
LANJUT FLASHBACK
Bruuukk... Adel terjatuh karena lari tak tau arah.
"Aduhhh..." rintih Adel kesakitan.
Ketika Adel sibuk mengusap luka lututnya,ada seseorang mengulurkan tangan kepada Adel.
Refleks Adel langsung menengok ke atas untuk mengetahui siapa dia.
Mata Adel melotot melihat bahwa Bunga sedang ada dihadapannya.
"Bung?..ini Lo kan Bung?" tanya Adel gemetaran.
"Kakak kenapa lari-lari kan jadi jatuh" ucap cewek rambut sebahu itu dengan polosnya.
Adel segera berdiri memastikan bahwa orang di depan matanya itu adalah Bunga.
"emm..emm kamu kenapa bisa ada disini?" tanya Adel gugup.
"Aku ga tau" ucap cewek imut itu.
Adel sempat terkejut dengan jawabannya, Adel segera menanyakan kembali untuk mencari tau mengapa Bunga sampai jalan kesini.
"Emang rumah kamu dimana?" tanya Adel serius.
"Rumah? aku punya rumah" jawab cewek itu sambil menoleh kesana kemari seperti kebingungan.
"kalau punya rumah,rumahnya dimana?" tanya Adel ulang.
Cewek itu hanya menggeleng dan berlalu pergi.
__ADS_1
"Stopp" ucap Adel sambil menggapai tangan cewek itu.
"kenapa?" tanya dia.
"kamu mau kemana sekarang?" tanya Adel meringis kesakitan.
Cewek itu melepaskan cengkraman tangan Adel dan mengambil langkah seribu entah kemana.
Adel yang masih berdiri mematung segera sadar bahwa buruannya kabur.
Tanpa pikir panjang Adel segera berlari walau menahan sakit, Adel menerobos trotoar hingga kubangan air.
Ia tak menghiraukan apa yang ia lakukan itu sangat berbahaya.
"Duh kemana lagi tuh anak" Adel ngos-ngosan dan berhenti di depan sebuah ruko melepas penat.
Adel kehilangan jejak, Ia menyerah dan berusaha mengenali dirinya kembali.
"Loh gue dimana?" tanya Adel pada dirinya sendiri.
"Gue nyasar?" ucap Adel was-was gemetaran.
Adel berusaha untuk menelusuri jejak yang ia tempuh tadi,bukannya menemui jalan keluar, namun malah seperti ada di dalam labirin.
Dalam hati Adel ingin menangis sejadi-jadinya,walau ia sudah dewasa tetapi ketika sendirian nyasar begini nyalinya menciut.
"ayah....." rintih Adel dalam hati sambil melotot kebingungan.
Adel mencoba berfikir positif dan merogoh kantong sakunya.
"ya ampun tas,hp,dompet gue kan masih di restoran tadi." ucap Adel putus asa.
__ADS_1
"Gue harus gimana?" gumam Adel.
Adel mencoba mencari orang yang bisa membantunya.
Ada dua orang sejoli lagi duduk di bangku taman kota.
Sebenarnya Adel tak mau menggangu mereka,namun karena keadaan gawat darurat, Ia mencoba memberanikan dirinya untuk bertanya.
"Permisi...." ucap Adel sopan.
Bukannya dijawab dengan antusias,malah si cowok melotot melihat Adel.
Adel semakin gugup dan membalikkan badan mengurungkan niatnya.
"mampus gua" Adel gelisah.
"ehemmm m-maaf mengganggu saya permisi pamit" ucap Adel sambil menunduk.
Tanpa basa-basi lagi Adel segera berlalu dari tempat itu dan mencari tempat teduh karena gerimis sudah mulai mengelana.
"Duh nasib gua gini amat" gumam Adel.
"Andaikan aja gua tadi mikir setelahnya gimana, gara-gara tuh anak" ucap Adel sebel.
"Tapi gue kasian,gue yakin itu Bunga,tapi ngapain dia sampe sini?" berbagai macam pertanyaan berkecamuk di otak Adel.
Adel berusaha keras mencari bantuan kepada orang lain.
"Sendirian aja neng?" ucap seorang laki-laki dengan suara menggelegar,mengangetkan Adel.
Refleks Adel langsung melotot mendongak kepada lelaki itu.
__ADS_1
"emm anda siapa ya?" ucap Adel gugup karena melihat tampang mereka yang seram itu.
"Saya tanya ngapain kamu disini?" ucap lelaki satunya lagi dengan suara seperti di lunak lunakkan.