
FLASHBACK ON
Gembira itulah yang dirasakan oleh gadis itu. Dia terlahir dari keluarga sederhana,dibesarkan oleh sesosok ayah yang menjadi panutannya, karena ia tak akan bisa merasakan kasih sayang dari seorang ibu,sebab telah meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya.
Hatinya senang hingga sinar malam dari cahaya bintang pun ikut menemani kebahagiaannya. Bukan karena mendapat uang atau pujian melainkan karena angan-angan mimpinya kini jadi kenyataan. Sekolah dikota itulah jawabannya. Ia menginginkannya sejak kecil dan kini saatnya ia mengarungi impiannya itu. Bagi gadis desa sepertinya itu hanyalah impian belaka karena hal-hal yang tidak memungkinkannya tercapai,tapi tidak baginya.
Walaupun ayahnya tak merestui keinginannya, Dia tetap yakin bahwa dia bisa. Ayahnya pun sudah tak sanggup berdebat dengan anak semata wayangnya itu. Akhirnya ia mengalah dan merestui keinginannya.
Malam ini adalah malam terakhir ia dideaa kelahirannya karena besok akan berangkat menuju cahaya yang memberikannya hidup layak. Setelah lelah mengemasi barang-barang bawaannya ia berbaring bersama boneka kesayangannya dan terlelap. Malam pun telah larut, serangga-serangga yang sebelumnya mengeluarkan bunyi berisik telah kembali ke kediamannya. Begitu pula gadis itu telah mengarungi bunga tidurnya.
__ADS_1
****
Pagi telah tiba ayam jantan berkokok sahut sahutan satu dengan yang lainnya. Udara yang dingin tak mengurungkan niat gadis dengan paras cantik bak bunga melati suci itu,siapa lagi kalau bukan Adelia Rahmawati putri Pak Indro sang bunga desa untuk segera berangkat ke kota.
Ia mengenakan celana legging dan jaket jeans yang menambah keelokannya ditambah dengan sepatu sport dengan memanggul tas ransel.
Ia berdiri di depan rumahnya menunggu sang ayah yang akan mengantarnya ke stasiun.
Mereka segera berangkat menggunakan kendaraan becak tua milik mereka,karena setiap hari pak Indro mencari nafkah bersamanya.
__ADS_1
Sang Surya kehidupan rupanya sudah muali menampakkan sinarnya,sang ayah anak satu ini terus mengayuh pedal becak tak kenal lelah. Itu semua ia lakukan untuk kebahagiaan putri semata wayangnya .
Cemas terlihat pada raut muka Adel dengan sesekali melihat jam yang ada ditangannya. Jadwal keberangkatan kurang 30 menit lagi,Adel meminta ayahnya untuk mengayuh becaknya lebih cepat
****
Tidak lama kemudian, atap bangunan stasiun pun sudah terlihat, mereka merasa lega. Pak Indro hanya mengantarkan Adel sampai luar stasiun. Setelah beberapa kali berpelukan, Pak Indro memberi beberapa nasihat kepada anak emasnya itu.
"Nak,tolong ingat-ingat nasihat ayah ya,kamu kan akan ke kota,disana itu lingkungannya beda sama didesa jadi kamu harus sangat berhati-hati ya!" Laki-laki paruh baya itu berhenti sejenak menghela nafas, "Yang utama tetap ingat kepada sang pencipta,harus jujur dalam situasi apapun,dan selalu menghubungi ayah ketika ada masalah" ucap pak Indro mengakhiri petuahnya.
__ADS_1
"Iya yah, Adel pasti akan mengingat-ingat pesan ayah kok,Yaudah Adel berangkat ya,dirumah ayah juga harus jaga diri baik-baik jaga kesehatan jangan lupa!" Ucap Adel sembari mencium tangan ayahnya itu.
Langkah mantab Adel mengiringi keberangkatannya sesekali menoleh wajah haru ayahnya yang tetap berdiri ditempat yang sama,hingga ia masuk kedalam stasiun.