Dua Jiwa Mengubah Takdir

Dua Jiwa Mengubah Takdir
BAB 13


__ADS_3

BAB 13


Keluarga Raymond tengah mengemasi barang bawaan mereka bersiap-siap kembali ke Mansion Keluarga Russell. Mereka sebenarnya tidak ingin buru-buru pulang karena khawatir akan kesehatan kakek Russell. Akan tetapi, kakek Russell meminta mereka untuk segera pulang, sang kakek merasa dia sudah jauh lebih baik.


Raymond keluar dari kamar dan ingin turun ke lantai pertama untuk berpamitan pada kakeknya, sebelum menuruni anak tangga, langkahnya terhenti sejenak saat pandangannya melihat ke arah jendela kaca dari lantai ke langit-langit yang terdapat pada ujung koridor dekat dengan anak tangga. Dia berjalan mendekati jendela, mendongakkan kepalanya ke arah langit cerah yang mulai ditutupi awan gelap.


Jgeeer....


Kilat petir yang menyambar tampak terdengar dari langit. Raymond secara sekilas dapat melihat lintasan petir menuju ke arah rumah Keluarga Carlton dan membuatnya lebih takjub adalah petir itu hanya berderak di atas atap seolah tidak berbahaya.


Apakah ramalan cuaca hari ini tidak akurat Bukankah petir itu berbahaya jika mengenai sesorang? Bagaimana dengan gadis kecil yang Aku lihat waktu itu? batin Raymond, lalu dengan cepat melanjutkan langkahnya turun ke lantai bawah.


Sebelum mencapai akhir anak tangga, Raymond dapat melihat kedua orangtuanya tengah berbincang dengan sang kakek di ruang tamu. Raymond langsung menuju ke arah sofa kosong di sebelah ibunya.

__ADS_1


Ibu Raymond, Reyanna Clement menyadari seseorang telah berdiri di sebelahnya, lalu menoleh ke samping kiri dan mendapati wajah tampan dan dingin putranya yang sangat mirip dengan sang suami tengah menatap mereka dengan serius. Ayah mertuanya juga mengalihkan pandangan dari sang putra ke arah cucunya, lalu meminta Raymond untuk duduk di mana pun dia suka.


Raymond hanya duduk di sebelah sang ibu yang jaraknya paling dekat, lalu mengatakan, "Tidak bisa pulang, di luar akan hujan."


"Ya, cuaca tiba-tiba memburuk seperti ini, perjalanan kembali pun harus ditunda," ucap ayah Raymond, Ronan Russell dengan acuh tak acuh. Dalam hati dia sangat senang melihat putranya yang dingin dan pendiam berinisiatif memulai percakapan.


"Besok cuacanya, mungkin sudah jauh lebih baik," ucap Reyanna dengan lembut kepada putranya.


Raymond membuka mulutnya ingin mengatakan sesuatu tetapi kembali terdiam setelah melihat mata berbinar mereka. Tidak butuh waktu lama mereka akhirnya kecewa tidak ada kata-kata selanjutnya yang keluar dari mulut Raymond.


Orang tua dan sang kakek yang mendengarnya membelalakkan mata mereka. Berpikir sejak kapan Raymond peduli akan keselamatan seseorang.


Ronan dengan cepat menjawab, "Baiklah, Ayah akan meminta bantuan dari pihak Kepolisian, tidak itu terlalu lama lebih baik hubungi saja pihak Militer!"

__ADS_1


Plakkk ...


Gulungan kertas mendarat di kepala Ronan dan pelakunya adalah sang kakek yang raut wajahnya menunjukkan ketidaksabaran, ingin mengembalikkan kerasionalan sang putra. Mereka berdua akhirnya berdebat beberapa patah kata hingga Ronan menyerah dan kakek tersenyum bangga.


Reyanna hanya menggelengkan kepala melihat perilaku kekanak-kanakan mereka berdua dan kembali menatap anaknya dengan senyum lembut tertera di wajah.


"Ray, sayang, beritahu Ibu apa yang terjadi?" tanya Reyanna.


"Aku akan menjelaskannya nanti, kita harus cepat," ucap Raymond dengan serius firasatnya sangat buruk.


Raymond berpikir jika gadis kecil itu tidak segera diselamatkan, mungkin dia tidak bisa melihatnya lagi. Entah kenapa, hatinya terasa sakit setelah memikirkan kemungkinan itu.


"Gadis kecil? Apakah gadis kecil itu berambut hitam kecokelatan dengan iris abu-abu?" tanya kakek saat mengingat sesuatu dari perkataan Raymond.

__ADS_1


Raymond mengalihkan pandangan kepada sang kakek, lalu menganggukkan kepalanya dengan ringan yang berarti mengiyakan kalimat kakeknya.


"Gadis kecil itu namanya Eilaria, dia memang baik hati, senang menolong orang lain dan wajah yang selalu tersenyum riang itu seperti matahari kecil jika berada di dekatnya." ucap sang kakek tengah membayangkan gadis kecil imut yang selalu menyapanya. Sayang sekali, gadis kecil itu terlihat sangat kurus sepertinya perlakuan keluarga Carlton pada Eilaria kurang baik.


__ADS_2