Dua Jiwa Mengubah Takdir

Dua Jiwa Mengubah Takdir
BAB 9


__ADS_3

"Tunggu dulu ... " ucap Mylaela sepertinya menyadari sesuatu.


Mereka semua menatap Mylaela menunggu kelanjutan ucapannya.


"Saat terjadi distorsi ruang, Aku merasa sesuatu keluar dari ruang dimensi ... !!!" Mylaela berseru dengan keras.


"Saat distorsi? Berarti saat kami masuk? Apakah Yang Mulia Putri Alicia atau sesuatu yang lain?" tanya Calder.


"Aku tidak memperhatikan, hanya saja Aura murni yang kurasakan waktu itu tidak berbahaya, seperti Aura hewan kecil yang baru lahir," ucap Mylaela, sambil meletakkan jari telunjuk dan ibu jari ke dagunya, mengingat-ingat. Menurutnya tidak menjadi masalah jika hanya hewan kecil yang keluar, jadi dia tidak terlalu banyak berpikir waktu itu.


"Kau yakin? Saat Yang Mulia Putri Alicia baru lahir berbeda dari bayi pada umumnya, tidak ada Aura yang muncul dari dalam tubuh. Tetapi semakin bertambah usia Yang Mulia Putri Alicia, Aura Hitam lah yang selalu muncul di sekitarnya." Calder mengungkapkan keraguannya.


"Bukan Aura Hitam dari jenis eksternal?" tanya Mylaela.


"Bukan, itu datang dari jiwanya," ucap Calder.


"Kalau begitu Aku akan keluar untuk memeriksa." Mylaela bersiap mengucapkan mantra, untuk membuka ruang dimensi.


"Kalau begitu kami bersama, lagipula masalah di sini sudah selesai," ucap Wymer. Khawatir pada sang Putri.


"Ayo pergi," ucap Mylaela. Membuka mata dan melangkah memasuki portal ruang dimensi.

__ADS_1


.


.


.


.


.


Sosok gadis kecil berwajah cantik dan imut, dengan rambut pirang bergelombang tengah berbaring di rerumputan. Matanya yang terpenjam tampak tertidur begitu pulas.



Tidak jauh darinya muncul portal ruang dimensi yang terbuka dan sepasang kaki yang indah keluar dari sana, diikuti dua orang lainnya ditambah satu peri kecil dan satu jiwa dalam botol transparan.


"Itu Dia ..." teriak Lulu sambil menunjuk ke arah Alicia berbaring.


"Yang Mulia Putri Alicia ...!!!" Wymer juga terkejut saat melihatnya dan bergegas menuju Alicia.


"Benar-benar Tuan Putri, kenapa Auranya sangat berbeda." Calder tampak mendekat, sambil mengerutkan kening.

__ADS_1


"Aura Emasnya masih ada," ucap Mylaela.


"Apakah danau itu menjadi pembersih jiwa," lanjut Mylaela lagi dengan bercanda.


"Tidak mungkin, gadis kecil ini boneka yang jatuh...jadi Dia seorang Tuan Putri?" Calla masih ingat warna baju dan rambut Alicia dari belakang. Lalu mengecilkan jiwanya dengan ngeri. Tidak menyangka bahwa dia mengubah seorang Putri menjadi boneka, jika Raja Argaleon tahu, jiwanya tidak akan selamat. Calla menangisi akhir dari nasibnya nanti.


"Yang Mulia Putri Alicia tengah tertidur, segera kabari Yang Mulia Baginda Raja dan bawa ke Istana Yang Mulia Putri," ucap Calder pada Wymer yang mengangguk, lalu membaringkan tubuh Alicia dengan hati-hati.


"!!!"


Mereka berlima berseru terkejut saat melihat wajah Sang Putri,


"Apakah selama ini Yang Mulia Putri Alicia menutupi wajahnya karena terlalu imut," ucap Mylaela secara tidak sadar.


"Lulu yang paling imut, mengaku kalah," ucap Lulu yang juga terpana. Wymer tampak mengangguk setuju, karena selama menjaga Tuan Putri dia belum pernah melihat wajahnya.


"Ehmm ... " Calder berdehem membangunkan mereka semua.


"Cepat, jangan biarkan Yang Mulia Putri kedinginan!" perintah Calder dingin dengan mata tajam menatap Wymer, tetapi matanya masih terfokus pada wajah Alicia, menahan tangannya untuk tidak mencubit wajah imut tersebut.


Calla tampak tercengang tidak bisa berkata-kata dan berdoa pada Dewa siapapun itu untuk memohon keselamatannya dari murka Raja Argaleon dan Ratu Ariana. Dua pasangan Iblis itu benar-benar membuatnya takut. Jika Pangeran Pertama dan Pangeran Kedua ikut ambil bagian, dia pasti tidak akan dapat bereinkarnasi. Keluarga ini sangat abnormal.

__ADS_1


"Apakah ketidakberuntungan ku menjadi semakin kuat?" Jiwa Calla tampak syok dan sedikit memudar.


__ADS_2