
Lanjut flashback
Titin....tiinnn...tiinnn.
Suara klakson mobil di luar rumah mengagetkan Adel.
"Loh siapa sih pagi-pagi gini udah ngajak perang aja tuh mobil" gerutu Adel.
Adel bergegas membuka pintu dan keluar.
Nampak seorang cowok yang tak lain adalah Yosie sudah berjalan menuju pintu rumah Adel
"Jadi nggak?" Tanya Yosie.
"Loh buru-buru amat,masih pagi juga" sahut Adel.
"Bukannya Lo yang niat banget mau kesana,kan gue cuma nganter gimana sih?" Gerutu Yosie.
"Iya-iya,eh terus itu mobil siapa?" Tanya Adel sambil menunjuk kendaraan roda empat berwarna putih bersih itu.
"Itu mobil papa gue" jawab Yosie singkat
"Udah deh Lo siap-siap keburu siang gue juga punya kepentingan pribadi sendiri kali" cercah Yosie kesal
"Lah kita ke stasiun naik apa?" Tanya Adel dengan polosnya.
"Lo tuh ga pinter-pinter ya?" Gerutu Yosie.
"Kita jalan kaki" ucap yosie dengan nada tinggi.
"Udah ada kendaraan didepan mata juga,masih nanya udah cepetan" ketus Yosie.
*****
"Emm om kenapa kita milih jalan kesini bukannya kita mau ke stasiun dulu ya?" Tanya Adel gelisah.
__ADS_1
"Adel..... Om tuh juga ada urusan di dekat desa kamu tentang proyek bangunan jadi sekalian aja om anterin Sampek rumah kamu" jawab pria di jok depan mobil itu
"Loh beneran om? Terimakasih ya" ucap Adel gembira.
"Iyaa om juga senang bisa bantu kamu kok" sahut papa Yosie.
"Tuh papa gue itu orangnya baik kan" ucap yosie dengan angkuhnya.
Adel hanya mengangguk karena sibuk melihat pemandangan dari dalam kaca mobil yang transparan itu.
Tiba-tiba Adel teringat ingin bertanya kepada Yosie tentang papa nya.
"Eh Yos! Gue mau tanya sama lo" ucap Adel berbisik.
"Apaan?" Tanya Yosie ikut berbisik juga.
"Gatau sih paling juga belum tau" jawab Yosie.
********
"Assalamualaikum" ucap Adel sambil mengetuk ketuk pintu rumah tempat ia dibesarkan itu.
"Ayah....?" Teriak Adel terus memanggil manggil ayahnya.
Ceklek....
Bunyi gagang pintu hendak dibuka.
"Adel....?" Ucap pria paruh baya yang keluar dari rumah itu langsung memeluk putri semata wayangnya itu.
Dan pak Indro mempersilahkan masuk tamunya satu persatu.
__ADS_1
Adel dan ayahnya sibuk mengobrol basa-basi sana-sini sampai lupa kalau ada tamu yang lain.
"Eh ini temannya nak Adel ya?" Tanya pak Indro kepada Yosie.
"Iya pak saya temannya Adel dan ini papa saya" ucap Yosie sambil memperkenalkan papanya.
"Halo pak senang bertemu dengan anda,bagaimana kabarnya?" Tanya papa Yosie basa-basi.
"Alhamdulillah baik pak" jawab pak Indro ramah.
"Oh iya,ayah kenapa sulit banget dihubungi sih?" Tanya Adel kepada ayahnya.
"Maaf ya nak handphone ayah itu rusak karena karena jatuh waktu kerja" jawab pria paruh baya itu.
"Aku udah mikir yang enggak-enggak yah kalau ga ada kabar gini, mangkanya aku samperin aja ayah kesini" ujar Adel gelisah.
"Maafkan ayah ya nak ayah bikin kamu khawatir" sahut ayah Adel itu.
"Iya gapapa kok yang penting sekarang udah tau gimana keadaan ayah aja aku udah seneng banget" ujar Adel bahagia.
Yosie mengerlingkan alisnya mengode Adel agar cepat mengungkapkan masalah yang ingin disampaikan.
Adel mengangguk,dan melihat suasana sudah agak santai jadi ia akan menanyakan sekarang.
"emmm ayah?" ucap adel gugup.
"ada apa nak?" jawab pak indro penasaran.
__ADS_1
"kalau seumpama aku di kota ditawari tinggal di rumah orang kaya yang mewah,ayah setuju nggak?" tanya Adel gugup.