
Hari ini genap dua hari waktu liburan akhir pekan mas noval dan anaknya. Tiba-tiba saja terlintas di benakku untuk datang ke rumahnya.
Aku rasa itu tidak akan masalah karena ia juga sendiri dan tidak akan ada apa-apa disana.
Aku tengah di mobil mengendarainya menuju rumah mas noval yang cukup jauh dari rumahku. Sebelum menuju ke rumahnya aku sudah lebih dulu memesan makanan di salah satu restaurant di jakarta. Aku akan membawa itu untuk makan siang bersama mas noval, semoga saja ia berada di rumahnya.
Hingga sampailah aku di kawasan pondok indah dan memasuki rumah bergaya american classic dengan warna putih mendominasi.
Aku berjalan mengetuk pintu namun yang membukanya bukan mas noval tapi seorang ART disana, aku mengernyitkan dahi melihat ART yang merupaka perempuan muda seperti ini. Rasanya pikiranku kembali berkalana kemana-mana karena sikap mas noval yang mesum bisa saja ART ini pernah di pakai oleh mas noval
"Mana mas noval?"tanyaku sedikit ketus akibat berbagai pikiran negatifku
"Bapak belum pulang bu"ucap art tersebut
"Ibu siapa ya?"tanyanya
"Saya temannya. Boleh masuk kan?"tanyaku yang di anggukinya
Ah bodoh! Perempuan ini terlalu percaya! Bisa-bisa rumah ini dirampok orang jika yang menjaga seperti ini modelnya.
Aku memasuki rumah tersebut berkeliling dan melihat-lihat hingga akhirnya aku duduk di ruang keluarga sembari menyalakan televisi disana.
"Ibu mau minum apa?"tanyanya sopan
"Air mineral aja bawain"ucapku
Ia kemudian pergi meninggalkanku menuju dapur untuk mengambil 1 botol air mineral dan diberikan lagi padaku.
Aku mengambil air tersebut lalu meminumnya.
"Mas noval bilang gak dia pulang jam berapa?"tanyaku
"Makan siang bu, katanya"jawab art itu
"Kamu tolong siapin piring di meja makan karena saya bawa makanan untuk makan bersama mas noval"ucapku yang diangguki ART tersebut
Tak lama ia mulai membawa piring yang kemudian ku letakan di meja makan dengan rapi sembari meletakan makanan disana.
"Berapa lama kamu kerja sama mas noval?"tanyaku
"Sudah 2 tahun, bu"jawabnya
"Kamu punya pacar?"tanyaku
"Enggak bu"jawabnya
"Nama kamu siapa?"tanyaku
"Rika bu"jawabnya
"Saya peringati dari sekarang aja ya rika, jangan dekat-dekat dengan mas noval walaupun dia yang minta"ucapku yang membuat wajahnya sedikit panik
"Paham?"tanyaku
"I...iyaa bu"jawabnya gugup
"Yaudah sana pergi"ucapku yang di anggukinya, ia lantas pergi menuju entah kemana yang pasti aku tidak peduli.
__ADS_1
aku merapikan makanan tersebut dan llu terdengar suara bel yang membuatku berlangkah cepat menuju pintu utama namun aku melihat Rika sampai lebih dulu
"Stop!"ucapku yang membuat rika menoleh dan berhenti
"Udah sana kamu lanjutin kerjaan kamu, biar saya yang buka pintu"ucapku yang di angguki rika. Ia lantas pergi meninggalkanku
Aku membuka pintu dimana aku melihat wajah mas noval yang terkejut
"Surprise!!"ucapku yang membuatnya tersenyum
Ia memelukku sekilas dan mencium keningku
"Kok disini? Kenapa gak bilang dulu?"tanya mas noval
"Biar surpise"ucapku
"Ayo mas masuk, aku udah siapin makan siang buat kamu"sambungku
"Oh iya?"tanya mas noval kemudian menggenggam tanganku berjalan menuju ruang makan
"Aromanya enak"ucap mas noval
"Iya dong. Udah yuk langsung makan aja kamu pasti laper juga kan"ucapku sembari mengambilkan sendok untuk mas noval
Mas noval mulai mencicipi makanan tersebut
"Kamu memang paling paham urusan makanan kesukaan mas"puji mas noval padaku
"Kan memang harusnya seperti itu"ucapku
"Mau nginep disini?"tanya mas noval yang membuatku mengernyitkan dahi
"Oke kalau gitu"sambungku
*****
Malam harinya
Kamar mas noval
Aku tengah berada di pelukan mas noval dimana kami sembari menonton film di televisi pada kamar mas noval.
