
...selamat membaca...
...🥀...
...🥀...
...🥀...
Semenjak persetujuan itu, pak noval lalu mengambil alih skripsiku karena memang tujuan awalku ialah wisuda mudah tanpa repot skripsi.
Disamping itu aku sebenarnya juga penasaran bagaimana berhubungan dengannya. Walaupun aku masih sesuai rencanaku untuk memberi pelajaran pada pak noval dan sari.
Saat ini aku tengah berada di bandung. Entah apa yang akan aku dan pak noval lakukan karena ia memintaku berkemas untuk liburan singkat di bandung. Mau tidak mau aku lantas menyetujuinya karena ia juga sudah memberikan bayarannya padaku.
Jika boleh jujur, uang yang ia transfer tidak kugunakan sama sekali. Karena aku bingung apa yang harus kubeli dengan hanya 45 juta. Bahkan aku harus menghabiskan tiga digit uang untuk membeli tasku.
Pak noval menyewa sebuah villa di daerah yang masih cukup sepi dengan pemandangan taman luas di hamparannya.
"Kita berdua aja pak?"tanyaku
"Iya"jawabnya
"Mau ngapain sih pak?"tanyaku dengan nada yang terdengar sedikit kesal. Ia menoleh padaku
"Saya udah bayar kamu jadi seharusnya kamu mau di apain aja"ucap pak noval
"Sebenernya sama mau mau aja asal cara bicara bapak lebih benar"ucapku yang terpancing emosi
"Bapak berbicara seakan akan saya wanita murahan yang butuh sekali uang bapak untuk kelansungan hidup. Padahl gak sama sekali"sambungku
Ia mulai menatapku
"Saya bisa balikin uangnya sekarang kalau bapak mau kita menyudahi ini semua"ucapku menatapnya tajam
Ia menghela nafasnya
"Sebenarnya saya cuma mau merasakan sekali saja akan tubuh kamu"ucapnya lugas to the point
Ck! Apa akan selesai secepat ini? Aku bahkan belum memulai pergerakan ku.
"Tapi saya sudah terlanjur bayar sangat mahal jadi oke saya turuti kemauan kamu. Saya akan jaga ucapan saya"sambungnya
Syukurlah!
Selesai membereskan baju kami, kami menuju ke arah pondok di taman. Aku memainkan ponselku begitupun pak noval yang sibuk dengan ponselnya.
Ketika pak noval meletakan ponselnya di meja, aku melihat panggilan dari sari disana. Dengan cepat aku lantas mengambil ponsel tersebut
"Tolong balikin handphone saya"ucap pak noval
"Saya gasuka ada perempuan lain saat kita lagi berdua pak"ucapku
Aku mereject panggilan tersebut
"Jangan marah"ucapku pada pak noval
"Kalau mau berdua sama saya, memang harus begini kecuali pak noval memang gamau melanjutkan hubungan ini"sambungku
"Oke fine"ucap pak noval
Aku yakin ia menuruti hal ini karena belum mendapatkan jatah dariku.
Namun aku juga senang dengan sikapku tadi.
Anggap saja ini peringatan pertama untuk sari agar cepat menjauhi mas noval.
"Kita cuma sehari semalam disini pak?"tanyaku
__ADS_1
"Iya"jawabnya
"Sil, mungkin akan lebih baik kamu manggil saya dengan sebutan mas"sambungnya
"Dan jangan ada penolakan"ucapnya lagi
Aku yang hendak menolak lalu mengurungkan niatku. Ck! Untuk apa aku memanggilnya mas?
Tapi yasudahlah ikuti saja kemuannya dulu.
"Kenapa cuma sehari semalam? Kan besoknya kampus libur"ucapku
"Saya ada urusan dengan sari"ucapnya
Aku sedikit jengkel mendengar ia akan ada urusan dengan sari! Sari lagi sari lagi!
Lihat saja! Aku tidak membiarkan ia bertemu sari saat itu!
"Mas ayo foto bareng"ucapku sembari mengambil ponsel mas noval.
"Iya boleh"ucapnya
Aku lantas melakukan selfie bersama mas noval di ponselnya
"Wahh bagusss pemandangannya"ucapku yang puas dengan hasil selfie kami
"Sil, Mas mau ke toilet dulu ya"ucap mas noval aku menganggukan kepalaku
Seperginya mas noval, aku akan mulai rencanaku. Dengan santainya aku langsung membuka aplikasi chatting miliknya dan mencari nama sari disana.
Aku tidak main-main dengan niatku.
Aku mengirim foto selfie kami dan menunggu respon wanita itu. Tak lama ponsel mas noval berbunyi dan terlihat panggilan dari sari aku mengangkat panggilan tersebut
"Ada apa nelpon?"tanyaku
"Ternyata benar dugaan gue dari awal kalau lo memang ada maksud untuk deketin noval"ucapnya ketus
"Gue gak akan ngebiarin lo deket sama noval! Lo harus sadar lo siapa!"ucapnya yang membuatku terkekeh
"Ah udahlah! Aku sama mas noval lagi liburan di bali jadi tolong jangan ganggu ya"ucapku berbohong kemudian memutuskan panggilan tersebut secara sepihak.
