Dipaksa Menikahi Tetangga

Dipaksa Menikahi Tetangga
#15


__ADS_3

"Sayang, kamu mau makan pake apa, sini biar aku yang ngambilin?" tawarku pada Rey


Jangan ngira kalau lagi kesambet ya. Aku waras dan sadar banget, tapi ini akti lag akting alias berpura-pura di depan oma umpeng. Biar aku nggak dianggap remeh lagi sama dia Rey melotot Inget melihat silapku. Heran pasti. Jangan kege-eran dulu ya bambang, ini cuma bagian dari skenario yang udah aku rencanain sama bunda tadi.


Dan bukannya Rey juga nyuruh supayakita pura-pura mesra bukan? Rey menetralkan ekspresinya.


"Ehem, iya, Sayang, kamu emang perhatian banget sama aku, jadi tambah cinta deh" Rey menjawil daguku. Kurang asem emang.


Kan, aku jadi pengen muntah denger kata-kata gombal yang keluardari mulut si manusia batu


Bunda dan om Danu tampak senyum-senyum melihat interaksi kami di meja makan int Sedangkan oma cuma mengamati, tapi ekspresinya itu lho, kek masih belum mau menerima kenyataan kalau sekarang aku yang jadi istrinya Rey. Bukan calon pilihannya itu


"Aduh, romantiserya. Jadi ingat dulu waktu kita pengantin baru ya Bun," ucap om Danu yang langsung dijawab kekehan oleh bunda.


"iya, Yah, ngeliat Rey sama Zoe, tadi kaya liat waktu kita muda dulu, hehe Bunda ikut menimpall, sementara oma ompong semakin menekuk wajahnya. Tambah panasin ah


"Sayang, nasinya segini culap?" tanyaku pada Rey sembari memperlihatkan sepiring nasi padimnya


"Kurang dong, Sayang, nasinya tambahin diicit lagt, kan kita makannya sepiring berdua, segitu mana cukup" Eh, ini napa jadi Rey ngarang cerita, kapun aku sama dia makan sepiring berdu? Dalam mimpinya dia kali ya.


Aku melotot ke arah Rey. Sementara yang dipelototin malah ikut melotot. Kan jadi melotot kuadrat kan. Untung nggak ketahuan oma ampong.


"Lho kok sepiring berdua sih yank" . Yang Aku pura-pura merapik. Ya iya lah mana mahu, masa makan sepiring berdua


"Lho, kenapa, dari tadi waktu sebelum ke sini juga kan makannya sepiring berdua terus kamu lupa ya" Ah, dasar ini orang nyari-nyari kesempatan dalam kesusahanku ngadepin oma.


"Kan malu, Yank" Alau merengek dengan nada yang kubuat semunja mungkin.


Sumpah deh, rasanya mual sendiri ngomong begini sama si manusia batu. Sama pacar-pacarku dulu aja nggak pernah sayang-sayangan.


"Kenapa mesti malu sih, Yank, di sini keluarga aku semua lho, berarti keluarga kamu juga" Rey menatap ke arahku. Mungkin kalau tatapan lembut ini bukan berasal dari Rey, bisa jadi aku udah meleleh. Nyatanya malah bikin ada yang cekit-cekit di dada. Nggak tahu apa


"Oh, gitu ya udah deh, kalau gitu" Aku memalingkan wajah dari Rey


"Oh iya sayang, kamu man pake lauk apa"


"Apa aja sayang, kalau kamu yang ngambilin, semua aku suka kok", dih.


dari mana si manusia botu ini pinter gombal ya. Eh, lupa, dia kan pernah pacaran. Mana pacarnya dulu si wanita gital yang tadi ke resto kan. Udah pasti mereka dulu sering sayang sayangan Hilih, jadi gell deh, mengingat aku dapet suami bekastiya wanita gila its


"Oke, alu ambilin ya". Aku pun mulai mengambil satu persatu lauk. Si oma udah perhatiin aja. Takut kali ya kalau aku ngabisin makanannya


"Makan aja pake drama" , sindir oma. Elah, iri bilang bos


"Kenapa, Ma?" tanya bunda sama oma ompong

__ADS_1


"Bilangin tuh, sama menanti pilihan kamu, jangan kebanyakan drama sayang sayangan di meja makan" . Ini oma ngiri, apa nganan? Eh. emang kalau ngahan apaan ya?


