
Masih flashback ya
Matahari telah merangkak naik, mengeringkan embun-embun pepohonan, burung-burung pun antusias berkicau. Suasana pagi yang hangat sesuai dengan rasa hati Adel yang bahagia.
Hari ini hari senin, hari pertama ia bersekolah, dia sudah mempersiapkan segalanya sejak pagi-pagi buta dan kini ia telah berada di jalan menuju sekolah.
Suasana pagi dikota sangat berbeda jauh dengan di desa. Masih pukul 06.30 tapi kendaraan lalu lalang di jalan membunyikan mesin yang bising telah memenuhi pendengaran. Namun Adel melenggang dengan cepat seperti orang tang takut ketinggalan kereta tanpa memedulikan hal-hal di sekitarnya.
Sepuluh menit pun berlalu kini Adel telah berada di depan sekolah bercorak biru tua yang berlantai empat itu. Ia nampak takjub dengan suasana, tanpa disadari Ia melamun di depan gerbang menghalangi orang lain lewat.
"Tiin....tiin.....tiin...." suara klakson motor membuyarkan lamunannya. Ia segera berbalik badan dan ternyata ada seorang cowok yang tidak asing baginya, cowok berkacamata yang mengendarai sepeda bebeknya.
"Kenapa ada cowok itu lagi sih" batin Adel dalam hati. Tanpa basa-basi Adel pun minggir, dan cowok itu tancap gas tanpa mengucapkan sepatah kata pun lalu memarkir sepedanya di ujung tempat parkir yang teduh.
Adel segera menuju ke kelas melewati banyak koridor-koridor bergaya klasik itu. Adel masih memikirkan cowok itu "ngapain sih gue harus satu sekolah sama dia " tanya Adel dalam hati.
Adel sedikit gugup ketika dia menjadi sorot pandangan kakak- kakak seniornya. Ia berusaha terlihat tenang dihadapan mereka dan menebarkan senyum manis dengan lesung pipinya.
Ia berbelok masuk setelah ke ruang kelasnya. Ia masuk dengan anggunnya tapi tak ada suara sepatah pun orang mengobrol semua sibuk dengan ponselnya masing-masing.
"Ih ini kelas atau kuburan sih sepi amat" batin Adel dalam hati.
Setelah mencari tempat duduk dia mencoba bergabung dengan teman-teman perempuan barunya. Tetapi mereka nampak sinis ketika melihat Adel yang polos itu. Tapi akhirnya adel berkenalan dan mulai akrab.
******
"Kriing...kriiing....kriing..." bunyi bel tanda istirahat pun berbunyi. Siswa siswi SMAN 1 ***** itu nampak berhamburan keluar, ada yang ke kantin,perpustakaan atau hanya duduk-duduk di depan kelas sambil mengobrol.
__ADS_1
Tak terkecuali Adel, bersama 3 teman barunya itu melesat menuju kantin. Walaupun masih siswi baru mereka selalu menjadi sorotan teman-temannya karena apalagi kalau bukan paras mereka yang cantik-cantik.
"Kita duduk disitu yuk!" Ajak cewek berambut keriting yang bernama bunga itu, sambil menunjuk meja kantin di pojokan.
"Eh Bung, masa iya kita harus duduk di pojokan kayak gitu nggak ah!" Ucap Citra menolak ajakan Bunga.
"Terus Lo mau duduk dimana mau makan sambil berdiri apa yang jelas-jelas Gaada tempat duduk lain selain disitu" cercah Bunga kesal.
"Ya elah yaudah deh terpaksa gue, daripada harus makan berdiri" ucap Citra tak bersemangat.
" Yaudah ayok daripada kalian ribut mulu mending kita langsung pesen menu makanan aja,kasian nih perut gue udah koar-koar" ucap Lala di tukang makan.
"Emmm gue mau pesen fried rice sama jus avocado aja deh" ucap Lala.
" Eung gua pesen apa ya?" Ucap Citra yang bingung mau makan apa.
Adel kaget namanya dipanggil, "Eh eh kenapa?" Tanya Adel bingung.
"Ah elah lu mah kesini mau ngapain kalau kagak makan?" Ucap Bunga kesal.
"Emmm aku pesen nya samain aja deh sama kamu!" ucap Adel
" yaudah oke pesen meatball nya jadi 2 ya" ucap Bunga.
Beberapa menit kemudian pesanan mereka datang. nampak pelayannya adalah cowok seumuran mereka. apalagi kalau cowok itu culun pasti selalu diolok2 teman-temannya.
"Kenapa cowok itu lagi sih?" ucap Adel dalam hati sambil memutar bola matanya tanda muak akan penglihatannya.
__ADS_1
"Eh lu tuh ya malu-maluin banget sih kakak kelas macem apa tuh? harusnya Lo tuh gausah sekolah disini kalau ga kuat bayar!" ucap Citra sinis.
Adel menebak kalau cowok itu bakal marah besar karena di olok2 apalagi sama Adek kelas. tapi ternyata tidak cowok itu hanya diam dan pergi.
"dasar cowok ga tau diri lu cowok apa banci sih?" ucap Citra mengejek lagi.
"Udah ah Cit kasian juga Lo tuh cowok!" ucap Bunga menasihati Citra.
"Tau ah gue cuma sebel aja gitu harus liat mukanya yang menjijikan iuhhh" ucap Citra.
"Eh btw rumah Lo dimana Del?" tanya Bunga pada Adel.
"emmm aku sih disini cuma ngontrak aja karena orang tua di desa" jawab Adel santai.
"Haaa ngontrak?" ucap mereka bertiga bingung
Adel kaget mereka bertanya seperti itu. dia ingat ini bukan lingkungan desa lagi ia ada di kota dengan manusia2 kaya seperti mereka.
" duh gimana nih gue harus jawab apa?" cercah Adel dalam hati yang kebingungan.
" Santai aja kali itu mah dulu kalau sekarang ya nggak lah mana mau gue tinggal di rumah kontrakan." ucap Adel berbohong.
" ya elah lu mah bikin gue syok aja" ucap Lala
" lah masa cantik-cantik tinggalnya dikontrakkan iya nggak girls?" ucap Citra. yang dijawab dengan anggukan kedua temannya itu.
"Oh iya alamat nya dimana tuh siapa tau ada waktu senggang bisa main ke rumah Lo?" tanya Bunga
__ADS_1
Jantung Adel berdegup kencang ia bingung mau jawab apa dia takut kalau sampai mereka beneran kerumahnya.