DOSENKU SUGAR DADDY (ON GOING)

DOSENKU SUGAR DADDY (ON GOING)
07


__ADS_3

Aku mengajak mas noval untuk melihat-lihat walking closetku. Matanya langsung tertuju pada rak berisi koleksi jam tanganku yang memang berisi merk merk favoritku mulai dari audemars paguet, patek philippe, rolex dan yang terakhir ku beli dari cartier.


Aku mengambil salah satu jam tangan dari rolex yang sebenarnya ku beli untuk ulang tahun mantan pacarku, namun kami lebih dulu berpisah jadi lebih aku beri ini pada mas noval. Kapan lagi ia mendapat jam tangan mewah dari simpanannya.


"Buat mas"ucapku yang membuat mas noval membulatkan matanya


"Kamu yakin?"tanya mas noval


"Iya"jawabku


"Kenapa buat mas?"tanya mas noval


"Gak ada yang mau pake juga"jawabku sembari membuka box tersebut, aku melepaskan jam tangan yang melekat pada mas noval lalu kulepas dan menggantinya dengan jam tangan dariku


"Nihh bagusss"pujiku yang memang cocok di pakai olehnya


"Mas ganti aja ya uangnya"ucap mas noval


"Gaperlu, itu hadiah dari aku"ucapku


Ia tertawa kecil


"Uang dari mas bahkan lebih kecil dari hadiah yang kamu kasih"ucap mas noval


"Kan aku udah bilang mas, aku gabutuh uang kamu. Aku hanya nyaman aja berhubungan dengan kamu"ucapku yang membuatnya tersenyum


Aku lalu mendekat padanya dan mulai memeluknya


"Sering sering kesini dong mas"ucapku manja


Ia mengecup pucuk kepalaku


"Boleh"ucapnya


"Nanti jalan yuk mas"ucapku


"Mau kemana?"tanyanya


"Nonton sama makan ajaa, kita ke PS(Plaza Senayan) aja"jawabku


"Bolehhh. Sekarang aja kali ya? Kita siap-siap dulu. Kamu kan juga pasti butuh waktu untuk siap-siap"ucap mas noval terkekeh, ia mulai menyadari bahwa aku memang paling lama untuk bersiap-siap. Aku terlalu bingung akan memakai pakaian apa


"Yaudahh aku mau cari baju dulu. Sana mas ganti baju"ucapku lalu ia keluar dari walking closet ini


******


Plaza Senayan


Mas noval menggenggam erat tanganku sembari berjalan mengitari mall ini. Aku akan mengajak mas noval ke restaurant pertama kali perselingkuhannya terbongkar.


"Duduk disini aja"ucapku


"Kamu sengaja kan pasti"ucapnya sembari duduk di kursi tersebut


"Kamu pasti gak akan pernah berpikir bahwa yang akan duduk disini bersama kamu lagi bukan sari tapi si pembuat onar"ucapku sembari tertawa

__ADS_1


"Mau makan apa?"tanya mas noval


"Samain aja sama kamu mas"jawabku


"Noval!"ucap seseorang dengan nada ketusnya yang tiba-tiba menghampiri kami


Aku dan mas noval sontak menoleh dan melihat keberadaan sari disana. Aku tersenyum licik memandanginya


"Jadi ini alasan kamu gak pernah jawab telpon aku bahkan gamau ketemu aku"ucapnya dengan nada tinggi yang membuat orang sekitar melirik pada kami


"Jaga nada bicara kamu sari! Saya gamau ada keributan disini!"ucap mas noval tegas


"Baru kali ini kamu setegas ini, apa karena perempuan licik di depan kamu ini?"tanya sari


"Siapa perempuan licik?"tanyaku yang mulai angkat suara


"Ya lo lah! Lo lebih dari sekadar licik! Lo mau cari mati hah? Dengan ngerebut noval dari gue?"tanya sari


"Mana ada manusia mau cari mati"jawabku santai sembari kembali fokus pada buku menu. Aku akan membuatnya kesal dengan sikap acuh ku.


Sari mencoba menarik paksa mas noval dengan meraih lengannya namun kegiatannya terhenti ketika melihat jam yang melingkar di tangan mas noval


"Jam dari aku mana?"tanya sari yang membuatku mengetahui bahwa jam murahan itu dari sari


"Kenapa beli jam baru? Aku kan minta kamu pakai jam itu biar couple sama aku"sambungnya


Jam tangan couple murahan! Setauku sepasang hanya seharga 5 juta. Bahkan untuk membeli sendal ku saja tidak cukup. Aku menatap rendah sari.