"Kenapa, Oma, mau Zoe ambilin juga? tawarku" . Sebenarnya sih males.


"Siapa yang mau diambilin sama kamu" nggak sudi sinds oma


Aku juga ogah kali ngambiliti.


"Ya, udah, biar Mariska yang ambilkan ya, Ma" Bunda mulai mengambilkan nasi serta lauk ke dalam piring oma


Ya elah, bilang aja ngiri karena tadi nggak ada yang ngmbilin. Gitu aja pake nyindir-nyindir segala, kan jadinya kek anak bocil, nggak inget umur emang Contoh dong, nenekku yang ada di kampung. beliau selalu baik sama cucu-cuctinya. Ah. Jadi kangen nenek deh.


"Udah ayo kita mulai makan, Rey kammu pampin baca doa ya" , perintah om Danu


Rey pun memimpin doa dengan khusyuk. Baru tahu kalau dia bisa baca doa. Lah kan doa mau makan, ya jelas bisa lah, anak kecil aja pasti hapal di luar kepala, masa Rey enggak. Kan malu-maluin kalau punya suami nggak bisa baca doa mau makan. Apa kata nenekku di kampung nanti..


Kami semua makan dalam diam. Nggak ada satu pun yang bersuara, cuma dentingan sendok dan piring yang beradu. Mungkin udah kebiasaan dan peraturan di keluarga ini. Berbeda jika makan bersama di rumahku. Pasti ada aja yang diceritain kalau lagi makan, apalagi kalau ada adek laki lakiku, beh, tambah seru. Ya iya lah, rebutan lauk Tapi dari rebutan lauk tu menjadi suasana terasa lebih hidup, nggak kayak gini Ah, jadi kangen makan di rumah.


Eh, tapi ini kok enak juta ya, makan sepiring berdua sama si manusia batu, Kek ada tambahan rasa yang bikin makanannya tambah lezat.


Ah, emang dasar masakan bunda aja yang lezat, nggak usah mikir aneh-aneh deh.


"Sayang kamu mau nambah" tanya Rey,


"Enggak, Sayang, udah kenyang kok," jawabin. Kalau nggak ada oma udah pasti ako nambah, apalagi ini masakan bunda cocok banget di lidahku


"Enggak beneran udah kenyang" Padahal dari tadi aku makannya dikit lho, apalagi sepiring berdua. Masa bilang belum kenyang, gengsi dong, ini kan di rumah mertua, ada oma lagi, nggak mungkin mau nambah, nanti malah tambah di hina.


"Kamu pasti baru makan makanan yang enak-enak seperti ini kan?" tanya oma ketus, ke arahku.


Ini orang sok apa gimana sih, mentang-mentang orang kaya. Meskipun aku bukan orang kaya, bukan berarti mama ngak masakin yang kek gini ya, sering malah. Bahkan masakan mama juga pernah nggak kalah enak sama masakan bunda


"Per-


"Pernah lah, Oma Zoe kan jago masak, dia bisa masak makanan yang enak-enak. Zoe juga sering bantuin masak di restoran aku, dan pelangan pada puas banget. Aku aja sampai ketagihan kalau Zoe yang masak lya, kan. Sayang?" Ini Rey ngarang cerita apalagi sih


"Ilya, Oma"


"Masa sih, Rey, Oma nggak percaya" Oma mencebikan bibirnya.


lya, alau aja nggak percaya, orang itu akal-akatannya Roy doang yang sok-sokan belain aku


"Beneran Oma, mau coba?" Ih, apaan sih, malah nawarin, aku kan nggak bisa semua yang tadi dia bangga-bangin.


