
Aku sudah bersiap untuk bertemu dengan istri mas noval namun ketika hendak menuju pintu apartement, aku mendapati ketukan disana. Ketika kubuka aku melihat mas noval sudah berdiri disana sembari membawa suatu hal.
Aku mengernyitkan dahi.
Mau apa dia kesini?
"Loh mas? Ada apa?"ucapku
"Tadi mas baru selesai meeting deket sini terus kepikiran untuk bawain kamu makanan"ucap mas noval yang membuatku berpikir.
Apa ia sudah nyaman dengan hubungan ini?
"Ohh yaudah ayo masuk dulu"ucapku
"Kamu rapi banget mau kemana?"tanya mas noval
"Mau ketemu temen sebentar"ucapku
"Yaudah kamu ketemu temen kamu aja, mas nunggu di apartement aja"ucap mas noval
"Yaudah mas masuk aja, aku pergi dulu ya"ucapku yang di angguki mas noval
Aku lantas bergerak cepat menuju sebuah coffeshop di area dekat apartementku yakni tempat aku dan istri mas noval akan bertemu.
Aku mengendarai mercy hitamku dengan kecepatan yang cukup cepat dan tak butuh waktu lama aku tiba di coffeshop tersebut.
Aku berjalan menuju lantai dua dimana kami akan bertemu, aku memandangi mencari dimana istri mas noval berada dan ketika melihatnya aku lantas berjalan menuju ke arahnya. Ia berdiri menyambutku dan memintaku duduk
"Apa kabar bu?"tanyaku basa basi padanya
"Saya baik"jawabnya
"Kamu apa kabar?"tanyanya
"Saya juga baik"jawabku
"Jadi apa yang mau kamu bicarakan?"tanya istri mas noval
"Apa ibu tau, kalau pak noval dan sari akan berpisah?"ucapku yang membuat istri mas noval mengernyitkan dahi mendengar ucapanku
"Apa kamu serius?"tanya istri mas noval
"Iya"jawabku
"Dengan ini ibu akan kembali pada pak noval bukan?"tanyaku namun entah kenapa terasa desiran aneh dalam tubuhku
Ia terdiam sejenak lalu menghela nafasnya
"Saya gak bisa"jawabnya
"Kenapa?"tanyaku
"Saya gak bisa kembali dengan orang yang sudah mengkhianati saya selama bertahun tahun"jawabnya yang entah kenapa aku hanya sedikit merasakan kesedihan disana seakan akan rasa empatiku memudar
"Apa ibu gamau memberi pak noval kesempatan?"tanyaku yang dibalas tawaan renyah namun kudapati kesedihan dimata istri mas noval ini.
"Dari awal saya nikah dengan dia juga mungkin salah, untuk apa saya menikah dengan seorang laki-laki yang suka memainkan wanita. Dia dengan sari itu mirip itulah kenapa mereka bersama"ucap istri mas noval
"Mereka sudah berpisah bu, saya yakin pak noval akan berhenti"ucapku
Istri mas noval memicingkan matanya mendengar pernyataanku
"Apa kamu punya hubungan dengan noval?"tanyanya yang membuatku terdiam sejenak.
"Saya... ga punya hubungan apapun dengan pak noval"ucapku
__ADS_1
"Saya tau ibu pasti curiga kenapa saya berusaha supaya ibu dan pak noval kembali. Itu karena saya memikirkan anak ibu dan pak noval"sambungku
"Sebentar lagi saya akan mediasi dengan dia, jika dia ada itikad baik untuk kembali mungkin akan saya pikirkan lagi"ucap istri mas noval
"Makasih ya silvana, selama ini kamu banyak bantu saya walaupun tidak secara langsung"sambungnya
Aku tersenyum membalasnya.
Namun ada satu hal yang membuatku bingung pada diriku sendiri mengenai ketika ia berkata kemungkinan kembali pada mas noval, entah kenapa membuatku sedikit gelisah. Aku tidak tau apa yang terjadi denganku tapi perasaanku terasa aneh.
*****
Apartement
Aku kembali dari pertemuanku dengan istri mas noval dan sekarang akan menemui mas noval itu sendiri. Perasaanku masih sama yakni gelisah tak menentu.
Aku melihat mas noval berada di ruang keluarga sembari menonton tv.
"Mas"ucapku yang membuatnya menoleh. Ia tersenyum padaku, ada desiran aneh padaku yang membuatku kembali gelisah.
Aku membalas senyumannya secara canggung setelah merasakan hal aneh di diriku.
