Dua Jiwa Mengubah Takdir

Dua Jiwa Mengubah Takdir
BAB 7


__ADS_3

Eilaria yang mendengar perkataan Alicia hanya tersenyum sedih. Jika jiwa bisa menangis, mungkin air mata akan terus mengalir di pipinya tanpa henti saat ini.


Boneka 'Alicia' yang perlahan tenggelam ke dasar danau tampak berbicara sendiri.


"Mengapa Aku masih bisa berbicara...???"


"Benda apa yang digunakan Alicia untuk wadah jiwaku...???"


"Lagipula, nama Alicia ini tampaknya tidak asing..." ucap Eilaria, lalu membelalakan matanya setelah menyadari sesuatu.


"Bukankah Alicia nama boneka yang kutemukan...?! Jadi apa sebenarnya boneka itu?" tanya Eilaria tampak bingung.


Dia menundukan kepalanya, lalu ketika melihat sekilas jari-jari boneka yang bisa dia gerakkan, pikirannya menjadi lebih jernih.


"Jiwaku benar-benar berada di dalam tubuh boneka, lalu bagaimana Aku bisa mati?" ucapnya pahit.


"Aku masih bisa bernapas," ucap Eilaria dan membuat jiwanya tampak mengecil dengan menyedihkan.


"Ngomong-ngomong, sudah lama sekali aku tenggelam, mengapa belum juga sampai ke dasar?" ucapnya lagi. Lalu jiwanya mulai kembali ke ukuran semula, menoleh kan kepala boneka ke kanan dan ke kiri, hanya tampak kegelapan yang menakutkan. Juga di depannya, dia masih bisa melihat cahaya dari permukaan danau.


"Lebih baik Aku memejamkan mata sejenak, siapa tahu saat Aku membuka mata, Aku sudah mencapai dasar danau," ucap Eilaria yang mulai menutup matanya, berlanjut hingga dia tertidur pulas.


.


.


.


Merasakan sesuatu yang tidak di kenal datang mendekat, Cahaya Emas di dalam tubuh boneka 'Alicia' tampak bereaksi dengan cepat melindungi tubuh boneka.


Lalu beberapa detik kemudian, muncullah Cahaya Ungu menyala yang melesat secepat kilat menelan keseluruhan tubuh boneka 'Alicia' dan menariknya ke dalam Pintu Dimensi yang terbuka.


Setelah Cahaya Ungu menghilang dari pandangan, Pintu Dimensi di dasar danau pun tertutup dengan rapat dan menghilang.


.


.


.


.


.


Kerajaan Alastrine


"Kalian sudah menemukannya?!" ucap Raja Argaleon, dengan dingin dan tampak gelap, tetapi jejak kekhawatiran tidak dapat di sembunyikan dari nada bicaranya.

__ADS_1


"Maafkan kami Yang Mulia, kami sudah mencarinya kemana pun, tetapi jejak Yang Mulia Putri menghilang begitu saja. Terakhir kali para pelayan melihatnya, saat ketika Yang Mulia Putri pergi ke arah Taman Kerajaan," ucap salah satu Pemimpin Ksatria, Wimark of The Fire.


"Bukankah, Aku menugaskan Wymer untuk menjaganya. Di mana...?!! Dia sekarang...?!!" Tanya Raja Argaleon, dengan tajam Aura Pembunuh bercampur dengan Aura Emas Keluarga Kerajaan, menambahkan tekanan berat kepada para Ksatria Kerajaan.


"Yang Mulia... kami juga... tidak tahu... keberadaan Wymer... saat ini..." ucap Pemimpin Ksatria, Louve of The Ice, terputus-putus. Merasakan tekanan Aura yang berat yang menyiksa dari sang Raja, keringat dingin mulai muncul di dahinya.


"Tsk... Aku akan mencarinya sendiri... " ucap Argaleon sambil mendecakan lidah, lalu menghilang dalam sekejap mata.


Para Ksatria yang terbebas dari tekanan Aura yang berat dari Yang Mulia Raja Argaleon, menghela napas lega. Lalu saling menatap satu sama lain, dengan sudut mulut mereka yang tampak berkedut secara bersamaan.


Yang Mulia Tuan Putri, telah menghilang satu jam yang lalu dan pencarian mereka juga terbatas di kisaran Istana Putri dan Istana Kerajaan.


Mereka tidak mecari di luar Istana Kerajaan, karena tidak memungkinkan untuk menyelundupkan seseorang keluar dari Istana tanpa pemeriksaan yang ketat. Mereka sudah mengitari Istana Kerajaan untuk ke-3 kalinya tetapi tidak membuahkan hasil.


.


.


.


.


.


