
Mas noval membayarkan ku untuk bermain casino ini. Ia banyak menghabiskan uangnya dan banyak pula mendapatkan hasil.
Selama bermain, aku terkekeh melihat wajah ambisiusnya. Dasar!
Permainan terakhir ini aku tidak akan bermain karena aku memang tidak terlalu suka bermain ini. Aku hanya melakukannya ketika sedang bosan saja.
Aku duduk di sebelah mas noval sembari mengawasinya bermain. Aku tak henti tertawa melihat wajah ambisiusnya yang tampan ini. sesekali aku mengelus pundaknya lembut dan dibalas senyuman olehnya.
Permainan terakhir berakhir kekalahan. Mas noval sedikit terlihat kesal namun kembali bersikap seperti biasa.
"Ayo makan, aku lapar"ucapku yang diangguki mas noval
Ia merangkul pinggangku sembari membawaku keluar dari tempat ini. Kami memilih ke sebuah restaurant teppanyaki dimana nantinya kami bisa makan sekaligus melihat chef di depan kami memasak makanan kami.
Sesekali aku menyuapi mas noval daging yang telah di masak oleh chef di depan kami.
Ia mengeluarkan ponselnya dan mulai menyalakannya, selama kami pergi berdua mas noval mematikan ponselnya agar sari tidak mengganggu kami.
Ketika ponsel itu menyala aku melihat 25 kali miss called dari sari. Aku tertawa pelan melihatnya.
Silvana 1 - sari 0
"Dia pasti nyariin"ucap mas noval
"Jangan membicarakan perempuan lain saat kita berdua mas, apalagi mencemaskannya"ucapku sembari menatap mas noval tajam
Aku terdiam sejenak lalu menatap mas noval lekat.
"Apa semua ruang di hati mas hanya untuk sari?"tanyaku
"Ah? Gimana?"tanyanya
"Apa aku sama sekali gak berarti untuk mas?"tanyaku yang kali ini dengan nada serius
"Siapa bilang? Mas nyaman dengan kamu"ucap mas noval
"Nyaman berbeda dengan cinta mas. Kamu hanya nyaman dengan aku karena aku bisa memanjakan mas noval serta memberi kepuasan. Namun tetap saja hati mas hanya untuk sari"ucapku
"Aku senang mas noval bisa bersama denganku, aku pikir semakin lama nantinya mas noval akan memberikan ruang untukku tapi tetap saja mas noval sangat terikat dengan sari"sambungku
"Jangan berbicara seperti ini sil, kita baru aja bersenang-senang tadi"ucapnya sembari merih tanganku untuk digenggam olehnya
"Lebih baik memutuskan secepatnya bukan, jadi aku bisa tau. Apakah aku harus terus seperti ini atau berhenti saja"ucapku
"Jangan berbicara seperti ini, ayo makan setelah itu kita balik ke hotel"ucap mas noval yang mencoba mengalihkan topik
"Mas aku butuh jawaban, apa mas mencintaiku? Apa aku berarti untuk mas? Jika memang tidak, aku akan segera mundur mas. Aku tidak akan menghalangi hubungan mas dengan sari"ucapku
__ADS_1
"Jangan seperti ini, apa kamu gak menikmati hubungan ini? Mas suka seperti ini"ucapku
"Jelas mas suka seperti ini. Jika mas bosan denganku maka mas tinggal menikah dengan sari. Sangat menyenangkan"ucapku dengan nada sedikit naik
Chef di depan kami mulai sesekali melirik kami
"Shusstt udah jangan seperti ini, lebih baik kita bicarakan di hotel aja. Jangan buat keributan disini"ucapnya mencoba menenangkanku
*****
Hotel
Kamar mas noval
"Mau kamu apa?"tanya mas noval
"Apa kamu tau kenapa aku jadi se emosi ini?"tanyaku yang dibalas gelengan kepala oleh mas noval
"Karena setelah kita melakukan hubungan kamu justru pergi dengan sari ke singapore"ucapku
"Gak adil! Kamu cuma bawa aku bandung tapi kamu bawa sari ke singapore"sambungku
"Setelah ini kita bisa pergi kemanapun, silvana"ucap mas noval
"Apa aku harus berdebat seperti ini baru kamu paham kemauanku?"tanyaku
"Kamu mau kemana hm?"tanya mas noval
"Gatau"jawabku
"Ke paris?"tanyanya menawariku
Aku menatapnya matanya lekat
"Apa yang sari kasih ke mas, sampai mas secinta ini dengan dia?"tanyaku yang membuatnya terdiam
"Mas suka sama dia sedari SMA"ucap mas noval
Aku lalu memeluknya dan mengeratkan pelukanku
"Kisah cinta yang terlalu lama dan tanpa kejelasan seperti ini biasanya akan hancur dengan sendirinya"ucapku
Cklek!
