DOSENKU SUGAR DADDY (ON GOING)

DOSENKU SUGAR DADDY (ON GOING)
19


__ADS_3

Aku tengah berada di toilet perempuan dekat lobby fakultas. Untuk apa? Ya jelas membersihkan bagian bawahku.


Selesai dari toilet aku berjalan menyusuri kampus untuk melihat lihat tempat ku menempuh pendidikan selama hampir 4 tahun ini. Aku juga sempat bertemu temanku dan berbicara cukup lama.


Selesai dari situ aku lalu berjalan menuju departement jurusanku untuk menemui mas noval, hingga dari kejauhan aku melihatnya duduk bersama seorang perempuan.


Aku menghampiri mereka hingga membuat mereka menoleh ke arahku. Aku melihat mas noval tersenyum lalu memintaku duduk di sebelahnya.


"Kenalkan rini, ini silvana calon istri saya"ucap mas noval pada rini yang entah ku tidak tau dia siapa, hanya saja perempuan ini terlihat cukup cantik.


Rasa cemburu mulai menguasaiku, aku takut mas noval memiliki hubungan dengan perempuan di depanku ini.


Lebay memang!


"halo mbak, saya rini mahasiswinya pak noval"ucap perempuan tersebut tersenyum ramah padaku


"Oh? Mahasiswi bimbingan?"tanyaku


"Bukan mbak, saya minta bimbingan khusus karena topik karya ilmiah saya ada di bidang ajar pak noval"ucap perempuan tersebut yang hanya ku angguki


Bimbingan khusus katanya? Hah?


"Hmm sudah selesai kan ya pak? Biar saya langsung pulang"ucap rini pada mas noval


"Oh iyaa silahkan"ucap mas noval


"Ehmmm ini makanannya sudah pak?"tanya rini mengambil kotak makanan yang membuatku membulatkan mata


"Ehh iya sudah. Makasih rini"ucap mas noval


Hingga rini pun akhirnya pergi meninggalkan kami, mas noval mengambil berkas di ruangannya dan mulai mengajakku pulang.


"Makan apa sama si rini itu?"tanyaku


"Dibawaain rendang"ucap mas noval


"Setiap bimbingan khusus kamu itu? Dia sering bawain makanan?"tanyaku


"Hmmm gak selalu"ucap mas noval


"Jangan terima makanan dari dia lagi!"ucapku sembari menatap mas noval tajam


"Loh? Kenapa? Dia kan bawa itu cuma untuk bersikap baik dan sopan"ucap mas noval


"Mas! Ya kan gak perlu makan siang kaya gitu juga! Tinggal bawain aja kopi! Kalau sampe bawain makan siang itu sih terlalu niat!"ucapku


"Kamu terlalu cemburuan"ucap mas noval sembari terkekeh


"Kenapa sih gamau dengerin aku?"tanyaku


"Jangan cemburuan"ucap mas noval meledekku


"Baru aja dapet jatah tapi kamu nyebelin! Gausah minta jatah dari aku lagi, selamanya!"ucapku kesal lalu pergi mendahului mas noval


Mas noval berlari sedikit kemudian menyamakan langkahnya denganku


"Silvana"ucapnya dengan nada merayu


"Calon istri mas noval yang cantikk"sambungnya menggodaku dimana ia menunjukan senyumannya


"Gausah nge gombal"ucapku


"Kalau mas gak dapet jatah kasian dong sama yg dibawahh nanti lemes"ucap mas noval


Aku menatapnya tajam dan memukul lengannya


"Masih aja mesum!"ucapku


"Iya oke, mas gak akan nerima makanan dari rini lagi"ucap mas noval


"Makanya bawain mas makan siang dong, biar mas gak kelaparan terus nerima makan siang dari rini"sambungnya


"Kamu pikir aku rumah makan hah? Enak aja minta dibuatin ini itu terus minta di layanin!"ucapku


"Dinikahin aja enggak!!"ketusku


"Ayo kalau mau nikah, kita ke KUA sekarang. Kita urus"ucap mas noval yang membuatku memutar mata jengah


Mas noval menarikku lalu membawaku masuk ke mobil. Ia mulai menancapkan gasnya meninggalkan area kampus


"Mau makan sop buntut"ucapku yang membuat mas noval melirik sekilas

__ADS_1


"Iya sayang"ucap mas noval masih mencoba membuatku tidak marah


"Kenapa tiba-tiba mau makan sop buntut?"tanya mas noval dengan senyuman anehnya


"Ya memangnya gak boleh?"tanyaku


"Permintaan anak kita?"tanya mas noval


"Ngawur"ucapku lalu menoleh ke arah jendela dimana aku mendengar mas noval terkekeh


Hingga tak lama sampailah kami di sebuah tempat makan yang menyediakan sop buntut.


Kami mencari tempat duduk dan akhirnya mas noval mulai memesan makanan.


Mas noval kembali duduk di sebelahku dimana ia membukakan air mineral untuk diberikan padaku.


"Nih minum"ucapnya yang ku angguki


"Papah!!!"teriak anak laki-laki yang membuatku tersedak karena terkejut


Mas noval lantas mulai menepuk punggungku agar tidak tersedak.


Anak laki-laki itu mendekati kami bersama... hm mantan istri mas noval.


Berarti anak ini adalah anak mas noval. Sebuah kebetulan bisa bertemu dirinya.


"Papah mau makan?"tanya bagas


"Ehh iyaaa bagas, bagas mau makan juga?"tanya mas noval


"Iyaa, ayo makan bareng papah. Sama mamah juga"ucap bagas menarik mantan istri mas noval untuk duduk bersama di meja kami.


