
DOUBLE UP!!!
Ini dia
Hari yang kutunggu-tunggu selama berkuliah 8 semester ini.
Sidang skripsi!
Dengan perasaan campur aduk aku memasuki ruang sidang dimana sudah terdapat mas noval sebagai dosen pembimbing dan dosen lainnya sebagai dosen penguji.
Aku melihat mas noval yang tersenyum seakan memberi semangat padaku. Aku tersenyum tipis membalasnya.
Ruangan terasa sunyi dan dingin tidak seperti biasanya, ini pasti karena rasa deg deg an ku.
Aku mulai membuka presentasi dan diakhiri dengan berbagai pertanyaan.
Dan ya!
Aku bisa melalui ini.
Para dosen menyalamiku dan memberiku selamat juga mas noval yang tersenyum bangga padaku.
Ah! Terima kasih banyak mas noval!
Skripsi ku tidak akan sebagus ini jika bukan karena bantuan dia.
Aku keluar dari ruangan tersebut dan mendapati beberapa temanku yang memberiku selamat, selain itu mereka memberiku beberapa hadiah atas kelulusanku.
Senangnya!!
Hingga pandanganku mulai salah fokus pada seorang laki-laki yang merupakan kakak tingkat ku di kampus. Akh! Laki-laki itu, dia rizal.
Sebenarnya first impression ku dengannya tidak terlalu baik karena saat mahasiswa baru, ia bersikap sinis padaku dan mulai membaik ketika ia menjadi asisten dosen matakuliah mas noval dan ia bersikap sangat baik padaku.
Ia berjalan ke arahku dengan senyum sumringahnya sembari membawa sebuket bunga.
"Selamaattt yaa sisil!!"ucapnya. Yang membuatku sedikit terperangah ketika ia memanggilku dengan sebutan 'sisil' yang merupakan sebutan akrab darinya untukku.
"Makasihh banyak kak rizal"ucapku
"Makan makan sih ini harusnya"ucap kak rizal
"Bolehhh, mau kapan? Sekarang?"tanyaku
"Boleh banget! jarang-jarang gue bisa libur pas hari kerja nih"ucap kak rizal yang ku angguki
Seperti biasanyaa saat dulu, kak rizal selalu merangkulku sembari berjalan. Aku tidak terbawa perasaan akan hal itu karena aku menganggapnya sebagai teman begitupun sebaliknya.
Kami hanya berteman dengan sangat baik.
"BBQ enak kali ya"ucap kak rizal
"Boleh banget! Ayo!"ucapku
*****
Restaurant BBQ
"Mau kerja dimana habis ini?"tanya kak rizal padaku
"Perusahaan papah mungkin"jawabku
"Gamau di tempat gue aja?"tanya kak rizal
"Kenapa harus di tempat lo? Beri gue sebuah alasan"ucapku
"Karena gue mau itu"ucapnya yang membuatku justru tertawa, melihatku yang tertawa kak rizal justru menatapku bingung
"Kenapa ketawa? Ini serius"sambungnya
"Lo bos nya?"tanya gue
__ADS_1
"Bukan sih, tapi gue bisa mengusahakan itu"jawab kak rizal
"Sil"ucapnya yang membuatku menatapnya lekat
"Kenapa kak?"tanyaku
"Sekarang kan udah lulus kuliah, berarti lo udah boleh pacaran dong?"tanya yang membuatku mengernyitkan dahi.
Akh! Iya! Aku baru ingat!
Dulu kak rizal pernah bertanya, jika nantinya aku di ajak pacaran oleh seseorang apakah aku akan menerimanya. Saat itu aku sudah memiliki pacar dan aku beralibi bahwa aku tidak boleh berpacaran sebelum lulus kuliah.
Aku kebingungan mengapa ia membicarakan hal ini lagi.
"Sebenernya gue cuma bohong mengenai alasan itu. Gue bilang begitu karena punya pacar"ucapku sembari terkekeh dan membuatnya membulatkan mata
"Ck! Bukannya bilang dari kapan tau! Kan gue jadi gak perlu nunggu"ucapnya yang membuatku sedikit terkejut
"Nunggu apa?"tanyaku
"Jadian"ucapnya sembari tersenyum dan berusaha meraih tanganku.
Namun belum sampai tangannya menyentuh tanganku, tiba tiba kursi disebelahku diseret dan itu sontak membuatku menoleh.
Aku mengernyitkan dahi melihat mas noval berada disini. Ck! Menganggu!!!!
Mau apaaa laki-laki mesum ini disini??
"Berdua aja"ucap mas noval yang bukan hanya membuatku bingung namun kak rizal pun kebingungan.
Ia menjadi canggung lantaran percobaan menyatakan cintanya gagal sudah.
