku harus ikut juga. Lagian ngak enak juga sama tante Meriska kalo aku ngak dateng, soalnya dia itu tetangga yang baikkk banget sama aku, ngak kayak anaknya si Rey yang songong nyebelinnya minta ampun.


Dan sekarang disinilah aku, di depan rumah tante Meriska. Acara akhad si Rey emang diselenggarakan dirumahnya. Ngak tau juga sih kenapa padahal setauku biasanya kalau akhad di selenggarakan dirumah mempelai wanita, ini malah sebaliknya.


"Ayo, Zoe, kita masuk temui tante Meriska" ajak mama sambil menuntun tanganku masuk ke dalam rumah yang sudah lumayan banyak orang. Mulai dari para tetangga dan kerabat tante Meriska juga suaminya.


Aku pun menurut saja, berjalan bersisian dengan mama dan papa


Setelah masuk kedalam rumah aku dan mama menghampiri tante Meriska yang terlihat sibuk memberi instruksi pada petugas catering.


Melihat kedatangan kami, tante Meriska pun tersenyum dan menyudahi instruksinya kemudian menyambut kami


"Wah... Bu Della sama Zoeya akhirnya datang juga" tante Meriska bersalaman dengah mama dan bercepika cepiki, setelahnya ia juga menyalamiku kemudian memelukku dengan hangat, tak lupa ia juga mencium keningku dan juga pipiku, itu hal yang sudah biasa ia lakukan ketika bertemu denganku sejak aku kecil. Diperlakukan demikian membuatku merasa mempunyai dua ibu.


"Ya jelas dong mbak, masa rumah hadap hadapan kita ngak datang" ucap mama disertai senyum manisnya.


"Seneng deh liat kalian datang, apalagi kamu Zoe, cantik banget hari ini, tante jadi berubah pikiran buat ngak jadi menikahkan Rey hihihi" tante Meriska mengelus rambutku


"Ah tante bisa aja deh, kan Zoe emang cantik tiap hari" ucapku sambil memamerkan senyum termanis yang ku punya


"Oh iya, kenapa tante jadi berubah pikiran" tanyaku


"Iya maksud tante ngak jadi menikahkan Rey dengan Eva, tapi jadinya sama kamu aja, abisnya kamu cantik banget sih, kan tante jadi pengen kamu aja yang jadi mantu tante hehehe...."


What! Mantunya tante meriska? Jadi istrinya Rey dong? Dih ogah banget ya, big NO ya. Daripada sama Rey mending aku nikah sama kambing. Eh, ngak kambing juga dong, masa kambing sih.


Seketika aku bergidik ngeri, dan menggelengkan kepalaku, mengenyahkan pikiran menikah dengan Rey.


"Kamu kenapa geleng geleng gitu" tanya tante Meriska


"Ehh.. Ngak papa kok tan" jawabku sambil memperlihatkan cengiran andalan


"Biasa mbak, Zoe emang suka mendadak konslet gitu" sahut mama


"Ehh kok mama bilang gitu sih? Tega banget anak sendiri dikatain konslet"


Obrolan demi obrolan antara mama dan tante Meriska terus berlanjut, sesekali aku juga ikut menimpali, meski kebanyakan jadi pendengar sih


Hingga akhirnya ada tamu lain yang datang, otomatis tante Meriska pamit lada kami untuk menemui tamunya.


Mama menawarkan diri membantu kesibukan diacara ini. Masih pukul delapan pagi, acara akhad katanya masih dilaksanakan pukul sembilan. Masih satu jaman lah buat nunggu acara. Papa sama mama sengaja datang lebih awal, katanya biar bisa bantu bantu sedikit. Katakanlah solidaritas antar tetangga.


BERSAMBUNG...


**INI KARYA PERTAMA SAYA


SAYA HARAP KALIAN SEMUA MENIKMATINYA❤️❤️


MAAF JIKA ALUR DALAM CERITA TERSEBUT KURANG PAS🙏🙏


MOHON MAAF JUGA APABILA BANYAK KESALAHAN DALAM PENULISANNYA🙏🙏


TERIMAKASIH READER☺️☺️


JANGAN LUPA LIKE, KOMENT DAN VOTE DIBAWAH👍😊**

__ADS_1


__ADS_2