Semenjak pertemuan dengan istri mas noval tadi entahlah aku masih merasa gelisah.
Aku mengalihkan pandanganku pada sebuah bungkusan dari union.
"Ini apa?"tanyaku mengambil bungkusan tersebut
"Itu makanan buat kamu"jawab mas noval
"Ada dua"ucapku ketika mendapati dua set makanan disana
"Sama punya mas juga. Tadi mas gak makan disana mas milih di take away aja"ucap mas noval
"Makasih mas"ucapku
"Iya"ucap mas noval
"Mau nginep disini?"tanyaku
"Apa boleh?"tanyanya
"Iya boleh"jawabku
Aku menatap mas noval lekat sembari bertanya dalam batinku. "Apa aku sudah benar benar menyukai laki-laki di depanku ini?" "Kenapa aku merasa gelisah ketika berpikir mas noval akan kembali pada istrinya"
Aku meletakan makananku di meja lalu aku mendekatkan badanku dan mulai memeluk mas noval.
"Aku gelisah"ucapku pelan
Ia menoleh padaku dan menunjukan ekspresi wajah cemasnya
"Kamu kenapa?"tanya mas noval
"Aku gelisah mas"jawabku lirih
Mas noval lantas berhenti memakan makanannya dan mulai membawaku ke pelukannya. Ia mengelus lembut pucuk kepalaku.
"Ada apa?"tanyanya
"Apa mas noval nyaman sama aku?"tanyaku
"Hm"jawabnya singkat
"Apa aku punya ruang di hati mas?"tanyaku
__ADS_1
Mas noval tidak menjawab
"Apa semuanya milik sari?"tanyaku lagi sembari mengelus lembut dada bidang milik mas noval
"Aku butuh waktu untuk menentukan apa akan melanjutkan hubungan dengan sari"jawabnya yang membuatku kecewa
Kali ini dengan alasan yang jelas aku benar benar membenci sari. Aku akan membuat perempuan itu pergi dari kehidupan mas noval.
"Selalu sari"ucapku
"Aku memang harusnya gak berharap dengan laki-laki seperti mas"sambungku lalu melepaskan pelukan dari mas noval
Mas noval mengernyitkan dahinya dan mulai menatapku
"Aku juga yakin sebentar lagi mas akan ninggalin aku"ucapku
Aku tertawa kecil
"Ternyata yang paling bodoh disini aku, aku diposisikan sebagai pemuas nafsu seseorang tapi dengan loyalnya memberi banyak hal pada orang tersebut"ucapku lalu beranjak pergi dari sofa tersebut
"Sil tunggu"ucap mas noval yang membuatku tersenyum licik. Aku tak menoleh padanya dan masih membelakanginya.
Aku akan membuat mas noval tergila-gila padaku! Itu rencanaku sekarang!
Aku sudah tidak peduli dengan istri mas noval, jika ia memang sudah tidak mau ya baiklah. Tak masalah! Lagipula rencana menyatukan mas noval dan istrinya sudah gagal.
Aku akan membuat mas noval banyak merasa bersalah hingga berakhir menjadi penurut akan kemauanku.
Aku mendapati mas noval yang memelukku dari belakang
"Gak seperti itu, sil"ucapnya
"Terus apa?"tanyaku
"Mas kan sudah bilang, kita jalanin aja hubungan ini dulu"ucap mas noval
"Untuk apa ngejalanin hubungan tanpa rasa sayang ataupun nyaman"ucapku
"Rasa sayang dan nyaman bisa datang seiring berjalannya waktu"ucap mas noval
"Mas ngomong kaya gini karena mau minta jatah"ucapku
"Enggak, mas bicara kaya gini tulus"ucap mas noval
"Masa sih? Berarti gak dapat jatah gak masalah?"tanyaku
"Hm"jawabnya tanpa kata kata. Aku yakin ia pasti menyesali ucapannya
"Masa sih bisa tahan?"tanyaku terkekeh melihatnya
"Iya"jawabnya
Meanwhile~ 15 menit kemudian
"Akh! Massss!!!"ucapku mengerang ketika mas noval belum juga berhenti padahal aku sudah selesai pelepasan
"Sshhhhh!!"desahnya sembari meremas kedua payudaraku
"Masss, tadiii ka...tanyaa gamau jatahh shhh"racauku
Ia tak mendengarkan dan justru sibuk bergoyang di bawah sana. Hingga tak lama sampailah ia di pelepasannya dan mulai terbaring di sebelahku sembari memelukku erat
...bersambung...
...hehe aku kali ini trippel up hehe...
__ADS_1