Aku melihat istri mas noval yang sering melirikku.


"Apa kabar mas?"tanya istri mas noval ber basa basi


"Saya baik, kamu apa kabar?"tanya mas noval


Aku dapat merasakan suasana canggung disini


"Aku baik"jawab mantan istri mas noval


"Aku pikir kamu sama mayang"sambungnya dengan wajah sedikit kesal


"Kamu sama bagas mau makan apa? Biar saya pesankan"sambung mas noval


"Ini aja"ucap mantan istri mas noval menunjuk set menu


"Bagas mau makan apa?"tanya mas noval pada bagas dengan nada lebih lembut


"Sama kaya papah"ucap bagas


"Yaudah tunggu dulu ya"ucap mas noval lalu beranjak untuk memesan makanan ke kasir.


Aku mendapati mantan istri mas noval yang menatapku lekat cukup lama. Ia tertawa kecil sembari menatapku sinis


"Hebat kamu bisa ngalahin mayang"ucap mantan istri mas noval yang terdengar seperti sindirian. Aku terdiam bingung akan menjawab apa


"Kalian akan menikah?"tanya nya


Apa yang harus kujawab? Aku bingungg!


"Iya"jawab mas noval menimpali yang dengan cepat sudah tiba.


Cepat sekali ia memesan makanan


"Kapan?"tanya mantan istri mas noval


"Secepatnya"jawab mas noval


"Setelah kalian menikah, kamu masih punya waktu untuk bagas kan?"tanya mantan istri mas noval


"Tentu aja masih. Tapi sesuai izin yang dikasih"ucap mas noval yang membuat mantan istrinya mengernyitkan dahi


"Izin?"


"Izin dari ibu negara"ucap mas noval terkekeh sembari memandangiku dan mengusap punggungku


"Gimana ibu negara? Mas boleh main sama bagas gak?"tanyanya yang membuatku sontak terkejut


Apa apaan dia! Bersikap sok romantis di depan mantan istrinya! Aku kan jadi tidak enak hati!

__ADS_1


Aku melihat wajah masam dari mantan istri mas noval


"Ngapain nanya aku?"tanyaku


"Nanti kalau gak dapet izin, kamu ngambek lagi. Nanti mas gak di kasih—"ucap mas noval yang langsung kupotong ucapannya


Gila!


"Yaa bolehlah! Gausah nanya!"ucapku


"Makasihh"ucap mas noval dengan senyum manisnya dimana itu membuatku salah tingkah


"Perempuan ini siapa sih pah?"tanya bagas melirik sinis padaku


"Ini teman papah, ayo kenalan dulu"ucap mas noval


"Jangan bagas!"ucap mantan istri mas noval yang sontak membuat kami mengernyitkan dahi


"Kenapa?"tanya mas noval menatap mantan istrinya tajam


"Bagas gak perlu kenal sama perempuan yang buat keluarganya rusak"ucap mantan istri mas noval yang tidak bisa kubantah. Ada benarnya juga


"Maksud kamu apa?"tanya mas noval dingin


"Silvana gatau apa-apa, hubungan kita rusak karena mayang dan silvana datang setelah kita selesai dengan hubungan kita"sambung mas noval membelaku


Mas noval terdiam sejenak


"Jangan sembarangan ngomong kamu! Saya gasuka!"ucap mas noval tegas pada mantan istrinya


"Udahlah mas jangan gini"ucapku pelan mencoba menenangkan mas noval


"Jangan gini gimana? Kamu disini gak salah!"ucap mas noval padaku


"Tapi aku sedikit salah"ucapku yang memang jujur


"Dengar sendiri kan mas"ucap mantan istri mas noval


"Terus kalau kamu merasa kamu salah? Kamu mau apa? Mau ngebiarin mas sama dia lagi?"tanya mas noval


"Kamu mau, janin yang di perut kamu gak punya seorang ayah?"tanya mas noval yang sontak membuat mantan istrinya terkejut bukan main


Aku melirik bagas yang masih sibuk dengan gadget nya dimana ia tengah bermain.


Kesalnya! Melihat mas noval dan mantan istrinya membicarakan hal gila di depan anaknya sendiri.


"Bagas, hari sabtu ada urusan?"tanya mas noval


"Gak ada"jawab bagas


"Ikut papah ya, kita liburan ke bandung"ucap mas noval yang membuat bagas senang bukan main


"Mau papah!!!"ucap bagas antusias


"Tapi mamah gak ikut ya"ucap mas noval


"Kenapa?"tanya bagas


"Mamah kamu sibuk"ucap mas noval


"Iya kan?"tanya mas noval pada mantan istrinya


"Hm"jawab mantan istrinya


"Yaudah gpp"ucap bagas


"Kalau sekarang papah tinggal dulu, gpp kan?"tanya mas noval


"Yaudah"jawab bagas


"Bagas sama mamah juga lagi nunggu org ya mah?"tanya bagas pada mamahnya


"Iya"jawab mantan istri mas noval


"Kalian pulang aja duluan, gak masalah"ucap mantan istri mas noval menatap kami sinis


Mas noval bangkit dari posisinya dan berjalan menuju kasir. Tak lama ia membawa bungkusan dan menghampiriku


"Ayo pulang, kita makan di rumah aja"ucap mas noval menarikku, aku lantas bangkit dan menuruti mas noval


"Makanan kalian sudah saya bayar"sambung mas noval kemudian menggandengku keluar dari rumah makan ini

__ADS_1


...bersambung...


__ADS_2