DUA BAYANGAN

DUA BAYANGAN
EPS.18


__ADS_3

LANJUT FLASHBACK


Wanita yang tengah terbaring itu nampak menulis beberapa kalimat yang tak begitu jelas tapi mungkin Adel akan paham dengannya.



Yosie masuk kembali ke dalam setelah telepon dengan papanya.



"Mamah lagi nulis apa tuh?" Tanya Yosie tiba-tiba.



Wanita itu hanya tersenyum dan mengedipkan matanya kepada Yosie.



Yosie hanya diam menunggu mamahnya selesai menulis.



Setelah beberapa saat wanita itu menyodorkan secarik kertas kepada Adel.



Isinya:


Hai anak manis,walaupun Tante belum kenal benar sama kamu, tapi Tante sudah merasakan aura positifmu, dengan ini Tante hanya mau bilang, kalau kamu rupanya orang yang penyayang dan setia, Yosie telah bercerita tentang kepribadianmu, kalau kamu tidak keberatan kamu bisa tinggal bersama kami, karena Tante dengar kamu di kota ini lagi tinggal di rumah kontrakan ya? Biar hidup kamu lebih tenang kamu bisa tinggal bersama kami, tapi maaf dengan keadaan Tante yang seperti ini Tante tidak bisa berbuat yang terbaik,salam bahagia.


~Windariya~


Pupil mata Adel bergetar seakan ada peluru yang menembus jantungnya.



"A...apakah ini sebuah surat wasiat?" Tanya Adel gugup.



Perempuan itu hanya mengangguk dan menggerakkan tangan kanannya tanda ingin mendapat jawaban dari Adel.


__ADS_1


"Emmm maaf Tante, Adel belum bisa ngasih jawaban Adel masih ingin menimbang-nimbang lagi" ucap Adel sambil menunduk.



Wanita itu mengangguk dan tersenyum tanda setuju dengan keputusan Adel.



"Emm kalau gitu Adel pamit pulang dulu ya udah hampir malam nih takutnya ga ada kendaraan yang bisa ditumpangi" ucap Adel berpamitan lalu mencium tangan Bu Winda.



Bu Winda mengode Yosie supaya mengantarkan Adel.



"Mau dianter nggak?" Tanya Yosie yang mengikuti langkah Adel.



"Ehmm nggak aja deh, aku ga mau ngerepotin Lo" ucap Adel.



"Udah malem loh nanti Lo pingsan lagi" ucap Yosie mengejek.




"Emang Lo pikir mudah cari kendaraan buat pulang malem-malem gini, udah gausah banyak cincong, Lo gue anterin sampe rumah titik!" Ucap Yosie memaksa.



"Kok Lo maksa sih" ujar Adel.



"Nggak ah gue pulang sendiri aja" ucap Adel tetap pada pendiriannya.



"Kalo ga mau yaudah terserah" ucap Yosie sambil berbalik badan bersiap kembali ke kamar dimana mamahnya dirawat.

__ADS_1



"Gue sebenarnya sih takut malem-malem gini pulang sendirian, tapi gue juga ga mau ngerepotin Yosie, gimana ya" batin Adel.



"Emm yaudah gue mau" ucap Adel sambil berbalik badan, tapi ternyata Yosie sudah masuk kedalam ruangan.



"Yah kok Yosie ga ada" gerutu Adel.



"Terpaksa deh gue pulang sendiri" ucap Adel gelisah.



Adel telah berada di dalam taxi yang membawa dirinya pulang ke rumah.



Setelah sampai di rumah Ia membuka kembali secarik kertas yang Bu Winda tulis.



Adel baca dan amati dengan teliti kata demi kata yang bermakna baginya itu.



"Gue harus pikirin matang-matang nih" ucap Adel sambil berkaca.



"Gue juga ga betah kalo terus-terusan tinggal di kontrakan yang kayak gini, tapi apa gue yakin mau tinggal sama mereka, apa mereka orang yang baik-baik" batin Adel.



Berbagai pikiran negatif terus berkecamuk di otak Adel.



"Ah gue bingung mau gimana" gerutu Adel.

__ADS_1



Adel memilih untuk menenangkan dirinya dulu,ia berbaring di kasur empuknya itu dan tertidur.


__ADS_2