Dipaksa Menikahi Tuan Muda Cacat

Dipaksa Menikahi Tuan Muda Cacat
Pertemuan Pertama


__ADS_3

Andin terlihat gugup, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Beberapa hari yang lalu Sean menelpon dan mengatakan jika Juls ingin bertemu dengannya. Bule tampan itu juga mengatakan Andin harus tampil semenarik mungkin, Sean mengirim uang 50 juta untuk Andin agar membeli dress mewah serta tas mahal, pada awalnya perempuan cantik itu menolak, dia hanya ingin menjadi dirinya sendiri tanpa merubah penampilannya.


Namun setelah mendapat penekanan dari Sean, mau tidak mau Andin harus menurutinya.


Saat ini Andin sedang berada di dalam ruangan VIP di salah satu cafe ternama, perempuan cantik itu mengenakan dress biru laut selutut. Tubuhnya yang ramping serta kulitnya yang putih terpampang dengan jelas. "Aku heran kenapa ada orang yang suka mengenakan dress seketat ini, untuk berjalan dan bernafas saja susah." ucap Andin mendengus kesal.


Bertepatan dengan perkataan tersebut pintu ruangan tiba-tiba terbuka, menampilkan seorang pria tampan dengan stelan jas malah berwarna hitam. Di belakang pria yang duduk di kursi roda itu Sean berdiri dengan mendorong masuk kursi rodanya.


Tatapan Andin dan Juls bertemu, detak jantungnya semakin cepat. Terlebih lagi saat melihat seringai kecil pada wajah tampan Juls yang menurutnya begitu mengerikan, namun sebisa mungkin Andin bersikap tenang. "Selamat malam tuan Juls dan sekertaris Sean." ucapnya seraya memberi hormat.


"Tidak perlu formal seperti itu, sebentar lagi kita akan menikah. Cukup panggil Juls saja." ucap Juls tersenyum tipis.


Andin hanya mengangguk kecil menanggapi perkataan Juls. Perempuan itu kembali duduk, entah kenapa tenggorokannya terasa kering padahal dirinya baru mengucapkan beberapa kata saja.


"Sean, bisa tinggalkan kami berdua?" pinta Juls sambil melirik kearah sekertarisnya.


"Baik tuan muda, jika anda memerlukan sesuatu saya berada di depan ruangan ini." Sean memberi hormat sebelum meninggalkan keduanya.


"Apa kau tidak nyaman dengan pakaian itu?" tanya Juls saat melihat Andin terus merubah posisi dress-nya.

__ADS_1


"Sedikit, namun tak apa..." ucap Andin tersenyum tipis.


"Kau harus membiasakan diri mengenakan pakaian seperti ini, setelah kita menikah nanti, bukan hanya diriku yang akan memperhatikanmu, tetapi juga seluruh awak media akan meliput dan mencari tahu tentang kehidupan pribadimu. Apa kau mengerti."


Senyum yang semula menghiasi wajah tampan Juls mendadak menghilang, dia menatap tajam kearah Juls. "Kau sudah menandatangani surat perjanjian, sekarang saya ingin kau dengan ini baik-biak."


Seluruh bulu kuduk Andin berdiri ketika mendengar perubahan pada intonasi nada suara Juls. Andin menatap sekilas kearah pria tampan yang duduk di kursi roda itu, wajah yang semula hangat dan ramah saat pertama kali melihatnya sudah menghilang, Juls seakan memiliki kepribadian gada dengan tatapan psikopat itu. Tatapannya tajam sampai membuat tubuh Andin sedikit gemetar.


"Apa kau mendengarnya, jika saya berbicara perhatikan baik-baik karena saya tidak akan mengatakannya untuk kedua kalinya." ucap Juls dengan nada tinggi dan menekan.


"Maaf Juls..."


Andin yang semula menundukkan kepala kini mengangkatnya. Kedua matanya menyipit, perempuan berlesung pipit itu ingin mengatakan sesuatu namun mengurungkan niatnya. "Baik tuan muda.." Andin mencoba menelan perkataan kasar Juls bulat-bulan, untuk saat ini dia akan mengikuti permainan pewaris dari Bimantara Grup itu.


"Bagus..." Juls mengangguk puas sambil tersenyum licik. "Pertama, seperti yang saya katakan sebelumnya jika kita sedang berdua kau harus memanggilku dengan sebutan tuan muda. Kedua, jangan pernah sekalipun mencoba menaruh rasa kepadaku karena sampai kapanpun saya tidak akan mencintaimu. Pernikahan ini hanya sebatas kontrak sampai batas waktu yang tidak di tentukan."


Andin menganggukkan kepalanya pelan, kedua tangannya di sembunyikan di bawah meja dengan mengepal. Emosi perempuan itu semakin memuncak setiap mendengar perkataan Juls yang begitu arogan.


"Ketiga, jika sampai masalah kontak ini ketahuan orang lain saya akan memberi perhitungan kepadamu dan ibu mu. Dan yang keempat, berpura-puralah kau mencintaiku ketika dihadapan orang lain, perlakukan saya layaknya seorang suami. Apa kau paham."

__ADS_1


"Paham tuan muda..."


Juls lalu menjelaskan mengenai hobinya, makanan favoritnya dan lain sebagainya. Juls juga tidak lupa menyebutkan sesuatu yang paling dia benci baik itu sikap, penampilan, makanan dan yang lainnya. "Ingat semua itu baik-baik..." ucap Juls yang langsung mendapat anggukan dari Andin. "Sekarang giliran mu, ceritakan hal yang sama seperti yang saya lakukan barusan."


"Baik tuan muda..." Andin lalu menjelaskan makanan, minuman, musik, hobi dan lain sebaginya. Perempuan itu mengatakan secara rinci mengenai sesuatu hal yang seharusnya memang wajib di ketahui oleh sepasang suami istri. "Saya alergi bunga mawar dan steak yang tidak matang."


Juls mengangguk puas, pria tampan itu tersenyum sinis kearah Andin yang kembali menundukkan kepalanya. 'Bagus, sejauh ini dia sudah masuk perangkap ku.'


'Akan ku buat semua perkataan mu berbanding terbalik, aku akan membuatmu benar-benar mencintaiku sebelum aku yang mencintaimu....' Diam-diam Andin tersenyum sinis, perempuan itu sangat tidak suka diatur atau diancam. Dia akan membalasnya beberapa kali lipat.


Saat ini, di dalam otak Andin sedang menyusun rencana untuk membuat Juls benar-benar bertekuk lutut di bawah kakinya.


Andin bisa saja berasal dari keluarga miskin, tetapi jangan harap dia akan diam saja ketika harga dirinya di lukai. 'Kita lihat saja, siapa yang akan jatuh cinta terlebih dahulu. Kau atau diriku...'


"Kita akan menikah bulan depan, semua keperluan pernikahan akan di urus oleh Sean. Apa kau memiliki pertanyaan."


"Apakah saya masih boleh bekerja di bank dan bertemu dengan sahabat saya setelah menikah."


"Tentu kau boleh melakukannya. Tetapi saya akan memberi satu bodyguard untuk menjaga anda. Sebelum kontrak ini selesai saya tidak ingin anda kenapa-kenapa..."

__ADS_1


__ADS_2