
LANJUT FLASHBACK
Saking paniknya Adel bingung mau berbuat apa dia segera menelepon sahabatnya.
"Halo Cit Lo dimana udah di jalan kan buruan ke rumah bunga ya gawat darurat nih" ucap Adel gelisah.
"Oiya maaf yah Del gue ga bisa dateng di rumah ada acara,emang kenapa sih?" Tanya Citra.
"Bunga pingsan Cit!" Ucap Adel dengan nada tinggi.
"Ha pingsan? Kok bisa?" Tanya Citra kaget.
"Udah deh gausah banyak tanya ,Lo kesini sekarang!" Ucap Adel mengakhiri telepon.
"Iya-iya otw" ucap Citra.
"Duh Lo kenapa sih bung?" Ucap Adel bingung.
"Tolong...tolong.. siapapun tolongin kita" teriak Adel gelisah.
"Eh non ada apa" tanya perempuan paruh baya yang tiba-tiba muncul dari ruangan belakang.
"Eh bibi pembantu disini ya?" Tanya Adel.
"Iya non itu non bunga kenapa?" Tanya pembantu itu.
"Aku ga tau bi tiba-tiba ga sadarkan diri abis Nerima telpon ga tau siapa" ucap Adel.
"Yaudah,bibi ambilin minyak angin dulu ya biar non bunga siuman" ucap wanita itu.
"Aduh bunga Lo syok banget karena apa sih gue ga denger Lo telepon sama siapa" batin Adel.
Adel mencoba mencari tau siapa yang menelepon sahabatnya itu,ternyata tertulis nama papa.
"Loh bunga ditelepon sama papanya tapi kenapa sampai se syok itu ya" gumam Adel bingung.
"Ini non minyak angin nya coba olesin ke hidungnya biar cepat siuman" perintah dari pembantu bunga kepada Adel.
"Iya bi" ucap Adel menyetujui.
Adel segera mengoleskan minyak angin itu ke hidung bunga.
Sudah 10 menit lebih bunga belum siuman juga.
"Aduh gimana nih bi kita bawa bunga ke rumah sakit aja yah takutnya kenapa-napa nanti" ucap Adel gelisah.
__ADS_1
"Iya non, bibi panggilin pak supir dulu ya" ucap wanita paruh baya itu sambil berlalu keluar.
Bunga segera dibopong ke mobil menuju rumah sakit terdekat.
"Eh Del gimana Bunga? Udah sadar?" Tanya Citra yang baru datang ke rumah bunga.
"Bunga belum sadar Cit ini mau dibawa kerumah sakit" ucap Adel.
"Yaudah gue ikut ya" ucap Citra.
Adel manggut-manggut tanda setuju,lalu berlalu masuk ke dalam mobil.
*******
Sesampainya di rumah sakit Bunga segera mendapatkan pertolongan gawat darurat.
Adel menunggu di luar dengan muka pucat pasi karena takut bunga kenapa-napa.
"Eh Del tadi gimana sih bunga kok bisa pingsan?" Tanya Citra sambil menenangkan Adel.
"Gue tadi liat kalo bunga tuh lagi telponan sama papanya tapi dia tuh belum sempat ngomong apa-apa udah pingsan" ucap Adel.
"Kok bisa ya? Pasti ada yang ga beres nih, pasti bunga dapat kabar yang buruk" ucap Citra.
"Ini gue bawa" jawab Adel sambil menyodorkan ponsel bunga.
"Gue mau telfon orang tuanya dulu ya" ucap Citra.
Citra mencoba menelepon kedua orang tua bunga tapi tak ada jawaban sama sekali mereka sama-sama tidak aktif.
"Duh ga ada yang bisa dihubungin nih " ucap Citra gelisah.
"Oh iya bi emang orang tuanya bunga pergi kemana sih?" Tanya Citra kepada pembantu bunga.
__ADS_1
"Katanya sih mau keluar kota karena ada bisnis terus sekalian refreshing gitu" ucap wanita paruh baya itu.
"Kalo cuma gini sih pasti salah satu dari mereka seharusnya bisa dihubungin dong" ujar Citra.
Saking gelisahnya Adel pergi ke toilet rumah sakit.
Tetapi dia melihat sesuatu yang aneh, dia melihat sosok Yosie sedang di depan toilet cowok.
"Loh itu kan Yosie, kenapa dia ada disini ya?" Batin Adel bingung.
Adel pun mengikuti kemana Yosie pergi,ternyata Yosie masuk kedalam salah satu ruangan inap.
Adel mencoba mengintip dari celah pintu masuk kamar,dia melihat bahwa Yosie bersama seorang wanita yang sedang terbaring lemah.
"Permisi,mbak ini siapa ya?" Tanya seorang suster kepada Adel.
"Eh eh eng enggak saya mau njenguk orang yang ada di dalam kamar ini" ucap Adel terbata-bata karena gugup.
"Oh gitu ya, sementara pasien belum boleh dikunjungi siapapun selain pihak keluarga" ucap suster itu.
"Yasudah saya permisi ya mbak" ucap suster itu sambil berlalu meninggalkan Adel.
Adel sebenarnya penasaran dengan siapa wanita yang
sakit itu.
__ADS_1
"Udah ah yang lebih penting gue ke ruangan bunga sekarang" ucap Adel dalam hati sambil berjalan menuju ruang dimana bunga ditangani.