"Saya yang ganti jam tangan mas noval"ucapku yang membuatnya membulatkan mata


"Gak bisa gitu dong noval!"ucap sari protes


"Ya bisa! Lagian yaa kalau mau maksa sesuatu tuh yang niat sedikit lah, bukannya kamu dikasih puluhan juta dari mas noval? Masa cuma mampu beliin jam tangan 5 jutaan itu juga dapet 2 hahaha"ucapku terkekeh sembari meledek sari


"Kita harus bicara noval!"ucap sari memaksa mas noval


Mas noval menatapku


"Silahkan!"ucapku


"Tapi aku ikut"sambungku


*****


Aku, mas noval dan sari tengah berada di sebuah tempat yang cukup sepi untuk membicarakan masalah freak ini.


"Sekarang jelasin hubungan kamu dengan dia!"ucap sari sembari menunjukku dan menatapku tajam


"Kami pacaran"ucapku santai


"Lo jangan berharap !Gue dan noval akan menikah sebentar lagi"ucap sari


"Palingan juga lo jadi simpanannya"sambung sari meledekku


"Apa ada simpanan yang ngasih rolex ke sugar daddy nya? Kalaupun gue ngasih itu, apa kamu gak mikir berapa puluh juta yang harus mas noval kasih ke saya setiap bulannya"ucapku

__ADS_1


"Kesaing dong sama jatah bulanan calon istrinya"sambungku


"Noval! Aku gak main-main! Jawab aku! Kalian gak pacaran kan?"tanya sari yang mulai cemas


"Aku dan silvana memang ada hubungan"ucap mas noval yang membuat sari lemas seketika


"Kenapa mas? Apa kamu mulai ragu dengan hubungan kita?"tanya sari


"Jangan bersikap berlebihan, kamu tau sendiri aku seperti apa"ucap mas noval


"Ini sih karma! Setelah nyakitin hati istri sah"ucapku menimpali


"Apa bedanya sama lo?"tanya sari padaku


"Bedanya, mas noval dekat denganku saat dia akan officially pisah dengan istri sahnya. Dan saya gak akan kena karma karena merebut laki-laki dari seorang pelakor"ucapku santai


"Kamu mau tau kenapa aku bersikap seperti ini?"tanya mas noval yang di angguki sari


"Karena sikap kamu sari! Silvana benar dengan ucapannya, kalau selama ini saya terlalu tunduk dengan kamu. Tapi kamu gak pernah ngasih lebih untuk aku"sambung mas noval pada sari


Astaga! Ini terlalu mudah! Lihatlah! Mas noval sudah takluk padaku! Tidak seru sama sekali!


Aku melihat sari lemas dengan ucapan mas noval. Ia pasti merasa cemas karena kehilangan ATM berjalannya.


"Kamu tanpa saya bukan apa-apa. Tapi kamu selalu bertingkah seakan-akan yang paling berkuasa"ucap mas noval


"Aku gak gitu noval"ucap sari lemas


"Aku juga gak pernah tau kalau selama ini kamu gasuka dengan sikapku, kalau kamu bilang soal ini aku pasti akan berubah"sambungnya


"Aku butuh waktu lagi untuk berpikir mengenai hubungan kita"ucap mas noval tegas


Aku melihat sari yang duduk di sebuah kursi dengan lemas. Aku melihat matanya sudah kosong. Itu terjadi jika menuju detik detik kehilangan harta.


Aku menarik mas noval lembut dan membawanya meninggalkan sari


"Kamu melakukan hal benar ya mas"ucapku pada mas noval


••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Keesokan harinya


"Halo"ucapku pada seseorang di sambungan telepon tersebut


"Saya silvana, apa ibu ingat?"tanyaku


"Iya saya jelas ingat kamu, ada apa?"tanyanya


"Bisa kita bertemu? Ada hal penting yang akan saya bicarakan dengan ibu"ucapku


"Mengenai hal apa?"tanyanya


"Pak noval"ucapku


"Saya akan kirim alamat tempat kita bertemu"sambungku

__ADS_1


...bersambung...


__ADS_2