"Enggak, oma takut keracunan makan masakan dia."

__ADS_1


Hemidi pengen beneran aku racunin.


Setelah selesai makam m dan bersama, aku mendanta bunda membereskan paring piring kotor, dan membawanya ke wastafel. Kalau untuk urusan ini sih kecil, aku sering di suruh mama di rumah untuk eksekusi peralatan setelah makan nasib jadi perempuan. Mungkin kalau udah ompong kayak oma, boru deh berhenti dan pekerjaan domestik kek gini.


Entah ada angin apu sa manusia batu dengan suka relanya mau turun tangan membantu mencucian piring Hmmm,,, Tau diri juga ternyata. Bagus deh, kan aku jadi ngrit tenaga, Sekalian ngerjain dia juga mungung ema ompong udah ke depan nonton tv sama om Danu. Jadi nggak bakalan lihat kalau cucu kesayangannya ini cuci cuci


"Udah Bunda, sini biar Zoe aja yang nerusin, Bunda istirahata aja" aku menghentikan sekaligus merebut kain bp yang sedang bunda gunakan untuk mengelap meja makan Kasthan juga kan, pasti bunda masak sendirian


"Nggak usah Zoe, udah biar kamu aja yang istirahat" Bunda mencoba merebut kembali lap yang ada di tanganku Tapi aku berhasil menjauhkannya dari benda


"Enggak. Bun, bear Zoe aja. Bunda kan capek tadi udah masak sendirian, nak key bantu, maafin Zoe ya bun" Aku berfikir menyesal karena tidak ngebantuin bunda. Ya, caper gitish di depan mertua


"Ya ngak papa, lagan tadi bunda nggak masak sendirian kok, ada Rey yang bantuin" Hah? Anggak salah denger


"Rey bantuin bunda? Masa sih, nggak percaya, pasti dia cuma ngerusuhin Bunda ya kan, Bun?" Jelas aku nggak percaya dong


Bunda terkekeh mendengar ketidakpercayaani


"Cobu kamu tanya sama Rey"


"Kalau tanya sama da pasti jawabannya ngaco Bun"


"Ehem, udah bun. ngk usah ngurusin Zoe, mending Bunda istirahat saja sama ayah dan juga oma ih depan." Rey berbicara tampa mengalihkan pandangannya dart aktivitas mencuci piring "


Ooh.. roman romannya ada yang nggak mau digangu bersuaan di dapur nih" Bunda mesem-mesen sendirt sesekali merke arahku dan Rey bergantian.


"Ya udah deh, bunda pergi dulu, Tapi katan jangan lama-lama berdiani su kalau salah selesai, cepetan ke kamarnya, kasihan nanti kalau ada jomblo yang lat, entar nangis nangis auto pengen nikah laghiiii" Bunda pun beranjak pergi meninggalkan dar


Eh, tadi bunda bilang supaya jangan lama-lama berduan di dapur karena takut ada jomblo yang bit, emang stapa jomblonya? Di rumah ini emang ada jomblo? Apa jangan-jman oma? Hahaha-pantes aja oma cemberut taill pas adegan sok meraka dan Rey di meja makan, nyatanya ada jomblo yang iri. Maaf ya oma, aku nggak tahu kalau oma jomblo Hibili


BERSAMBUNG


.


.


.


INI KARYA PERTAMA SAYA


SAYA HARAP KALIAN SEMUA MENIKMATINYA❤️❤️


MAAF JIKA ALUR DALAM CERITA TERSEBUT KURANG PAS🙏🙏


MOHON MAAF JUGA APABILA BANYAK KESALAHAN DALAM PENULISANNYA🙏🙏

__ADS_1


TERIMAKASIH READER☺️☺️


__ADS_2