
...selamat membaca...
...🥀...
...🥀...
...🥀...
aku tertawa meledeknya
"Bapak pikir saya si sari atau adine?"ucapku
"Lagipula saya melakukan hal ini serta merta untuk dapat bimbingan yang layak bukan untuk uang seperti sari dan adine"sambungku menatapnya rendah
Aku melempar air mineral padanya
"Tuh minum! Saya mau pulang"ucapku lalu mengambil tas ku
"Apa besok kamu kesini lagi?"tanya pak noval padaku
"Bapak pikir bapak siapa? Kenapa juga saya harus kesini lagi?"tanyaku
"Literally waste my time!"sambungku lalu pergi meninggalkan pak noval
Aku keluar dari ruang inap tersebut dan bertemu sari disana. Aku menatapnya rendah
"Wow"ucapku yang membuat sari mengernyitkan dahinya
"Ada apa?"tanyanya ketus
"Budak **** nya pak noval sudah datang ya"jawabku sembari terkekeh
"Jaga ucapan kamu!"ucapnya memperingatiku
"Memang kenyataannya seperti itu"ucapku masih dengan sikap tenang.
Untuk apa aku menghabiskan energi ku berbicara dengan wanita murahan sepertinya.
"Gue akan nelpon istrinya pak noval untuk datang kesini, lebih baik lo cepet cepet ketemu pak noval seteleh itu pulang"sambungku
Ia memicingkan matanya padaku
"Lo ngelakuin hal ini karena ingin ngerebut noval bukan? Noval sudah memutuskan hubungan dengan adine juga pasti karena ulah lo"ucapnya
Aku tertawa mendengarnya
Yang benar saja!
"Gue dari lahir udah di mandiin uang sama keluarga gue. Untuk apa gue jual diri kaya lo ke pak noval?"ucapku
Ia menatapku lekat
"Lo gausah banyak ngomong. Cukup diam dan minta pak noval gak banyak bertingkah supaya hubungan kalian aman"sambungku lalu pergi meninggalkan sari
Sebenarnya aku tidak ingin berbuat lebih tapi melihat tingkah wanita murahan itu yang terlalu berlebihan. Rasanya menarik untukku untuk memberinya sedikit pelajaran.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Keesokan harinya
Aku tengah berada di coffeshop untuk mengerjakan skripsiku setelah diberi beberapa masukan oleh pak noval kemarin.
"Ini"ucap seorang barista coffeshop memberiku potongan kue red velvet. Aku menatapnya bingung
"Saya gak pesan"ucapku
Ia terlihat gugup dan sedikit kebingungan
"Ini dari saya"ucapnya sembari tersenyum
Aku tertawa kecil dan membalas senyumannya. Bukan pertama kali untukku di beri hal-hal seperti ini. Sering sekali laki-laki memberiku berbagai hal.
"Makasih"ucapku
"Iya sama sama"jawabnya yang lalu pergi meninggalkanku
Aku tertawa kecil melihat sikap malu-malunya.
Ting...
Aku menoleh dan mendapati panggilan masuk dari pak noval
Aku berdecak kesal!
__ADS_1
Baru saja aku merasakan hal manis dan lucu lalu sekarang tiba-tiba menjadi badmood karena panggilan telepon dari pak noval.
Aku mengangkatnya
"Ada apa?"tanyaku ketus. Sungguh mengganggu!
"Kamu gak mau ngejenguk saya?"tanyanya yang membuatku mengernyitkan dahi
"Bapak salah telepon orang"ucapku
"Ini silvana kan?"tanyanya
"Iya"jawabku singkat
"Berarti saya gak salah telepon orang"ucap pak noval
"Stop pak!"ucapku tegas
"Jangan bertingkah seakan akan saya seperti sari dan adine! Tolong sadar! Bapak siapa dan saya siapa"sambungku lalu memutuskan panggilan tersebut
Semenjak pernyataannya kemarin, aku merasa pak noval seperti mendekatiku. Apa dia berpikir aku wanita murahan seperti simpanannya? Kurang ajar!
Hingga tak lama muncullah email
Dari : [email protected]
Untuk : [email protected]
Sebenarnya saya meminta kamu datang untuk bimbingan skripsi agar skripsi kamu cepet selesai. Tapi karena kamu berpikir hal lain, jadi saya kirim beberapa buku acuan yang mungkin kamu bisa gunakan untuk metode penelitian.
~terlampir 2 buku acuan~
Aku menatap email tersebut. Jadi? Aku hanya ke geer an ? Akh! Malunya!
Aku mendesah kesal. Aku malu sekali!
Aku lantas mengunduh buku acuan tersebut dan mulai membacanya sebagai acuan metodologi penelitianku.
*****
Rumah sakit
Aku membawa paperbag dari salah satu toko healthy pastry mahal di jakarta. Aku akan membawa itu dan kuberikan pada pak noval. Aku tidak mau pak noval berpikir aku salah paham dan hal tersebut akan membuatku malu nantinya. Aku datang sebagai mahasiswinya.
Aku mengetuk pintu ruang inap tersebut lalu masuk. Aku mengernyitkan dahi melihat sari disana.
Aku tak memperdulikannya aku membawa paperbag tersebut dan memberikannya pada pak noval
"Gak bagus makan makanan murahan kalau lagi sakit jadi saya bawakan makanan tinggi nutrisi buatan chef" ucapku sembari melihat makanan yang sudah pasti dibawa oleh sari.
Aku melihat pak noval terkekeh sembari memandangi sari.
