
LANJUT FLASHBACK
Vito menoleh ke arah suara itu berasal.
"Tumben nih anak gercep maju?" Batin Vito.
"Mau cari mati Lo?" Sentak Vito lalu mendekati cowok itu yang tak lain adalah Yosie.
"Gue cuma mau Lo jangan memperlakukan dia kayak gitu!" Sahut Yosie.
"Emang kenapa? Masalah? Emang cewek itu pacar Lo? Bukan kan?" Cercah Vito emosi.
"Gue emang bukan siapa-siapa dia tapi gue berhak ngelindungi orang yang diperlakukan kasar sama cowok yang ga punya hati kayak Lo" ujar Yosie tegas.
"Nekat banget Lo ya?" Gertak Vito lalu menarik kerah baju Yosie.
Adel yang syok melihat kejadian itu segera sadar dan melerai mereka.
"Stop deh kalian kayak anak kecil aja" ucap Adel dengan nada tinggi.
"Gua pusing tau nggak ngelihat kelakuan kalian!" ucap Juno yang sedari tadi hanya diam terpaku melihat mereka.
"Apa kalian mau gue laporin ke kepala sekolah?" Ucap Adel tiba-tiba.
Namun keduanya masih belum bisa damai akhirnya Yosie mengalah.
Yosie melepas paksa tangan Vito yang tetap menarik kerah bajunya itu.
"Lo takut sama gue?" Tantang Vito sambil memainkan alisnya.
"Gue kan bilang, gue cuma mau ngelindungi tuh anak bukan nantang Lo!" Ucap Yosie dan hendak berlalu
__ADS_1
meninggalkan tempat.
"Eh ga bisa gitu dong, Lo mau kabur dari masalah?" Tanya Vito dengan nada sengit.
"Dasar pengecut" Vito mengumpat.
Namun Yosie tak peduli akan ucapan Vito, ia tetap melangkahkan kakinya dengan cepat.
Tanpa basa-basi Adel segera mengikuti langkah Yosie.
"Dasar 2 alien psikopat" ejek Vito.
"Udah puas ngelampiasin emosi Lo?" Tanya Juno mendekati Vito.
"Yah belum lah lagi pula Lo juga belum gue hardik" ucap Vito cengengesan.
******
"Lo ga papa kan?" Tanya Adel cemas kepada Yosie.
Namun Yosie tak membalas pertanyaan Adel, dia malah sibuk membenahi posisi motor bebeknya itu.
"To the point" sahut Yosie cepat.
"Haaa?emmm...iya iya" jawab Adel gugup.
Adel mengambil nafas dalam-dalam supaya lebih tenang.
"Jadi kemarin itu isi suratnya adalah mamah Lo nyuruh gue tinggal serumah sama lo!" Ujar Adel.
__ADS_1
Mata Yosie terbelalak kaget campur kecemasan.
"Gila apa?" Sahut Yosie.
Adel hanya mengangguk dan menunduk gelisah.
"Demi apa mamah nyuruh orang yang belum dia kenal bahkan belum tau kepribadiannya kayak apa" ucap Yosie sambil membuang muka ke samping.
"Yah gue sendiri juga kaget banget, tapi emang gitu kenyataannya" sahut Adel meyakinkan.
"Tapi kata mamah Lo, kamu tuh udah cerita-cerita gitu tentang gue, emang iya?" Tanya Adel polos
Pipi Yosie merah memendam malu.
Sejujurnya sejak Yosie bertemu Adel, dia telah menaruh hati dan menganggap Adel adalah orang yang istimewa baginya.
Dan Yosie sudah menceritakan bahkan memuji Adel ke mamahnya.
"Enggak pernah tuh, gue cuma ngenalin Lo ke mamah waktu di rumah sakit aja itu juga cuma sekedar nama" jawab
Yosie santai.
"Ooh gitu" sahut Adel ragu.
"Yaudah gue mau pulang" ujar Yosie tiba-tiba tanpa memperdulikan Adel, karena kepalanya mendadak pusing.
"Gaada niatan buat boncengin gue gitu? Udah siang, panas lagi" gerutu Adel lirih.
Adel heran Yosie tidak segera berlalu pulang malah diam diatas jok sepeda bebeknya itu.
"Katanya mau pulang?" Ucap Adel ketus.
__ADS_1
"Emang Lo kira gue budek apa? Cepetan naik" sahut Yosie kesal.