
LANJUT FLASHBACK
"Bung...? Ini gue Adel, ada Citra dan Lala juga" ucap Adel sambil mengetuk pintu kamar Bunga.
Namun tak ada jawaban sepatah kata pun dari dalam.
"Kita langsung masuk aja kali ya" ucap Lala.
"Ga sopan atuh" jawab Adel.
"Halah gausah ribet kali,masuk aja" ucap Citra sambil mendorong pintu hingga terbuka.
Sepasang mata mereka terbelalak melihat keadaan kamar Bunga, namun mereka sungguh tak menemukan tubuh Bunga ada di kamarnya.
"Eh Bunga mana katanya ada dikamar?" Tanya Adel.
"Lah mana gue tau, lagi ke toilet mungkin?" Ucap Citra.
Adel mencoba memeriksa ke toilet tapi tidak ada, seluruh ruangan sudah mereka jelajahi namun Bunga tak ada.
Nampaknya pintu jendela kamar Bunga terbuka.
"Apa jangan-jangan Bunga kabur lagi" ucap Lala mengagetkan kedua sahabatnya itu.
"Kita harus cari Bunga sekarang juga" ucap Adel.
"Bi....bi Ratih" panggil Lala.
"Iya non, ada apa?" Tanya pembantu itu sambil tergopoh-gopoh.
"Bunga kabur bi di kamar ga ada" ucap Adel gelisah.
"Haaa? Non Bunga kabur? Kok bisa?" Tanya wanita paruh baya itu tiba-tiba.
__ADS_1
"Ga tau bi tadi waktu kita buka pintu dia ga ada" jawab Lala.
"Duh harus dicari kemana nih?" Ucap Citra bingung.
"Gimana kalau kita cari ke pemakaman aja" cetus Lala tiba-tiba.
"Haa gila Lo mau ke pemakaman ngapain?" Ucap Citra.
"Yah siapa tau gitu Bunga ke makam ortu nya" ucap Lala.
"Ide bagus tuh ayo sekarang kita cari" ucap Adel.
"Bibi ikut ya" ucap bi Ratih.
"Bibi di sini aja ya jagain rumah nanti kalau ada kabar kita bilang ke bibi ko" ucap Adel.
Mereka semua langsung melaju pesat menggunakan mobil milik Lala menuju ke pemakaman tempat orang tua Bunga dimakamkan.
Ternyata benar dugaan mereka, Bunga ada disana, Ia sedang meringkuk memeluk nisan ke dua orang tuanya sambil berlinang air mata.
"Lo gausah ngurusin hidup gue lagi" bentak Bunga dengan nada melengking.
Bunga pun berlari ke arah jalan raya entah menuju ke mana.
Serempak mereka mengejar namun telat, Bunga sudah di lalap mobil dari arah yang berlawanan.
"Aaaaa...." Suara teriakan Bunga terdengar melengking.
"Bunga......." Teriak Adel, Citra dan Lala.
Mereka segera menghampiri tempat Bunga terkapar.
Lala segera memanggil ambulan supaya Bunga bisa segera tertolong.
__ADS_1
******
Semua terlihat cemas akan keadaan Bunga, apalagi Adel dia mondar-mandir ga bisa tenang.
Bi Ratih terburu-buru datang ke rumah sakit setelah di telfon Lala.
"Gimana keadaan non Bunga?" Tanya bi Ratih.
"Kita belum tau bi, dia masih ditangani di dalem" jawab Lala.
"Ya Allah kenapa hidup non Bunga kayak gini to" ucap bi Ratih sambil berlinang air mata.
"Yah takdir udah menentukan bi, ga bisa dihindari" ucap Adel menenangkan.
"Oh iya bi,aku penasaran nih Bunga itu ga pernah cerita-cerita tuh kalo dia punya paman,atau saudara yang lain gitu,emang ga ada ya kok berasa berjuang sendiri gitu" tanya Citra.
"Kok Lo tanya gitu?" Ucap Lala balik tanya.
"Yah gue penasaran aja, lagian ini Bunga sakit terus kemarin juga waktu orang tuanya meninggal ga ada tuh kerabat atau saudara yang datang iya kan?" Ucap Citra.
"Kalo itu sih bibi kurang tau bener non, soalnya belum pernah ada tuh kerabat yang main kerumah non Bunga" ucap bi Ratih.
"Mungkin non Bunga bisa jelasin hal ini,tapi dengan keadaan kayak gini kita Ndak mungkin kan tanya-tanya kayak gitu" ujar wanita paruh baya itu menambahi.
"Iya bi, kita cari waktu yang tepat dulu aja ya" ucap Adel.
Pintu ruang dimana bunga ditangani pun terbuka, dokter mengatakan bahwa Bunga terkena gangguan syaraf dan amnesia.
Sontak semua kaget dan tak percaya.
"What? Amnesia?" Ucap Citra tiba-tiba.
"Ini ga mungkin kan dok? Bunga ga mungkin amnesia dok" ucap Adel merengek.
__ADS_1
"Kami akan melakukan yang terbaik buat pasien" ucap dokter itu singkat.
Tubuh Adel mati rasa dan ia menangis sejadi-jadinya meratapi nasib sahabat baru nya yang malang itu.