Pintu kamar mas noval terbuka, dimana itu membuat kami menoleh.
Aku melihat sari yang berada di sana dengan wajah kesalnya
__ADS_1
"Aku nelponin kamu berkali-kali tapi gak ada satu jawaban dari kamu! Dan ternyata begini kelakukan kamu?"ucapnya dengan nada kesal
Mas noval mencoba melepaskan pelukannya dariku namun kutahan.
Tidak boleh!
Mas noval tidak boleh menghampiri sari.
"Dasar perempuan licik! Harusnya sedari awal gue ngasih lo pelajaran!"ucap sari yang kemudian berjalan ke arah kami dan hendak memukulku. Namun mas noval lebih dahulu menghentikan sari dan melindungiku. Aku tersenyum kecil dengan hal ini
"Bisa-bisa kamu melindungi dia, noval!"ucap sari
"Aku gamau ada keributan disini"ucap noval
"Hubungan kita semakin merenggang semenjak kamu dekat dengan mahasiswi kamu ini, apa kamu mulai ingin melupakan hubungan yang kita bangun dari SMA ini hah?"ucap sari
Aku melepaskan pelukan dari mas noval dan mulai menatap sari
"Cinta gak akan bertahan selama hampir 10 tahun tanpa kejelasan"ucapku sembari menatap sari tajam
"Seharusnya kamu sadar sedari mas noval menikah dengan istrinya, itu sudah menjadi tanda bahwa kalian gak berjodoh apapun usaha kalian. Bahkan setelah mas noval ingin menceraikan istrinya, hubungan kalian tetap saja gak jelas karena kedatanganku. Jadi memang seberapa lamapun kalian membangun hubungan, tidak akan ada kesempatan untuk bersama"sambungku
Aku melihat sari yang sudah naik pitam dan hendak melayangkan tamparan padaku namun langsung ku tahan. Aku menahan tangannya dengan tangan kiriku dimana tangan kananku mulai menampar pipinya hingga memerah.
Mas noval terkejut dengan kelakuanku
"Itu kan yang kamu mau"ucapku
"Kurang ajar! Lo harus sadar lo siapa!!!"ucapnya kesal
"Dari awal saya sudah minta kamu untuk mencari tau siapa saya, tapi sepertinya sampai sekarang belum dicari tau ya"ucapku sembari tertawa kecil
"Silvana cukup!"ucap mas noval tegas lalu menatapku tajam
"Ada apa mas? Kenapa tiba-tiba mas menatapku tajam seperti ini? Padahal baru saja mas ingin mengajakku liburan bersama di paris"ucapku yang membuat mas noval terdiam. Ia sudah ketauan belangnya, seharusnya sari berpikir kembali dan mundur!
"Noval! Ayo kita balik seperti semula! Kembali padaku dan bangun hubungan ini"ucap sari pada mas noval
"Mas noval mau balik ke sari? Jika seperti itu aku akan mundur dan membatalkan niatku"ucapku
"Padahal aku sudah ingin mengenalkan mas noval dengan papah untuk keseriusan hubungan ini, papah butuh seseorang untuk menggantikan posisi dia. Dan aku pikir itu akan pas untuk mas noval jika memang akan serius dengan hubungan kita"sambungku yang membuat mas noval membulatkan matanya
Aku melihat wajah wajah ketertarikan pada mas noval. Tanpa harus berpikir sudah pasti ia akan memilihku.
Aku lantas mengambil tasku dan memakainya kembali
"Biar aku yang mundur"ucapku kemudian berjalan meninggalkan mas noval dan sari. Namun belum jauh aku melangkah, mas noval sudah menarik tanganku. Aku tersenyum melihat ini. I told ya!
__ADS_1
...bersambung...