"Art kamu kok muda banget sih"ucapku
"Kenapa memangnya?"tanya mas noval
"Ya aku curiga lah!"ucapku
"Walaupun kamu mikir mas mesum, tapi rika bukan selera mas"ucap mas noval
"Masa sih? Kalau di pikir-pikir rika lebih oke daripada sari. Tapi kamu doyan aja tuh sama si sari"ucapku yang membuat mas noval mengernyitkan dahi
"Terus maunya kamu gimana?"tanyanya sembari menghela nafas
"Ganti ART lah!"ucapku
"Hm"jawab mas noval singkat
__ADS_1
"Apa mas masih nyari perempuan lain?"tanyaku yang membuat mas noval menoleh padaku
"Maksud kamu apa?"tanya mas noval
"Yaa mungkin aja mas noval kurang jatah dari aku makany cari tambahan"ucapku
"Gak ada"jawab mas noval yang membuatku kesal
"Terus minggu lalu **** *** dimobil itu apa?"tanyaku yang membuat wajah mas noval sedikit panik
"Memangnya kurang dari aku?"tanyaku
Mas noval masih terdiam, ia lantas bangkit dari posisinya menjadi duduk di ranjang ini.
"Fetish kamu nge videoin saat berhubungan ya?"tanyaku
"Kamu tau dari mana? Soal minggu lalu?"tanya mas noval
"Jadi bener kan? Dan tadi kamu berbohong?"ucapku
"Wow! Mas noval tersayang! Kamu megang perusahaan papahku, uangnya untuk kamu pakai ke perempuan murahan? Padahal ada aku yang bisa ngasih itu"sambungku mulai duduk di sebelahnya
"Itu dikasih"ucap mas noval yang membuatku mengernyitkan dahi
"Dikasih? Maksudnya?"tanyaku
"Klien papah kamu yang ngasih supaya mas bisa nge acc berkas mereka"jawab mas noval
"Papah kamu juga pasti paham"sambungnya yang membuatku kesal bukan main
"Maksud kamu apaansih hah?! Sembarangan ngomong hal kaya gitu tentang papah aku?"tanyaku nyalang
"Jangan menutup mata silvana, semua orang tau. Direksi di perusahan besar pasti selalu dapat jatah perempuan dari kliennya"ucap mas noval
"Tapi kamu gak perlu nerima juga mas!"ucapku ketus
Akh! Aku mulai terbawa emosi
"Mas nolak soal itu! Kamu juga lihat kan kalau mas dan dia hanya **** ***! Mas menolak untuk berhubungan karena menghargai kamu"ucap mas noval
"Menjijikan!"ucapku yang membuat mas noval menatapku tajam
"Kamu ada disini karena mas bayar mahal diri kamu! Jaga bicara kamu"ucap mas noval
"Oke! Kita selesai aja sekalian! Mentang-mentang kamu membayar aku, kamu jadi semena mena gitu hah?"tanyaku
"Gausah banyak bicara sil, mas selalu menghargai kamu"ucap mas noval
"Kamu berhubungan sama wanita lain walaupun hanya *******, itu yang kamu maksud menghargai?"tanyaku
Mas noval menghela nafasnya kasar
"Oke, mas gak akan ada hubungan dengan perempuan lain selain kamu. Ini kamu yang minta ya! Jangan menyesal"ucap mas noval yang membuatku sedikit cemas
Kesalnya!
"IYA!"ucapku
__ADS_1
...bersambung...