
"Ahahahaha... Calla Bodoh... akhirnya tertangkap oleh Calder... hahahahahaha..." Tawa gemerincing bel tampak bergema di dalam dimensi. Calder melirik peri kecil yang tengah tertawa di balik batu.
"Apa yang dilakukan peri kecil Elf di sini?" tanyanya datar.
Peri kecil itu menghentikan tawanya, lalu mendongak dan melihat Calder yang tengah mengawasinya.
" Peri ini, bukankah bawahan Putri Elf Mylaela Lutris? Kenapa Putri Elf ada di tempat ini?" Wymer menyentuh dagunya tampak heran.
Peri kecil menatap Calder dengan berbinar, lalu berceloteh riang. "Calder... Calder... Kau tahu, Putri Mylaela mendapat misi dari Yang Mulia Raja Lutris, misi yang sangat rahasia..." ucapnya penuh semangat.
Lalu menceritakan bagaimana perjuangan Putri Elf memohon kepada sang Ayah untuk memberinya misi memperbaiki hutan ini dengan bangga, seolah tengah menceritakan kisahnya. Lalu menceritakan bagaimana dia melihat Calla Bodoh tengah tertawa di tepi danau memegang mainan boneka.
Sudut mulut Wymer mulai berkedut setelah mendengarnya, 'Bukankah katanya misi itu rahasia'. Menggelengkan kepala dan menepuk jidatnya. Tetapi merasa lega, bahwa danau itu bukan ilusi melainkan bagian perbaikan yang di lakukan oleh Putri Elf sendiri.
"Gara-gara Peri Bodoh ini Aku gagal lag-... AHHHH... ELF BODOH...!!! APA YANG KAU LAKUKAN...!!! JANGAN GUNCANG... JANGAN GUNCANG KE ARAH SANA...!!!" sosok cantik dengan telinga runcing, tubuh tinggi dan ramping, yang termasuk dalam Klan Elf tiba-tiba muncul dan menyambar botol transparan dari tangan Calder, lalu mengguncang botol itu dengan kencang.
*Visual Mylaela Lutris sumber Google.
"Siapa yang kau sebut bodoh ... HAH ...!!!" ucap Elf itu dengan marah. Lalu mengelus kepala kecil Lulu.
"Calla Bodoh... Calla Bodoh... Kau sendiri yang gagal dan apa hubungannya dengan Lulu?!!!" ucap Peri Lulu menggembungkan pipinya kesal.
__ADS_1
*Visual Lulu sumber Google.
"Jangan guncang lagi... Kyaaa, Apinya mendekat...!!!" Jiwa Calla menyusut di dekat tutup botol. Mylaela menoleh ke arah Calder dan Wymer.
"Calder? Kapan kau datang kemari?" tanya sosok itu yang adalah Mylaela. Lalu mengembalikan botol transparan kepada Calder.
"Aku hanya mengikutinya kemari," melirik sekilas ke arah Wymer.
Wymer yang melihat hanya mengangkat bahunya naik tak berdaya, menceritakan bagaimana dia bisa datang kemari pada Putri Elf Mylaela.
"Ahhh, mungkin saat Aku tidak sengaja menggunakan terlalu banyak kekuatan tadi," ucapnya merasa malu. Kekuatanya tidak terkendali sejenak, menyebabkan distorsi ruang dimensi.
"Lalu bagaimana dengan Calla? Mengapa Anda tidak memberitahu keberadaannya kepada kami? " tanya Wymer.
"Lulu juga mendengar Calla mengatakan sesuatu tentang 'Jiwa ke-100'. Apa maksudnya? Apa Dia mempelajari Sihir Terlarang?" tanya Mylaela pada Calder.
Calder terdiam sesaat dan berkata, "Beberapa saat yang lalu, Yang Mulia Pangeran Archon memintaku untuk datang ke Istana," Calder tidak menjawab pertanyaan Mylaela, tetapi mendekatkan botol transparan di tangan ke hadapan wajahnya.
"Kau tahu apa yang di minta Yang Mulia Pangeran Archon untuk di cari?"
"Ada total sembilan puluh sembilan orang yang telah menghilang dari saat kejadian seratus tahun yang lalu,"
"Selama tahun ini, belum terdengar berita tentang menghilangnya seseorang, tetapi beberapa saat yang lalu Yang Mulia Putri Alicia telah menghilang. Tidakkah Kau ingin mengatakan sesuatu Calla?" lanjut Calder mendekatkan Api Suci ke arah jiwa Calla.
Calla tampak menjerit kesakitan saat jiwa terus di bakar oleh Api Suci,
__ADS_1
"Aku tidak tahu... Aku sungguh tidak tahu...!!!" teriak Calla dengan panik.
"Kau bohong...!!! Aku melihatmu memegang boneka berambut pirang...!!!" ucap Lulu dengan marah.
"Soal itu Aku tidak tahu, gara-gara Peri Bodoh membuatku tersandung, boneka itu masuk ke dalam danau...!!! Lagipula Aku juga tidak pernah berhasil dalam seratus tahun ini...!!!" ucap Calla dengan mengeluh kesal.
Calder "....."
Mylaela "....."
Wymer "....."
"Sungguh Calder, kenapa Calla Bodoh bisa masuk ke Persatuan Sihir? Apakah Calla Bodoh lulus seleksi melalui pintu belakang?" tanya Lulu kepada Calder dengan tak tertahankan.
"......" Calder yang ditanya benar-benar tidak tahu dan tidak mengerti seberapa jauh tingkat kebodohan Calla dapat diperbaiki.
"Aku tidak bodoh, hanya saja keberuntunganku yang terlalu buruk... itu pasti." ucap Calla membela diri.
"Hanya itu nilai positifnya." ucap Calder datar.
"Pfft...hahahahaha..." tawa Lulu terdengar sangat keras.
"Bukankah itu hanya meyakinkan diri dan tidak belajar dari kesalahan." ucap Mylaela hanya tersenyum datar.
"Ya, sepertinya Aku akan memeriksa ulang informasi Calla, setelah kembali," ucap Wymer dengan datar.
__ADS_1