
"Oh iya, aku mau kasih ini, Key" Kak Arga memberikan sesuatu untukku, yang setelah kuterima ternyata sebuah undangan Ya, undangan pernikahannya dengan... wanita pilihannya. Aku membuka dan mulai membaca undangan itu.
Setelah selesai, aku kembali mendongak. Namun, udah nggak ada lagi lak Arga di sampingku.
Ke mana dia?
"Kak Kak Arga where are you going?" Aku celingakan mencari kak Arga. Heran deh, barusan aja duduk di sampingku, ehh ditinggal baca undangan doang tiba-tiba ngilang. Sebenarnya dia makhluk apaan sih. Kan jadinya aku ngeri.
Aku terus berusalsa mencari kak Arga. Berjalan ke sana ke mari, barangkali dapat kutemukan dia. Namun, seluruh taman sudah kususuri, tak kunjung kutemukan juga batang hidupnya.
Secepat itu kah dia pergi Tapi, bayang dan rasa untuknya masih ingin berlama-lama di hati Hoek, lebay.
"Zoe, Zoeya..." Terdengar ada orang yang memanggilku. Kayak familiar yah suaranya, Seperti... Suara mama?
"Zoe"
Tok, tok, tok
"Buka pintunya"
Aku mengerjap 'Woo, ternyata ini cuma mimpi. Eh,tapi kok kayak beneran ya'
"Zoe.. buka pintunya" Mama mengetok pintu kamarku keras .
Nah, kalau ini beneran bukan mimpi.
"Zoe lagi ngapain sih ni anak"
Dug dug, dug Sekarang suara ketokan pintunya terdengar lebih kenceng
"lya. Ma... * Aku menjawab sambil berteriak. Dan tentu saja belum mau beranjak dari kasur.
"Buka pintunya"
"Ya mau ngapain sih mama" tanyaku malas
"Elah, anak ini, tinggal buka pintunya aja susah bener sih!"
"Key males buka pintu, Ma. mager" Mungkin efek*dari mimpi tadi masih belum hilang.
Jadi males buat turun dari ranjang sekedar buat buka pintu kamar.
"Eh mager, mager, tinggal buka pintu doang males amat. Ini Nak Rey mau ikutan masuk" Oh iya, sampai lupa kalau aku udah punya suami yang tadi sibuk ngobrol sama mama, efek dari mimpi sih. Tuh, kan jadi nyalahin mimpi lagi
"Ngapain ikutan masuk" ucapku ketus
"Udah buruan buka. nggak usah kebanyakan tanya. Kalau nggak dibuka juga, mama kutuk kamu jadi putri tidur" . Sudah mulai ngancem rupanya
Dengan ogah-ogahan. akhirnya aku turun dari ranjang Berjalan sempoyongan memiju pintu kamar. Nurut aja bukan pintu, dari pada dikutuk, kan serem.
Ya, meski sebenarnya agak menguntungkan juga kalan dikutuk jadi putri tidur. Kan dalam tidur nanti aku bisa ketemu kak Arga lagi. Terus kita selingkuh deh. Wkwkwk. Kriet Pintu kubuka.
Dan terpampang lah wanita. terhebatku bersama menantu kesayangannya yang lagi pada berdiri di depan pintu
"Apaan sih, gangguan orang lagi tidur aja" gerutuku.
"Ohhh jari dari tadi kamu enak-enakkan tidur di dalem kamar" Mama berkacak pinggang
"Nggak inget lagi ada suami, malahan ditinggal tidur: Pamali tidur jami, segini Zoe"
"Ya abisnya ngantuk ma," jawabku cuek.
"Makanya kalau makan jangan kebanyakan, jadi ngantuk kan," Mama ceramah lagi
__ADS_1
"Udah makannya banyak, tapi badan nggak gede-gede Juga. Kasihan Nak Rey dapet istri badannya kecil kek kamu, nggak dapet istri yang badannya bohay"
Elahi kenapa malah menjurus ke hal itu. Mama kalau ngomong emang perlu disaring, biar ampasnya nggak ikutan
Aku cuma memutar bola mata malas. Mama mukanya udah serem aja, sedangkan mantu kesayangannya itu udah ketawa-tawa. Puas pasti dia lihat alau dimarahin
"Tidur jam segini itu nggak baik Key" . tambah mama
"Yaelah muma sekali ini doang" kilahku.
