Dua Jiwa Mengubah Takdir

Dua Jiwa Mengubah Takdir
BAB 1


__ADS_3

Gadis kecil berusia 10 tahun yang memiliki tubuh pendek yang tidak sesuai dengan usianya, tubuh kurus dengan kulit kekuningan, rambut hitam kecokelatan nya yang tampak kusam seperti kekurangan gizi, tengah menyapu halaman di depan rumahnya.


Gadis kecil bernama Eilaria itu tengah tersenyum ke arah bangku taman, di mana diletakkannya sebuah boneka dalam posisi duduk di atas bangku taman.


.


.


.


Boneka itu di temukan Eilaria saat dia berusia 4 tahun. Saat itu dia sedang bermain sendirian di danau, yang letaknya tidak jauh dari rumahnya. Eilaria secara tidak sengaja melihat sesuatu yang bersinar, tersangkut di tepi danau.


Dengan penasaran, Eilaria kecil berjalan mendekati tepi danau dan berusaha meraih benda yang dilihatnya itu, dengan berpegangan pada sebuah akar pohon agar tidak terjatuh ke dalam air.


Mengetahui bahwa yang dia raih adalah sebuah boneka yang kotor dengan tanah basah, dia dengan mata berbinar membawanya pulang secara diam-diam.


Sesampainya di rumah, Eilaria kecil membersihkan kotoran yang menempel di wajah, rambut dan tubuh boneka, lalu mencuci juga menjemur pakaian boneka itu.


Eilaria kecil juga secara tidak sengaja menemukan kata 'Alicia', yang tertera di belakang leher boneka pada saat menyisir rambut kusut boneka itu.

__ADS_1


Eilaria begitu takjub bahwa dia bisa membaca kata dengan tinta berwarna emas tersebut dengan sangat jelas, seolah-olah kata tersebut sudah tertanam di dalam pikirannya. Karena dia tahu, bahwa di usianya saat ini, dia hanya bisa membaca beberapa patah kata saja. Yang lebih aneh lagi bila ditempatkan di bawah cahaya yang terang, kata tersebut akan berkilauan seperti yang dilihatnya di tepi danau tadi.


'Alicia...???Umm...seperti sebuah nama!!!'


Eilaria kecil menatap dengan mata berbinar lalu berpikir sebentar ' Alicia, itu mungkin nama bonekanya? ', jadi dia tidak perlu berjuang keras memikirkan nama yang cocok untuk si boneka nanti.


Setelah dirasanya semua sudah bersih dan kering, Eilaria memakaikan kembali pakaian imut bonekanya.


Eilaria kecil membuka mulut kecilnya dengan wajah tidak percaya, boneka kotor yang dia temukan di tepi danau itu, begitu cantik setelah dibersihkan.


Rupanya sangat berbeda dari boneka yang dibelikan Ayah untuk kakak perempuannya Lilith di hari ulang tahunnya, jika dibandingkan, itu bagaikan langit dan bumi.



Karena Eilaria merasa bonekanya terlalu cantik, dia berpikir untuk menyembunyikan bonekanya dengan aman di ruangan rahasia yang berada di dalam lemari pakaiannya. Sehingga Lilith tidak akan tahu kalau dia memiliki boneka yang lebih cantik dari miliknya. Jika tidak, Lilith akan mengambilnya secara paksa.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


"Lilith satu tahun lebih tua dariku, dia selalu menggertak ku di banyak kesempatan, bahkan Ayah dan Ibu lebih membela Lilith daripada diriku." keluh Eilaria dengan mata berkaca-kaca pada Alicia.


Selama 6 tahun ini, Eilaria akan bermain bersama Alicia diam-diam di kamarnya. Hari ini Ayah dan yang lainnya sedang pergi, jadi dia bebas bermain dengan Alicia di luar, meskipun tidak bisa di sebut bermain juga. Karena dia sedang melakukan pekerjaan rumah, dari menyapu, mengepel, mencuci, bahkan memasak, dan lain-lain. Jika pekerjaannya tidak selesai, dia akan di pukuli dan tidak di beri makan.


Dengan begitu Eilaria selalu meletakan Alicia tidak jauh darinya, dia juga bisa berbicara dengan Alicia. Jika sewaktu-waktu mereka pulang, Alicia bisa cepat disembunyikannya.


Saat sedang asyik-asyiknya bersenandung sambil menyapu, Eilaria mendengar suara deru mesin mobil dari jauh, dia membelalakkan matanya buru-buru meletakan sapu, mengambil Alicia dan berlari menuju pintu masuk rumah, bergegas menuju kamarnya yang berada di lantai pertama dekat kamar pembantu.


Setelah menyembunyikan Alicia dengan aman, merapikan pakaiannya yang kusut, lalu menyeka keringat yang menetes di dahinya, dia menghirup napas dalam-dalam, lalu berjalan dengan normal kembali ke halaman depan.


"Eilaria, kenapa kau itu hanya berdiri diam di sana, cepat bawa barang-barang ini masuk!!!" Dia melihat Lilith keluar dari mobil, berteriak memanggilnya. Ayah, Ibu dan saudara laki-lakinya Lyle juga keluar dari mobil, menatapnya dengan kesal.

__ADS_1


__ADS_2