Dipaksa Menikahi Tuan Muda Cacat

Dipaksa Menikahi Tuan Muda Cacat
Berbicara Empat Mata


__ADS_3

Untuk pertama kalinya dalam hidup Andin gadis itu merasa sangat gugup sampai tubuhnya bergetar. Tatapan tajam dan senyum aneh yang seakan mengandung makna dari Sean membuat Andin terus menelan ludahnya dengan kasar.


"J-jadi, apa yang ingin anda tanyakan kepada saya?" tanya Andin gugup, kedua tangannya tidak bisa berhenti bergetar, keringat dingin membasahi pelipis dan keningnya.


Sean tersenyum tipis, "Tidak perlu gugup seperti itu Nona Andin, saya tidak akan berani macam-macam dengan anda."


Andin menghela nafas panjang, berusaha menghilangkan rasa gugupnya walaupun harus membutuhkan waktu yang sedikit lama. Sean yang melihat hal itu membiarkan tanpa memberikan komentar sedikitpun, sesaat setelah berhasil mengendalikan diri pada akhirnya Sean mengatakan tujuan utamanya untuk berbicara dengan Andin.


"Aku mengetahui saat ini kau sedang mengalami krisis keuangan, belum lagi tunggakan biaya rumah sakit dan pengobatan Ibumu untuk kedepannya."


"Semua itu benar, lantas apa yang menjadi tujuan anda. Saya yakin anda tidak akan repot-repot menemui saya jika hanya ingin mengatakan sesuatu seperti ini." Andin menyipitkan kedua matanya, menatap penuh menyelidik pada pria bule di hadapannya. Entah kenapa rasa gugup yang semula menyerang kini tiba-tiba menghilang.


"Tegas, tidak pantang menyerah dan pemberani serta memiliki wajah yang cantik-! Anda benar-benar orang yang sedang saya cari."


Seluruh bulu kuduk Andin berdiri saat mendengar perkataan Sean, rasa gugup itu perlahan mulai menyerangnya kembali. Perempuan cantik itu berdiri dari duduknya, "Apa maksud dengan perkataan itu, jangan macem-macem, saya bisa teriak kapan saja jika saya mau."


Sean tertawa kecil, senyumnya menghiasi wajah tampannya yang menambah kesan kemilau. "Kau benar-benar menggemaskan, duduklah, aku tidak akan menyakitimu atau berbuat sesuatu yang buruk."


Andin tidak menurunkan kewaspadaannya, namun perempuan itu kembali duduk.


"Begini, alasan saya menemui mu karena ingin membantu mu dalam masalah keuangan, tidak hanya itu saya berjanji akan mencarikan donor jantung yang cocok untuk Ibumu agar beliau bisa melakukan operasi transplantasi jantung secepatnya." Sean menghentikan ucapannya, pria tampan itu menatap lekat-lekat wajah Andin karena ingin melihat reaksinya. "Tentu saja semua itu tidak gratis, kau harus terlibat kontrak pekerjaaan untuk mendapatkan semuanya."

__ADS_1


Kedua alis Andin mengerut, "Kontrak? Kontrak seperti apa yang anda maksud, selain menjual tubuh atau sejenisnya aku akan mempertimbangkannya."


"Apa kau mengetahui tentang Perusahaan Bimantara Grup?" Alih-alih menjawab pertanyaan Andin, Sean kembali memberi pertanyaan lain.


"Sedikit banyak saya mengetahui tentang Bimantara Grup, kebetulan saya memang salah satu dari sekian ribu karyawan yang bernaung di dalamnya." ucap Andin tidak membantah.


Siapa yang tidak mengetahui tentang perusahaan Bimantara Grup, salah satu perusahaan yang menguasai dunia bisnis, banyak penghargaan yang di raih perusahaan tersebut baik di kanca nasional maupun internasional, bersaing dengan banyak perusahaan dari manca negara serta bergerak hampir di bidang segalanya.


Bank tempat Andin bekerja saat ini adalah salah satu perusahaan yang berada di bawah naungan Bimantara Grup, jadi dia tidak mungkin tidak mengetahuinya.