"Ngeles aja bisanya," ujar Mama sambil berlaku pergi meninggalkan aku dan Rey,
"Udah cuci muka sana, saya mau ajak kamu jalan jalan" . Eh, ini manusia batu ngajakin jalan? Yang bener aja, tumben amat Bukan mimpi lagi ini kan?
"Jalan-jalan ke mana emang?" tanyaku.
"Nanti juga tahu. Cepetan cuci muka dulu sana, bau iler tuh"
Dih, gue nggak ileran ya. Dan gue nggak mau ikit. kalau lo nggak ngasih tau mau ke mana"
"Tidak mau ikut, beneran?" Rey menaikkan sebelah alisnya.
"Nanti nyesel lo"
"Ya makanya mau ke mana" Udah kesel kan aku. Lah, ngomong sama dia kan emang selalu bikin. kesel.
"Makanya cuci muka dulu" perintah Rey.
"Nggak mau, kalau lo beluk"
"Belum apa? Belum nyum kamu dulu?" * Rey menyetingai Dan itu membuatku tiba-tiba bergidik ngeri.
Tanpa menjawabnya lagi, aku langsung ngeloyor pergi ke kamar mandi, sambil menetralkan jantung yang lagi-lagi mulai bekerja tak beraturan.
**********
"Memangnya kenapa" Dengan tanpa merasa berdosa dia malah balik tanya. Paljo emang
"Ya nggak sopan lah"
"Nggak sopan? Bukarmya mi kamar istri saya" jawabnya. Dia beranjak dari duduknya lalu menyilangkan kedua tangannya ke dada. Kok dia keren ya? Eh, apaan sih. Key, jangan pernah terpesona saja manusia batu ini. Pamali
"Ya tetep aja nggak sopan," tuturku ketus.
"Sana keluar, gue mau ganti baju"
Rey diam tak bergeming, Masih tetap berdiri, kali ini pandangannya menyapu kamar yang luasnya. nggak seberapa int
"Eh, lo denger nggak sih Rey" Aku berkacak pinggang. Menirukan gaya mama kalau lagi marah-marals. Tapi kayaknya nggak bisa seserem mama deh, buktinya Rey nggak takut melihatku beginil
"Iya, saya masih punya kuping kok" . Ech. kirain manusia hatu nggak punya kuping
"Ya udah sana keluar!"
"Saya pengen lihat kamu ganti baju"
"What the..."
**********
Aku memperbaiki rambutian Menyisirnya dan menatanya agar rapi. Tak lupa juga aku oles lip balm ke bibirku. Alas nggak pake bedak, karena wajahku udah cukup cerah dan segar.
Kalau bedakan takutnya nanti malah tambah putih, lan serem, entar dikiranya kembarannya mbak kunti.
__ADS_1
Udah cukup. Kalau cuma jalan sama Rey sih, nggak perlulah dandan cantik apalagi sampai cetar membahana, kan nanti jadinya kontras banget. yang satu cantik yang satunya lagi biasa aja. mendekati jelek malah.
Eh, tapi kok banyak yang bilang Rey cakep yak, apa matanya pada rabun, atau mataku yang bermasalah? Alah, yang jelas menurutku dia jelek. Sebenarnya sih, males banget man jalan sama dia. Takut dikdra aku jalan sama om-om. Tapi kalau nolak pasti mama bakal berubah jadi penceramah gratis ngalahin mamah dedeh. Kan bahaya nanti,Jadi lah mau nggak man aku murut aja.
Aku mengambil tas kecil yang dari tadi teronggok di ranijang, kemudian memasukan ponsel ke dalamnya Setelah dirasa cukup, aku berjalan le arah pintu, dan membukanya. Aku menuju ke ruang tamu di mana Rey sejak tadi menunggu sambil berbincang-bincang ria sama mama.
Heran deh, mama kayaknya seneng banget dapet mantu modelan kek dia, padahal apa istimewanya coba, masih mending mantan mantanku ke mana-mana kan.
Tapi yang namanyavorang tua, kalau udah seneng ya seneng, tanpa mau talu anaknya bahagia apa enggak. Oh ya, untuk informasi saja nih, tadi aku berhasil usa Rey dari kamar. Jadi nggak ada namanya istilah aku ganti baju di depan dia. Big no untuk urusan itu. meskipun sekarang status kami suami istri.
"Apa! Jadi tadi Zoe ke sini tanpa ijin karmu dulu, Nak Rey" Eeh, kok mama malah nanyain hal itu sih. Otomatis aku yang mau ke ruang tamu terpaksa berhenti dulu, dan memutuskan untuk menguping.vDosa nggak ya. Enggak deh.
