
Aku dan mas noval tengah berada di sebuah warung makan sekitar villa kami, kami memang hanya memesan indomie rebus namun pembicaraan kami malam ini benar benar membuat acara makan kami terasa menyenangkan.
aku banyak bercerita mengenai kegiatan kampusku pada mas noval dimana mas noval juga mulai berbagi ceritanya. Sesekali kami tertawa karena masing-masing cerita kami.
"Saya suka sharing cerita seperti ini sama kamu"ucap mas noval
"Jarang jarang saya bisa berbicara banyak bahkan selama ini"sambungnya
Aku merasa ini seperti lampu hijau untukku. Mas noval sepertinya mulai nyaman denganku.
"Depends lawan bicara aja, berarti saya termasuk lawan bicara yang menyenangkan"ucapku percaya diri yang membuatnya terkekeh
"Maaf ya saat itu saya bersikap gak adil ke kamu"ucap mas noval
Aku terdiam sejenak
Aku akan memulainya sekarang.
"Kalau suatu saat aku beneran cinta dengan mas noval, apa mas noval akan tanggung jawab?"tanyaku sembari menatap mas noval lekat dimana pertanyaanku membuat mas noval menatapku sembari mengernyitkan dahinya
"Maksud kamu apa sil?"tanya mas noval
"Aku nyaman dekat dengan mas noval"jawabku
Ah! Jangan berpikir aku serius dengan ucapanku, ini kulakukan hanya untuk memperlancar rencanaku.
Ia terdiam sejenak mendengar ucapanku
"Bukannya mas barusan bilang kalau mas senang bisa sharing cerita sama aku"ucapku
"Sil, kesepakatan kita dari awal kan sudah jelas"ucap mas noval
"Aku tau mas selalu bilang bahwa mas akan setia dengan sari. Tapi apa mas gak berpikir, dengan mas menyetujui hubungan kita ini berarti ada keraguan di hati mas mengenai hubungan mas dengan sari"ucapku
"Sebenarnya, alasan mengenai kelancaran wisuda juga akal-akalan aku aja. Aku hanya ingin merasakan hubungan dengan mas noval seperti yang sari dan adine lakukan. Baru saja terikat dengan mas, aku sudah merasa nyaman"sambungku
Mas noval mendekat padaku dan mulai menggenggam tanganku
"Ayo mas, kita jalani hubungan ini dulu"ucapku
Ia terdiam namun tetap menatapku. Ia menganggukan kepalanya pelan.
Aku membulatkan mataku.
Benarkah semudah ini?
Ia semudah itu luluh dengan ucapanku?
Yang benar saja!
__ADS_1
Ini terlalu mudah untuk seorang silvana.
Aku lalu mendekat ke arah mas noval dan mulai menyenderkan kepalaku pada dada bidangnya. Ia refleks memelukku dan mulai membelai lembut kepalaku. Aku menampilkan senyum sumringah atas berhasilnya rencanaku.
Mas noval sudah luluh, maka hal yang selanjutnya harus kulakukan adalah membuat frekuensi pertemuaan mas noval dan sari berkurang.
Selesai menghabiskan waktu di warung makan indomie tersebut kamu lalu kembali ke villa kami yang sudah jelas akan melakukan suatu hal di malam hari.
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Keesokan harinya
Aku tengah membereskan barang barangku karena hari ini kami akan selesai berlibur. Aku membantu mas noval membereskan barangnya lalu setelah itu memasuki mobil dan mulai meninggalkan kawasan villa ini.
"Habis ini mau ketemu sari ya pasti?"tanyaku tanpa menoleh padanya. Aku sedikit menunjukan rasa kesalku
"Kamu ngirim foto kita liburan?"tanya mas noval padaku
"Hm"jawabku
"Jangan gitu sil, mas gamau dia berpikir macam-macam"ucap mas noval
"Siapa suruh dia nyebelin"ucapku
"Dia pasti akan marah soal ini"ucap mas noval
"Mas malas sebenernya mau ketemu dia kalau lagi kondisi marah kaya gini"ucap mas noval
"Ya kamu tinggal minta ke dia untuk jangan marah-marah. Dia juga pasti akan nurut, tanpa kamu dia bukan apa-apa"ucap ku
"Kamu yang punya kuasa disini. Masa iya sama sari aja takut!"ucapku meledek mas noval
Ia terdiam dan tak menanggapi ucapanku. Aku melihat raut wajahnya yang tengah berpikir sembari fokus mengemudi.
Sesampainya di apartement
"Mau makan siang di tempat aku dulu gak mas?"tanyaku
"Aku masakin mas, Pasta buatan aku enak loh. Aku belajar langsung sama chef"sambungku
Ia terlihat berpikir dan kemudian menganggukan kepalanya. Aku lantas membawanya menuju unit apartementku. Aku memintanya duduk di ruang keluarga sembari aku memasak pasta.
Tak butuh waktu lama aku lalu berjalan menuju ruang keluarga sembari membawa 2 piring pasta dengan rasa tuna tersebut.
"Gimana enak kan?"tanyaku ketika ia mengunyah makananku
"Iyaa enak"jawabnya masih dengan wajah datar yang sudah pasti memikirkan sari
"Kamu keliatan banyak pikiran banget padahal cuma mau ketemu sari"ucapku
__ADS_1
"Mas bingung harus jelasin apa"ucapnya
"Jelasin seperti kamu ngebohongin istri kamu saat ketemu sari mas"ucapku lugas
"Mas! Sari tanpa kamu bukan apa-apa, disini kamu yang bisa ngatur semuanya jangan sampai kebalik justru sari yang mengendalikan kamu"sambungku
Ia mengernyitkan dahi mendengar pernyataanku
"Kamu terlalu banyak mengorbankan banyak hal untuk sari masa iya dia masih bersikap seenaknya dan marah marah sama kamu. Jangan mau lah! Apapun yang terjadi dia harus tetap tunduk sama kamu"ucapku
"Kalau sampai justru kamu yang di kendaliin sama dia mending pikir pikir lagi soal rencana pernikahan kalian. Jangan mau jadi bucin"sambungku
Ia mengangguk pelan mendengar pernyataanku
"Omongan kamu ada benarnya juga"ucap mas noval
"Kamu gak perlu ragu cerita masalah kamu ke aku, aku pasti bantu dan cari solusi"ucapku yang membuatnya tersenyum
"Soal sari gausah di pikirin, mau kamu gak ketemu dia hari ini juga gak masalah. Disini dia yang butuh kamu bukan sebaliknya. Jadi kamu berhak ngapain aja"sambungku
Mudah sekali melakukan persuasif pada dosen satu ini.
"Nginep aja dulu disini"ucapku
"Boleh?"tanya mas noval
"Boleh dong. Memangnya kamu gamau kita berdua melakukan hal-hal romantis lagi?"tanyaku
Ia terkekeh
"Laki-laki mana yang gak mau kalau dikasih hal-hal romantis"ucapnya
"Nah yaudah disini aja mas, gausah ketemu sari. Dia urusan gampang"ucapku yang di angguki mas noval
"Aku akan siapin banyak film untuk kita midnight movie. Gimana?"ucapku
"Boleh"jawabnya
"Kalau boleh mas request film atau series"sambungnya dengan nada yang tak biasa
Aku mengernyitkan dahi mendengar nadanya yang terkesan santai semakin ke belakang
"Request film atau series apa?"tanyaku
"365 days"jawabnya yang membuatku meremang
Tau dari mana dia serial netflix mesum ini?
...bersambung...
__ADS_1