Calder Helion yang tengah berjalan keluar dari Istana Pangeran Pertama, Archon Auvamor, bermaksud melewati Taman Kerajaan untuk kembali ke Menaranya. Tetapi dia berhenti seketika saat melihat sosok yang dikenalnya menghilang tiba-tiba, menimbulkan kecurigaan di raut wajahnya.


.


.


.


Saat sedang mengikuti Yang Mulia Putri Alicia di dalam bayangannya, tiba-tiba dia ditarik oleh daya hisap yang kuat ke dimensi ini dan kehilangan jejak Yang Mulia Putri.


'Apakah itu manusia...???' batin Wymer of The Shadow saat melihat pemandangan di depannya. Dia melihat sosok berpakaian hitam dengan tudung yang menutupi wajahnya dan tangan kurus seperti tulang tengkorak melambai-lambai di depan sebuah danau.


Wymer melihat keadaan sekelilingnya, lalu bergidik ngeri melihat pemandangan seperti hutan mati tersebut. Banyak tulang-tulang hewan berserakan di tanah, pohon-pohon yang layu dengan batang berwarna hitam arang dan tanah hitam yang tidak ditumbuhi rumput satu pun di sekeliling danau, menambah kesan suram di tempat ini.


Keberadaan yang paling aneh diantara yang lain adalah danau yang tampak sangat indah di depannya, seolah-olah itu adalah ilusi yang diciptakan dengan Sihir Tingkat Tinggi. Memiliki kesan lebih menyeramkan dari yang lain.


Setelah beberapa saat merenung, tiba-tiba sepasang tangan yang kuat, memakai sarung tangan hitam menutup mulutnya dan sebelum dia sempat ingin menjerit.


'Ssst... ' dia mendengar isyarat diam dari telepati, Wymer segera menoleh ke belakang mendapati bahwa yang menghentikannya berteriak adalah Tuan Helion dari Persatuan Penyihir dan dia tampak lega dan dengan bingung bertanya,


'Tuan Helion, apa yang Anda lakukan di sini...???'


'Bagaimana denganmu...' batin Calder dengan nada datar.

__ADS_1


'Saya tiba-tiba di bawa masuk ke dimensi ini oleh sesuatu,' batin Wymer membalas.


Calder melepaskan tangan yang menutupi mulut Wymer, mengerutkan kening dan bertanya,


'Bukankah kau tau tempat apa ini?'


'Tidak tahu...' Wymer dengan wajah kosong menjawab.


Memutuskan sambungan telepati, Calder berpikir bahwa mereka yang mengikuti melihat percobaan saat itu, tampaknya telah di hapus ingatannya. Wymer salah satu orang yang berada di tempat kejadian tersebut, dia juga datang bersama Raja Argaleon waktu itu.


Calder menatap Wymer lalu bertanya lagi,


'Lalu dimana Yang Mulia Putri Alicia?'


'Tidak tahu... hanya ada Aku sendiri di sini...!!!' balasnya panik dan dengan wajah khawatir. Dia melupakannya bahwa dia seharusnya bersama Yang Mulia Putri Alicia sekarang.


Calder tidak melanjutkan bertanya, melihat sosok jubah hitam itu, yang tidak asing olehnya.


'Calla Greame... ternyata selama 100 tahun dia bersembunyi di tempat ini dan kebodohannya masih belum diperbaiki.' Calder Helion menggelengkan kepalanya dan dengan datar mengeluarkan Mana yang tampak tipis seperti benang, meniupnya menuju ke arah Calla.


"AHHHHHHH..." Tiba-tiba teriakan keras terdengar dari Calla. Sebelum dia sempat memahami situasi, otaknya sudah di ledakan dan tangan tak kasat mata menarik jiwanya masuk ke dalam botol transparan, yang di dalamnya terdapat Api Suci yang dapat menghancurkan jiwa dalam sekejap.


Benang Mana itu bergerak ke balik tudung Calla, memasuki telinga dan menyerang otaknya hingga meledak.


"CALDER HELION, APA YANG SEDANG KAU LAKUKAN PADAKU...?!!!" Teriakan Calla terdengar dari dalam botol transparan. Tampak Calla tengah menjauhkan jiwanya dari Api Suci.


Calder segera mengambil botol transparan itu, mengguncangnya sebentar, dan berkata,


"Kau akan segera tahu apa yang akan Aku lakukan padamu, tapi tenang saja hal itu pasti lebih baik dari saat ini," ucapnya dengan datar.


Calla bergidik ngeri, dia tahu Calder akan membalas dendam padanya, dia menyalahkan kebodohannya yang selalu tidak berhati-hati. Dia hanya dengan pahit menerima kenyataan bahwa dia tertangkap dengan mudah di tangan Calder.


Wymer yang melihatnya tampak tercengang, dengan mulut terbuka lebar.


.


.


.


.


.



* Visual Calder Helion sumber Google.

__ADS_1


__ADS_2