Jika aku hanya bilang liburan di bandung, ia pasti tidak akan emosi jadi kubilang saja liburan di bali. Daerah pegunungan di bali hehehe.
*****
Malam harinya
Mas noval sudah menahanku untuk terus berada di kamar dan jika seperti ini, aku sudah tau apa yang akan kami lakukan. Terserahlah! Aku juga sudah terbiasa dengan hal ini.
Aku menuju ke arah balkon kamar dimana langkahku terhenti ketika mendengar mas noval yang sedang melakukan panggilan dengan sari. Ck! Ia pasti akan berbicara macam-macam.
Tidak akan kubiarkan dia mengganggu rencanaku!
Aku lantas menuju toilet dan mengganti baju ku dengan lingerie yang memang kusiapkan.
Aku memakai lingerie tersebut dan ku turup dengan jubah tidur tipis.
Aku membuka ikat rambutku dan menata rambutku dengan cantik.
Aku berjalan menuju arah balkon dan kedatanganku berhasil membuat mas noval menoleh ke arahku. Ia menatapku dan badanku dengan lekat.
Aku mendekat ke arahnya lalu menarik tangannya
"Ayo masuk"ucapku
"Aku ada urusan sebentar lagi ya"ucapnya. Aku tidak menurutinya. Aku mengambil ponsel tersebut lalu memutuskan panggilan tersebut secara paksa.
__ADS_1
Silvana 2 - Sari 0
Sesampainya di dekat kasur, aku lantas membuka jubahku dan menampilkan diriku yang berbalut lingeri ini.
Aku tersenyum licik pada laki-laki di depanku ini. Aku akan membuatnya tak berkutik malam ini dan memikirkan kembali mengenai pernikahannya dengan sari.
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Keesokan paginya...
Aku mengerjap membuka mataku dan melihat mas noval yang berada di sampingku tengah memeluk diriku. Ck! Ingin rasanya aku pulang dari sini. Aku tidak suka melihatnya! Apalagi sudah mengetahui sifat bejatnya.
By the way! Tidak pas rasanya jika tidak membuat suatu hal seru di pagi hari. Aku mengambil ponselku dan mulai memotret diriku yang tengah bersama mas noval yang sedang memelukku.
Aku mengirim foto tersebut pada sari dan menantikan reaksinya. Entah kenapa aku jadi menyukai kegiatan ini yakni membuat sari emosi.
Aku bangun dari posisiku dan mulai memunguti pakaianku lalu memasuki kamar mandi untuk membersihkan badanku.
Selesai mandi aku belum juga melihat mas noval yang bangun dari tidurnya. Aku turun ke bawah dan menelpon penanggung jawab villa untuk membawakan sarapan.
Tak butuh waktu lama mereka mulai membawa sarapan yang ku minta. Aku membereskan makanan tersebut dan ku tata rapi di meja makan hingga akhirnya pergerakanku berhenti ketika mendapati lengan kekar yang tengah memelukku dari belakang. Ingin rasanya aku menampar laki-laki ini karena benar benar menggangguku tapi tak bisa!
Aku menoleh dan tersenyum padanya, ya senyum terpaksa!
"Bangun juga akhirnya"ucapku ramah
"Ayo sarapan"sambungku sembari menuntunnya untuk duduk
"Kamu masak?"tanyanya
"Aku minta dari pengurus vilaa, lagipula mana bisa masak kan gak ada bahan masaknya"jawabku sembari menuangkan teh hangat padanya
Ia meminum teh hangatnya dengan tatapan tak lepas dariku. Aku sedikit salah tingkah ketika ia melihatku namun buru buru aku menatap ke arah lain.
"Mau extand gak?"tanyanya yang membuatku mengernyitkan dahi
Apa katanya? Memperjang waktu disini? HAHAHAA aku tertawa girang dalam hati.
Lihatlah! Ia bahkan akan mengundur waktu pertemuannya dengan sari karena ingin terus bersamaku.
"Boleh"jawabku
Selesai sarapan mas noval memutuskan untuk pergi ke kamar mandi untuk membersihan badannya.
Ting...
Bunyi ponselku dan aku yakin itu dari sari. Dengan semangat aku mengangkat panggilan tersebut
"Hm ada apa?"tanyaku masih dengan nada seakan akan baru bangun tidur
"Mana noval?! Cepat panggil dia!"ucapnya ketus memerintahku
"Siapa lo nyuruh nyuruh gue?"ucapku
"Nomernya gak aktif dan itu pasti ulah lo!"ucapnya
"Please banget ya gue kan udah bilang kemarin, jangan ganggu gue dan mas noval. Kita lagi liburan"ucapku
"Oh iyaa, kata mas noval besok kalian mau ketemu?"tanyaku
"Iya. Dan gue akan protes soal hal ini ke dia"ucap sari
"Duh sorry banget tapi mas noval akan extand liburan ini jadinya dia gak bisa ketemu lo besok. Dia bilang masih mau liburan berdua sama gue"ucapku
Aku mendengar sari menggeram disana. Aku terkekeh mendengarnya. Aku lantas mematikan panggilanku padanya
Silvana 3 - Sari 0
__ADS_1
...bersambung...
...I Love You...