"Yang paling penting untuk kesehatan noval dia noval makan lahap bukan masalah harganya"ucap sari
"Tau apa wanita murahan yang bahkan gak lulus kuliah ini, mengenai kesehatan"sindirku padanya
"Makasih silvana"ucap pak noval
"Saya kesini mau bimbingan"ucapku
"Bapak bilang saya harus bimbingan"sambungku
"Iya. Silahkan buka skripsi kamu, saya mau lihat progressnya"ucap pak noval
Aku lantas membuka ipad ku dan memberikannya pada pak noval.
"Iyaa oke sesuai yang sama mau, kamu pakai buku acuan dari saya. Oke kalau gitu tinggal di beresin sedikit dan masuk bab selanjutnya"ucap pak noval yang ku angguki
Aku mengambil ipad tersebut dan mulai merapikan beberapa skripsiku.
"Sari, tolong beresin ini"ucap pak noval menunjuk makanan yang tadi sari bawa. Aku melihat sari dengan sigap membereskan makanan tersebut.
Aku tertawa kecil. Sari lebih seperti asistennya.
"Saya mau makan makanan dari silvana"ucap pak noval yang membuatku meliriknya. Ia melirikku dan membuatku salah tingkah. Entah kenapa? Sehingga aku kembali memfokuskan tatapanku pada skripsiku ini
"Kamu beli ini dimana silvana?"tanya pak noval
"Di paperbagnya kan ada tulisannya"jawabku singkat
"Ohh iya"ucapnya
"Rasanya enak, makasih ya"sambungnnya
__ADS_1
"Iya sama sama"jawabku datar. Akh! Ada apa dengan diriku ini.
Tatapan pak noval benar benar mengacaukan fokusku! Pantas saja banyak wanita yang takluk olehnya.
"Sar, kamu bilang tadi mau pulang"ucap pak noval
"Gak jadi, aku disini aja"ucap sari
"Pulang aja, ada yang mau aku bicarakan dengan silvana"ucap pak noval yang membuatku menatapnya
Apa?
"Kalau kalian mau bicara ya bicara aja kenapa aku harus pulang?"tanya sari memicingkan matanya padaku
"Sejak kapan kamu bisa ngatur saya?"ucap pak noval dengan nada yang berbeda pada sari
Aku melihat sari berdecak dan mulai membereskan barang-barangnya dan keluar dari ruang inap ini. Ia melirikku tajam sekilas. Hahaha! Aku tidak takut sama sekali dengan lirikan tajamnya.
"Sil"ucap pak noval memanggilku. Aku lantas menatapnya
"Apa?"tanyaku
"Saya dan istri saya akan bercerai"ucapnya yang membuatku terkejut.
Akh! Kesalnya! Ini semua pasti ulah sari!
"Kenapa? Karena sari?"tanyaku
"Memang sudah lama kami mau pisah"ucap pak noval
"Ya itu karena sari!"ucapku dengan nada sedikit meninggi. Aku terbawa emosi!
"Lagipula untuk apa bapak cerita hal ini kesaya? Hal seperti ini membuat saya kesal!"sambungku
Aku menatap pak noval tajam
"Saya memang bukan siapa-siapa. Tapi jangan pernah pisah sama istri bapak! Pakai otak bapak!"ucapku kesal. Ia masih terlihat tenang
"Kalau bapak pisah! Saya gak akan segan-segan buat sari menderita"sambungku
Aku sebenarnya sedikit bingung, kenapa aku justru ikut campur masalah ini.
"Saya sebenarnya bingung. Kenapa kamu ingin masuk ke masalah ini"ucap pak noval
"Ya karena gara-gara sikap genit bapak! Semua orang kena imbasnya termasuk saya"ucapku
"Bulan depan seharusnya sudah mulai sidang tapi skripsi saya masih jauh karena bapak yang gak adil soal bimbingan dan bapak gak adil karena sari! Ya karena sikap genit bapak yang dibawa ke ranah perkuliahan"sambungku
"Saya akan pisah dengan istri saya"ucap pak noval
"Dan memutuskan hubungan saya dengan sari"sambungnya
"Pernyataan keduanya bagus!"ucapku
"Lusa saya akan keluar dari rumah sakit ini, mulai itu saya akan banyak meluangkan waktu saya untuk bimbingan skripsi"ucapnya
"Sebagai permintaan maaf saya"sambungnya
"Gak perlu berlebihan juga"ucapku
"Katanya mau cepat wisuda"ucap pak noval
"Yaa emang iya"ucapku
"Kalau begitu harus mau sering bimbingan dengan saya"ucap pak noval
Ck! Andaikan dari dulu ia sudah bersikap benar! Tidak akan seperti ini jadinya!
"Tapi kalau kamu gamau ya gpp. Masih banyak cara untuk kamu cepet wisuda tanpa harus selalu bimbingan dengan saya. Saya yakin kamu juga enggan"ucapnya
"Oh ya?"tanyaku memicingkan mata
"Dengan cara apa lagi?"tanyaku
"Besok kamu kesini nanti saya jelasin"ucapnya yang membuatku mengernyitkan dahi
Apa dia akan melakukan hal tidak menyenangkan besok?
"Besok saya akan kesini"ucapku
"Dan akan bawa bodyguard"sambungku
"Untuk apa?"tanyanya
__ADS_1
"Mengantisipasi saja, siapa tau akan terjadi hal tidak menyenangkan besok"jawabku
...bersambung...