DUA BAYANGAN

DUA BAYANGAN
EPS.3


__ADS_3

Masih flashback


Sekarang Adel telah duduk didalam kendaraan panjang itu, Ia duduk dipinggir jendela menikmati keindahan alam yang masih alami. Sementara itu Pak Indro memutar balik kendaraannya dan mulai mengayuh becak tua kesayangannya itu ke pasar. Dimana seperti biasa ia mencari nafkah dengan tenaga kayuh becaknya mengantar,jemput penumpang.


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, sinar mentari yang terik tepat diatas kepala. Udara yang panas dan berdebu membuat orang yang lalu lalang kepanasan. Nampak beberapa orang membawa kemoceng, kipas untuk dijual. Karena benda itulah yang berguna saat itu.


Seperti halnya yang dirasakan oleh Adel, gadis itu nampak bingung kepanasan, karena inilah kali pertama ia menginjakkan kakinya di kota. Setelah sampai di stasiun kota ia berjalan ke Utara menyusuri jalan setapak menuju tongkrongan ojek.


****


"Permisi pak saya mau tanya disini ada kontrakan kosong daerah mana ya pak?" Tanya Adel sopan.


"Didaerah gang ****** kayaknya ada Neng" jawab lelaki paruh baya berkumis yang bernama pak Tamrin itu.


"Mau cari kontrakan ya Neng?" Tanya lelaki berjaket hitam disamping pak Tamrin.


"Iya pak, saya mau cari kontrakan yang dekat dengan SMAN 1 ***** , kira-kira dimana ya?" Tanya Adel kembali.


"Oh iya betul,gang ****** juga lumayan dekat sama sekolah itu, Ayo mari bapak antar!" Ucap pak Tamrin menawarkan.


"Iya pak terimakasih" jawab Adel setuju.

__ADS_1


Pak Tamrin segera menyerahkan helm motornya dan menyuruh Adel naik. Mereka langsung melaju pesat kearah timur melewati alun-alun kota.


"Eh Neng aslinya orang mana?" Tanya pak Tamrin membuka obrolan.


"Saya dari desa ******* pak". Jawab Adel.


" Oh ******* to, saya juga punya saudara disana tapi sudah lama ndak berkunjung" cerca pak Tamrin.


"Oh kalau berkunjung ke sana mampir juga ke rumah ayah saya ya pak, namanya pak Indro!" Ujar Adel.


" Emm iya kapan-kapan saya kesana" balas pak Tamrin.


Sesekali Adel mengelap keringat yang membasahi keningnya dengan sapu tangan kesayangannya itu.


" Nggak kok Neng bentar lagi sampai kok" balas lelaki berkumis itu.


****


Sekitar lima menit kemudian, pak Tamrin menghentikan laju motornya didepan rumah tuan kontrakan yang bernama Bu mawar.


" Nah ini Neng udah sampai di rumah yang punya kontrakan!" Ujar pak Tamrin.

__ADS_1


" Oh iya pak terimakasih" ucap Adel.


Adel melangkahkan kaki ke teras, sebelumnya ia sempat kagum dengan rumah aestetic berlantai dua itu.


" Permisi , assalamu'alaikum" ucap Adel sambil mengetuk pintu.


" Iya sebentar" ucap si tuan rumah sambil membuka pintu.


" Oh pak Tamrin to, sama siapa ini kok cantik banget" tanya wanita paruh baya itu sambil mempersilahkan masuk.


Setelah duduk, pak Tamrin menjelaskan maksud kedatangannya bersama Adel. Wanita yang akrab dipanggil Bu mawar itu manggut-manggut mendengar penjelasan pak Tamrin.


"Sebenarnya masih ada satu kontrakan di ujung gang, tapi sudah lama tak berpenghuni,mungkin sudah berlumut lah ya" cercah Bu mawar.


" Kalau nak Adel mau juga gapapa" lanjutnya


"Tentu saja saya mau Bu Karena saya benar-benar membutuhkan tempat tinggal disini" ucap Adel setuju.


****


Adel sempat terkejut melihat hunian yang akan ia tempati,kumuh,berlumut,tak terawat itulah yang ada dipandangannya. mau tak mau dia harus menerimanya.

__ADS_1


" Yaudah bapak kembali kerja dulu ya, semoga betah" ucap pak Tamrin berpamitan.


__ADS_2