
"Bagaimana mereka bisa mengenal?" tanya Juls saat mendapati saudara tirinya Lukas sedang bersama calon istrinya Andin di sebuah toko perhiasan.
"Sepertinya mereka bertemu tanpa sengaja, dan keduanya sama-sama belum mengetahui jika Nona Andin akan menjadi saudara ipar tuan muda Lukas begitupun sebaliknya."
Salah satu sudut bibir Juls tertarik membentuk seringai saat mendengar penjelasan tersebut, tangannya lalu menyentuh layar iPad yang kini menampilkan foto Andin bersama Tika yang baru keluar dari taxi.
"Bagaimana dengan ini?" tanya Juls.
"Tika adalah sahabat baik Nona Andin, keduanya juga bekerja di tempat yang sama. Nona Andin membeli kalung berlian dan memberikannya pada sahabatnya itu."
"Lalu apa saja yang di beli perempuan itu dengan menggunakan kartu kredit yang ku berikan."
"Hanya kalung berlian dan satu dress, dari mata-mata yang saya kirim. Sepertinya Nona Andin terpaksa membeli kalung berlian itu karena sebelumnya salah satu pegawai disana meremehkannya." jelas Sean.
"Menarik, sudah ku duga perempuan ini sangat menarik. Kau benar-benar pandai dalam mencari perempuan." puji Juls, "Lalu bagiamana dengan persiapan pernikahan nanti?"
Sean lalu menjelaskan jika persiapan pernikahan sudah 100% siap, hanya tinggal menunggu hari. Sean juga sudah menyebarkan semua undangan pernikahan baik untuk para media maupun kolega-kolega yang selama ini bekerja sama dengan Bimantara Grup.
"Menurutmu, bagaimana reaksi saudara tiri tercinta ku itu ketika mengetahui Andin akan menjadi iparnya. Sepertinya dia memiliki perasaan lebih pada perempuan itu." tanya Juls seraya memberi seringai licik.
"Hanya anda yang mengetahuinya tuan muda..."
Mendengar hal itu Juls tertawa kecil dengan diiringi tepuk tangan. "Kau benar, tidak ada yang lebih memahami iblis berwajah malaikat itu selain diriku."
__ADS_1
Sebenarnya Juls dan Lukas tumbuh bersama, namun saat menerima kenyataan pahit jika Lukas adalah anak kandung dari Ayahnya yang berasal dari perselingkuhannya dengan salah satu pelayan membuat Juls mulai menghindarinya.
Terbukti jika sekarang Lukas ingin mengambil segalanya dari hidupnya.
****
Hari yang dinanti-nanti akhirnya tiba, di sebuah hotel mewah berbintang 5 milik Bimantara Grup, terlihat antrian panjang mobil mewah yang memenuhi lobi utama hotel, dari dalam mobil-mobil itu keluar orang-orang penting dari seluruh penjuru Indonesia, bahkan beberapa berasal dari luar negri.
Pejabat, Selebriti, Pengusaha, Politikus dan masih banyak yang lainnya. Di perkirakan jumlah tamu undangan yang datang sudah mencapai angka ratusan dan masih terus bertambah.
Andin terlihat sangat gugup, perempuan cantik itu memperhatikan pantulan cermin di hadapannya. Saat ini dia tengah berada disalah satu kamar hotel untuk mempersiapkan diri. Balutan gaun pengantin berwarna putih itu menambah kesan menawan pada dirinya.
"Gugup itu adalah hal yang biasa." ucap Tika, "Kau hanya perlu percaya diri dan tunjukan pada dunia bahwa kau pantas bersanding dengan tuan muda Juls."
"Sekali sampah tetap lah sampah walaupun sampah itu bertabur emas dan permata..."
Dahi Andin mengerut, begitupun dengan Tika, keduanya langsung menoleh ke asal sumber suara dan menemukan seorang perempuan berparas cantik dengan dress biru langit. Perempuan itu berjalan kearah Andin dan Tika seraya memberikan tatapan sinis dengan kedua tangan yang menyilang di pinggang.
"Siapa kau?" tanya Tika.
"Namaku Amelia, adik tiri dari Julian Alfajri Bimantara."
"Ooh~ Itu berarti kau akan menjadi saudari iparnya Andin." pekik Tika pelan.
__ADS_1
Amelia tertawa kecil saat mendengar perkataan polos Tika. "Tentu saja tidak, apakah kau tidak mendengar kata-kata ku sebelumnya jika sampah tetaplah sampah."
Senyum yang semula menghiasi wajah manis Tika perlahan mulai memudar, tatapannya menjadi dingin.
"Hari ini kau boleh senang karena akan menjadi istri sah Kak Juls, tetapi itu tidak akan berlangsung lama." ucap Amelia tersenyum sinis.
Andin berdiri dari duduknya, menatap lekat-lekat wajah cantik Amelia. "Benarkah? Apa yang membuatmu begitu percaya diri bisa mengatakan itu?"
Amelia menghela nafas panjang, perempuan cantik itu berjalan ke sisi tempat tidur lalu mendudukinya. "Sederhananya, kau bukan tipe wanita idaman Kak Juls...." Amelia menghentikan ucapannya, "Kak Juls terpaksa menikahi mu karena dia tidak ingin seluruh aset kekayaannya jatuh pada saudara tirinya yang tidak lain adalah Kakak kandungku."
Perempuan cantik yang mengenakan dress biru langit itu mengatakan jika Juls sudah memiliki kekasih yang saat ini sedang melanjutkan sekolahnya di Paris. "Namanya Stela, wajahnya sangat cantik, bahkan lebih cantik darimu. Memiliki pendidikan tinggi dan terutama berasal dari keluarga yang terpandang."
Andin menghela nafas panjang, dia lalu berjalan mendekat kearah Amelia dengan tersenyum tipis. Kedua tangannya menyilang diatas pinggang sebelum menghela nafas panjang.
"Jika apa yang kau katakan itu benar, kenapa Juls tidak menikah dengannya dan lebih memilih menikahi ku. Aku yakin perempuan cantik dan berpendidikan tinggi sepertimu mengetahui alasannya, terlebih lagi kau adik tirinya, bukan begitu."
Kedua mata Amelia sedikit terbuka lebar saat mendengar perkataan Andin, dia menatap tajam kearah calon saudari iparnya itu. "Sudah kukatakan ini hanya sementara, ingat kataku baik-baik. Kak Juls akan menceraikan mu sebelum usia pernikahan kalian genap satu tahun."
"Aku akan menantikan itu, kita lihat saja siapa yang akan menang. Kau..." Andin menunjuk Amelia, "Atau diriku..."
Amelia merapatkan giginya, tatapan matanya semakin tajam dan kedua tangannya sudah mengepal. "Baik, kita lihat saja nanti." ucap Amelia seraya mendengus kesal, perempuan itu lalu berdiri sebelum melangkah pergi meninggalkan kamar hotel.
Tika yang sejak tadi terdiam menyaksikan perdebatan itu hanya menghela nafas panjang. "Ku harap ini tidak akan berakhir buruk."
__ADS_1
"Kau tenang saja Tika, aku bukan perempuan lemah yang bisa di tindas oleh mereka."