
Suara hujan dan halilintar yang seakan akan mengguncang dunia, tak dihiraukan oleh para insan-insan beriman lemah itu. Didalam sebuah diskotik ternama dan termewah dikota itu nampak beberapa batang hidung yang sedang menari, berjoget ria kehilangan akal sehatnya.
Tak terkecuali gadis sexi itu, berambut panjang tergerai sampai ke punggung, memakai aksesoris berlebihan seperti gelang,kalung yang berkilauan, berbagai macam jenis Make up ia poleskan pada wajahnya yang menawan itu, Ia memakai jaket kulit hitam dengan blush hitam juga menambah keanggunan dan keelokannya. Dia adalah ratu pesta disana,sehingga siapapun pasti mengenalnya.
Disamping kebahagiaannya, ada seorang laki-laki bertubuh pendek, berkacamata sedang berteduh dibawah naungan payungnya. Ia nampak membawa buku note dan sebuah bolpoin. Ia menggoreskan beberapa kalimat hingga menjadi puisi, hal ini ia lakukan untuk mengusir kebosanan dan kedinginannya. Nampak dalam secarik kertas yang ia pegang ~SEMUA INI AKU LAKUKAN UNTUK DIA~
****
Sekitar dua jam kemudian, tempat itu sudah mulai sepi karena waktu sudah menunjukkan pukul 3.00 . Gadis itu berjalan sempoyongan menuju pintu keluar. Hampir saja ia terjatuh karena sudah tak kuat menahan badannya, Untung saja pria itu melakukan gerak cepat menangkapnya. Dengan segera ia taruh gadis itu ke mobil dan membaringkannya dibangku belakang.
Cowok itu badannya sempat basah kuyup terkena hujan, ia membuka pintu depan dan masuk. Mobilnya melaju pesat menerobos kegelapan malam. Suara tetesan air hujan yang tak kunjung reda menemani kesunyian suasana. Ia juga memasang earphone dan menyalakan musik kesukaannya.
__ADS_1
Dua puluh lima menit berlalu kini mobil Xenia hitam itu sudah ada dihalaman rumah mewah berlantai tiga itu. Dibalik kemewahannya suasana sunyi pun menyelimuti, sunyi bagai tak berpenghuni. Cowok umur 18 tahun itu segera memarkirkan kendaraannya ke samping rumah.
Dengan susah payah ia gendong gadis itu kedalam kamar. Sesudahnya ia segera mandi dan menunaikan kewajiban ibadahnya.
****
Pagi telah tiba mentari menampakkan sinarnya menerobos celah-celah jendela, namun gadis itu masih memejamkan matanya, seakan-akan tak mau diganggu waktu tidurnya.
"Dek,bangun udah siang nih, nanti telat loh" ucap cowok itu sambil menepuk-nepuk pipi dan menarik selimut gadis itu.
Perlahan gadis itu membuka matanya, "Aduh masih pagi aja dibangunin, emang Lo ga mikir apa gue tadi semalam ngapain, kepala gue pusing tau" cerah gadis itu.
__ADS_1
Selimut yang semula ditarik cowok itu, segera ia tarik kembali menyelubungi badannya. " Udah sana berangkat sendiri aja, gue masih ngantuk" ucapnya sambil kembali memejamkan mata.
"Kok males gitu sih, ga pinter-pinter Lo" ejek cowok berkacamata itu.
" Tau ah pergi sana, gausah ganggu gue lagi" sentak gadis itu dengan nada tinggi.
Cowok culun itu pun berangkat sendiri menggunakan motor bebeknya yang kuno bagi remaja kalangannya. Tapi ia tak merasa malu sedikit pun menggunakannya.
Ia menyusuri jalan pintas ke Utara karena menurutnya itulah jalan terdekat ke sekolah.
Beberapa menit kemudian ia telah sampai di gerbang sekolahnya. Ia langsung memarkirkan motornya diparkiran depan sekolah. Setelahnya ia akan menuju kelasnya dengan melewati koridor-koridor yang tak terhitung jumlahnya.
__ADS_1
Seperti ketika ia menginjakkan kakinya disekolah itu ia selalu dihina, dibully karena penampilannya yang berbeda, alias culun.