"Lalu apa hubungannya dengan saya? Kenapa anda malah mempertanyakan tentang Bimantara Grup, bukankah anda mengatakan ingin membantu saya dalam masalah keuangan?" tanya Andin dengan raut wajah semakin penasaran.


"Berarti anda juga mengetahui tentang putra tunggal sekaligus pewaris dari seluruh aset Bimantara Grup yaitu tuan muda Julian Alfajri Bimantara."


"Anda mengetahui berita tentang kecelakaan Tuan muda Juls?"


"Tentu aku mengetahuinya, tuan muda Juls mengalami kecelakaan sekitar satu tahun yang lalu yang membuatnya menjadi lumpuh secara permanen, sejak saat itu beliau sudah tidak pernah terlihat lagi, saat ini jabatan CEO dari Bimantara Grup di ambil alih oleh saudara tirinya yaitu tuan muda Lukas."


Sean tertawa kecil sambil berdecak kagum, "Sepertinya anda selalu mengikuti perkembangan Bimantara Grup sehingga bisa mengetahuinya sedetail itu."


"Tentu saja, setiap kalian ada berita yang berkaitan dengan Bimantara Grup, semua sosial media dan berita di koran akan di penuhi oleh mereka."

__ADS_1


"Kau benar, media selalu meliput apapun yang berkaitan dengan perusahaan nomor satu di Asia tenggara itu. Tetapi sayangnya saat ini seluruh aset Bimantara Grup sedang terancam di rebut oleh saudara tirinya yaitu tuan muda Lukas."


Kedua mata Andin melotot dengan sempurna saking terkejutnya. "Di rebut, kenapa? Bukankah tuan muda Lukas adalah seorang malaikat berjiwa sosial yang tinggi."


Beberapa bulan terakhir, berita mengenai Lukas yang sedang menggalang dana untuk orang-orang berkebutuhan khusus selalu menarik perhatian media, bahkan tidak sedikit sekolah dan panti asuhan gratis yang di bangun oleh Lukas. Itulah mengapa saudara tiri dari Juls itu begitu banyak di kagumi dan menganggapnya sebagai malaikat pelindung.


Sean kembali tertawa kecil saat mendengar perkataan Andin. "Semua yang kau lihat di tv, sosial media dan berita belum sepenuhnya benar, bahkan hampir 80 persen dari mereka mengatakan sebaliknya."


Andin terdiam, dia tidak mengetahui harus menjawab seperti apa.


"Dalam waktu dekat, tuan muda Juls harus segera menikah dan memiliki keturunan agar semua aset milik mendiang Ayahnya bisa di pertahankan."


"Menikah? Memiliki keturunan?" tanya Andin yang semakin bingung.


"Tuan muda Lukas sedang membangun kekuatan untuk melengserkan jabatan tuan muda Juls dan menguasai seluruh aset Bimantara Grup, tetapi hal itu tidak akan terjadi apa bila tuan muda Juls mewarisi semua kekayaanya pada anaknya." Sean tersenyum tipis, kedua matanya memancarkan kesedihan dan amarah pada saat yang bersamaan. "Tetapi anda mengetahui sendiri jika saat ini keadaan tuan muda Juls bagaimana, tidak akan ada yang benar-benar mau menikahinya. Maksudku bukannya tidak ada, tetapi semua perempuan yang ingin mendekatinya pasti memiliki niat terselubung, saya yakin anda mengetahui arah pembicaraan ini."


Andin mengangguk pelan, sedikit banyak dia mengetahui maksud dari perkataan pria tampan di hadapannya. "Saya tidak bisa membayangkan jika semua aset Bimantara Grup jatuh ke tangan tuan muda Lukas, jika apa yang anda katakan benar mengenai sifat aslinya saya yakin ini akan menjadi masalah yang rumit dan besar."


"Bagus, sekarang kau mulai memahami tentang dunia bisnis. Ini yang saya maksud dengan kontak yang harus anda lakukan jika menginginkan kesembuhan Ibu anda dan uang."


Sean memberikan kertas yang berisi kontrak pernikahan dengan Juls.

__ADS_1


"Ini...." Andin menahan nafas saat melihat isi kertas tersebut.


__ADS_2