"Eh ada pak noval"ucap kak rizal
"Kalian makan kok gak ngajak saya? Terutama kamu silvana! Kenapa gak ngajak saya makan?"tanya mas noval menatapku
"Saya ditraktir sisil pak"ucap kak rizal yang membuat mas noval memicingkan matanya padaku
"Itu panggilan silvana pak"jawab kak rizal
"Ohhh, saya baru tau"ucap mas noval
"Sisil, kenapa gak traktir saya juga? Kenapa hanya kak rizal?"tanyanya
Aku melihat wajahnya seperti sedang meledekku. Kesal!
"Maaf, tapi mau nanya. Bapak sama sisil ada hubungan saudara?"tanya kak rizal
"Iya!"ucapku spontan
"Diaa om gue"sambungku
Aku mendengar mas noval yang berdecak pelan
"Ooohh pantess keliatan akrab dan deket banget"ucap kak rizal yang terlihat seperti sangat lega
"Enakk dong, dosen pembimbingnya om sendiri"sambung kak rizal
"Jelas enak di dia! Kerjaannya nanyain macem-macem"ucap mas noval menimpali sembari mulai ikut memanggang daging
"Hahaha, namanya juga keponakan ya pak. Apalagi menguntungkan, pasti lah sama sisil di pepet terus"ucap kak rizal yang hanya kubalas tawaan renyah
"Pak noval ngapain sih disini?"tanyaku mulai angkat suara
"Pengen di traktir juga"jawabnya santai
"Habis ini bapak langsung pulang kan?"tanyaku yang dibalas lirikan sinis oleh mas noval
"Saya mau jemput kamu, orang tua kamu nanyain"ucap mas noval
"Gabisa! Habis ini saya sama kak rizal mau nonton"ucapku tiba-tiba. Walaupun kami belum membuat kesepakatan ini, namun aku dapat melihat raut wajah senang milik kak rizal
__ADS_1
"Saya ikut juga"ucap mas noval
"Ih! Bapak pulang aja sih!"ucapku kesal
"Kenapa kamu gamau banget di ganggu hm?"tanya mas noval
"Malu pak, mau kencan soalnya"ucap kak rizal menimpali
Aku melihat mas noval yang menatapku tajam dan mengeraskan rahangnya. Ia mulai berusaha menetralkan aura wajahnya
"Terserah mau kencan, tapi saya tetap harus ikut. Kamu tanggung jawab saya silvana"ucap mas noval yang membuatku bergidik
Aku hanya menghela nafas pasrah
Selesai menonton, mas noval lantas menggenggam tanganku dan membawaku menuju parkiran di basement mall ini.
Aku melihat wajah dinginnya dan sesekali melirikku. Ia membuka pintu padaku dan memintaku masuk ke dalam mobilnya.
Ah sudahlah! Aku yakin dia akan menggempurku habis-habisan di apartement.
*****
"Akhhhh!!! Massss sshhhh"racauku dimana mas noval sudah bergoyang cepat diatasku
Ia terus menggoyang sembari meremas kedua payudaraku
"Tadi apa hm?? Shhh kencan apa? Hah?"ucapnya ketus masih terus menggempur bagian bawah
Aku tak akan menjawabnya, mana bisa aku menjelaskan alasan panjang saat seperti ini.
Ketika mulai pelepasan, aku menggelinjang. Mas noval berhenti sementara namun belum melepaskan miliknya padaku.
Aku mencoba mengatur nafasku yang tidak beraturan
"Tadi kencan apa?"tanyanya menatapku tajam
Aku masih mengatur nafasku terlebih dahulu
"Bercanda aja tadi"jawabku pelan
"Hah? Ngomong yang kencang! Jangan pelan-pelan saya gak denger"ucap mas noval
"Bercanda!!"ucapku dengan nada tinggi
"Kamu tuh masih terlibat kontrak dengan saya! Jangan macam-macam!!"ucap mas noval
Aku mencoba bangkit dari posisiku namun di tahan paksa oleh mas noval
"Mau kemana?"tanya mas noval
"Lepasin dulu! Baru aku beri tau"jawabku
Ia melepaskan miliknya dari milikku dan membantuku bangun dari posisiku.
Aku bergerak mengambil tisu di dekat kasurku untuk membersihkan bagian bawahku.
Ia terduduk dan pandangannya masih mengikuti ku.
"Mau udahan aja gak?"tanyaku yang membuatnya mengernyitkan dahi
"Udahan gimana maksud kamu?"tanyanya
"Selesai dengan kontrak gak jelas ini!"ucapku
"Aku akan mengembalikan seluruh uang kamu dan kamu jangan ketemu aku lagi"sambungku yang membuatnya emosi terlihat dari sorot tatapannya
"Ohh, kamu mau menyudahi ini semua? Setelah apa yang saya lakukan untuk kamu gitu?"tanyanya
Ia menghela nafasnya
"Saya serius dengan hubungan ini silvana!"ucap mas noval yang membuatku menatapnya
__ADS_1
...bersambung...