
LANJUT FLASHBACK
Adel kaget ketika ada yang menghalangi jalannya menuju mushola sekolah.
"Ngapain sih gue mau ke mushola" ucap Adel sambil menarik mukenanya yang ia bawa hampir jatuh tanpa melihat siapa yang menghalanginya.
"Habis sholat Lo ke taman ya gue tunggu" sahut cowok yang menghalangi jalan Adel.
Adel menengok hendak mengetahui siapa cowok itu.
"Eh Yosie gue kira siapa" ucap Adel sambil matanya terbelalak melihat Yosie.
"Yah emang gue, kenapa sih akhir-akhir ini malah Lo yang menghindar dari gue" tanya Yosie.
*******
"Ada yang mau Lo bicarain? Penting nggak?" Ucap Adel sambil mengambil posisi duduk di bangku taman.
"Yah ada lah,penting banget" sahut Yosie sambil membenahi kacamatanya.
"Apa?" Tanya Adel serius.
"Emm gue mau tanya apa sih isi dari surat yang mamah tulis kemarin di rumah sakit? Suratnya penting ya? Kok Lo sampe gemetaran bacanya" tanya Yosie penasaran.
Deg...
"Kenapa tanyanya sekarang sih gue kan belum punya jawaban" batin Adel gelisah.
"Eh ditanya malah bengong, kebiasaan Lo!" Ucap Yosie kesal.
__ADS_1
"Emm emmm...." gumam Adel gugup.
"Gue ga bisa jelasin sekarang!" Ucap Adel tiba-tiba.
"Haaa? Emang apaan sih jangan bikin gue makin penasaran deh!" Gerutu Yosie.
"Gimana kalo nanti aja sepulang sekolah" tawar Adel.
"Argghhh,kenapa ga sekarang aja sih?" Gerutu Yosie kesal.
"Disini kan banyak orang, temen-temen banyak yang lalu lalang gue ga mau aja mereka tau" sahut Adel.
"Hmmm, sepenting apa sih pake privasi segala" ucap Yosie sambil melingkarkan kedua tangannya didepan dada.
"Gue makin penasaran banget sumpah" batin Yosie.
********
Adel sedang berjalan di koridor hendak pulang
"Del,Lo nanti mau gak nemenin gue balap motor?" tanya Vito tiba-tiba sambil menepuk bahu Adel.
Adel langsung menoleh kearah suara yang memanggil namanya itu.
"Ngapain harus gue yang nemenin?" Tanya Adel balik.
__ADS_1
"Kayak anak TK aja perlu diantar ditemenin" gerutu Adel dalam hati.
"Maaf ya gue juga ada janji sama orang" sahut Adel ketus.
"Wah udah berani ngebentak kakak kelas nih anak" ucap Vito sambil mengedipkan mata ke dua sahabat yang selalu mengikutinya bak pengawal kerajaan.
"Udah ah gue mau duluan, telat lagi nanti kalo ngurusin kalian" ucap Gibran sambil berlalu meninggalkan mereka.
Sementara pandangan Vito teralihkan ke Gibran, Adel perlahan mundur dan hendak mengambil langkah seribu untuk kabur dari mereka.
"Aaaaaaa...." Pekik Adel.
Namun Adel tak menyangka kalau dibelakangnya ada sebuah got air, dia hampir terjungkal,namun tangan lembut Vito menarik tubuh Adel.
"Masih ingusan aja nyoba-nyoba kabur,untung aja ada gue ga berterimakasih lagi" oceh Vito sambil tersenyum licik.
"Ngapain juga sih ada got disini kan jadi malu" batin Adel sambil mengarahkan pandangan kebawah.
"Lagian nih orang kok jadi ganas sama gue ga kayak kemarin-kemarin gitu" ucap Adel dalam hati.
"Ada janji yah,sama siapa?" Ucap Vito sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Adel hingga hembusan nafasnya bisa dirasakan Adel.
Adel mencoba mengelak dan melangkah ke samping.
"Hei punya telinga ga sih?"ucap Vito sambil menatap tajam mata Adel.
__ADS_1
Adel semakin takut dan gemetaran.
"Ehhemm, apakah begini cara Lo memperlakukan Adek kelas?" Tanya seorang laki-laki dari belakang Vito.