"Iya, Ma. Tadinya saya nggak tahu kalau key ke sini. Saya pikir Zoe lagi sama bunda, ternyata tidak saya cari di rumah juga tidak ada, ya sudah saya. langsung ke sini." Ooh, jadi ceritanya ini orang lagi ngadu sama mama. Cih, umur doang udah tua, tapi masih suka ngadu. Kekanakan emang.
"Bener-bener ya si Zoe ini" . Dari nada suaranya, mama udah mulai geram.
"Bilangnya tadi ke sini duluan karena Nak Rey lagi sibuk, nggak tahunya malah minggat, dasar malu-maluin"
"Udah nggak papa, Ma. saya maklum kok, mungkin Zoe-nya udah kangen pengen pulang," Dih, mulai cari muka.
"Ya tapi kan paling nggak harus ijin dulu sama Nak Rey, kan sekarang status Zoe sekarang kan udah jadi istri, ya apa-apa harus ijin dong. Duh, mama jadi merasa bersalah nih, karena Zoe udah jadi istri durhaka" Elah, baru gitu aja udah dicap durhaka, lah gimana nanti kalau aku adu jotos sama Rey Rey terkekeh. Ck! Apanya yang lucu coba.
"Atas nama Zoe, mama minta maaf ya, Nak Rey," Ini kenapa jadi mama minta maaf sih.
"Nggak papa. Ma, saya yang salah kok. Mungkin kalau tadi saya nggak sibuk sendiri pasti Zoe akan mengajak saya bareng-bareng ke sini" Rey menghela nafasnya.
"Salah saya juga, harusnya dari tadi malam kami ke sini." klih sok ngerasa bersalah, padahal mah dalam hatinya dia seneng karena udah berhasil mempengaruhi mama agar semakin menyalahkanku. Dasar ular bermuka dua.
"Kamu emang baik banget ya Nak Rey, nggak salah mama menyetujui usulan bunda kamu untuk menjadikan Zoe sebagai istri kamu menggantikan. calon kamu yang nggak jadi itu." Puji aja terus menantunya.
"Beruntung banget Key bisa dapat suami seperti Nak Rey ini, sudah baik, ganteng, mapan. bertanggungjawab lagi. Paket komplit pokoknya."
Tolong fitnahnya dikondisikan dong, gemes deh aku jadinya. Itu orang yang lagi dipuji pasti hatinya udah berflower-flower. Disengat lebah baru tau rasa.
"Biasa aja, Ma, saya nggak sebaik itu, kok. Justru saya yang beruntung bisa memperistri Zoe"
Aku rasa sekarang Reylagi latihan supaya bisa lolos ikutan casting, Aktingnya... bagus bener, kan aku jadi pengen koprol
"Duh, duh, duh, mantu mama ini selain baik. ternyata rendah hati juga, seperti titisan malaikat." Mama kalau muji lebay juga ternyata. Mana ada titisan malaikat bentuknya kek si Rey
"Mama ada-ada aja. Rey terkekeh" . Woopasti pengen terbang dia. Karena udah nggak tahan mendengar obrolan unfaedah mertua sama mantu yang sama-sama lebay itu, akhirnya aku keluar dari tempat persembunyian, eh, tempat pengupingan. Lalu menghampiri mereka.
"Zoe udah siap nih," ucapku datar. Sedatar perasaanku sekarang.
"Nah, akhirnya princess keluar juga," sindir mama. Aku tak membalas ucapan mama, males kalau nanti ujung-ujungnya debat, kan nggak enak, nambah. bad mood doang.
Susah ngembaliin mood kalau udah bad. Aku beralih menatap Rey, yang sedang berdiri sambil menatapku seperti... oh kenapa dia? Kok diem-diem bae, bukannya dari tadi nyerocos sama mama, eh sekarang malah melempem kek kerupuk
mana pandangannya gitu lagi sama aku. Kenapa sih dia?
BERSAMBUNG
.
.
.
INI KARYA PERTAMA SAYA
SAYA HARAP KALIAN SEMUA MENIKMATINYA❤️❤️
MAAF JIKA ALUR DALAM CERITA TERSEBUT KURANG PAS🙏🙏
__ADS_1
MOHON MAAF JUGA APABILA BANYAK KESALAHAN DALAM PENULISANNYA🙏🙏
TERIMAKASIH READER☺️☺️