
"Alicia ... Alicia ... " Eilaria mengerutkan kening, merasakan seseorang berbisik di telinganya dan menutupi kepalanya dengan selimut.
"Sepertinya Alicia masih mengantuk," ucap wanita paruh baya berambut perak dengan rambut perak dan gaun yang indah, yang duduk di sisi tempat tidur Alicia, sambil mengelus kepala kecil yang mencuat di balik selimut.
"Siapkan beberapa hidangan, jika Yang Mulia Putri Alicia sudah bangun," lanjut Wanita paruh baya berbicara pada kepala pelayannya Clyde Randall.
"Baik Yang Mulia Ratu, kalau begitu Saya permisi," balas Clyde sambil menundukkan kepalanya dengan hormat kepada sang Ratu. Berbalik dan berjalan keluar kamar, memerintahkan pelayan yang berada di depan pintu untuk memberitahu Koki Kerajaan menyiapkan makanan untuk sang Putri. Clyde menundukkan kepalanya dengan hormat lagi kepada wanita paruh baya, lalu menutup pintu kamar.
Tap ... tap ... tap ...
Terdengar beberapa langkah kaki yang tampak terburu-buru dari arah luar. Wanita paruh baya itu hanya menoleh ringan ke arah pintu masuk. Pintu di buka dengan tergesa-gesa, lalu terlihatlah sepasang kaki jenjang dan kokoh dengan langkah lebar memasuki kamar diikuti langkah kaki lainnya di belakang.
*Visual Raja Argaleon Auvamor sumber Google.
__ADS_1
"Alicia ... " belum sempat mengucapkan beberapa patah kata, dihentikan oleh wanita paruh baya tersebut.
"Ssst ... diam, nanti Kau membangunkannya," ucap wanita paruh baya.
Raja Argaleon yang melihat Ratunya juga ada di sini terkejut, lalu berkata,
"Ariana, kapan Kau kembali? Bagaimana keadaan Alicia?" tanya Raja Argaleon, sambil mengecilkan volume suaranya dan mendekati dua orang di tempat tidur. Memeluk Ratunya, mencium pipi dan mengecup bibir merah itu dengan lembut.
"Ibunda Ratu ... " ucap dua orang di belakang Raja Argaleon. Salah satunya memanggil dengan mata berbinar dan satu lagi tanpa ekspresi tetapi senyum tampak tersungging di wajahnya. Lalu menghampiri Ratu Ariana.
"Aku baru saja tiba dan Alicia baik-baik saja, tidak ada yang terluka," ucap Ratu Ariana mencubit pinggang Rajanya, lalu tersenyum kepada anak keduanya yang bernama Aleister dan anak pertamanya, Archon. Memeluk mereka berdua secara bergantian.
__ADS_1
*Visual Aleister Auvamor sumber Google.
"Tetapi Calder sempat mengatakan sesuatu yang aneh," lanjut Ratu Ariana dengan wajah serius.
"Aneh? Apa yang aneh?" tanya Raja Argaleon tampak cemas.
"Sesuatu yang berhubungan dengan Aura Alicia,"
Raja Argaleon mengerutkan kening setelah mendengarnya, lalu berdiri dan berjalan menuju Alicia yang tertidur, membuka selimut yang menutupi Alicia dengan hati-hati dan memusatkan Aura Emas di telapak tangan yang menyentuh kepala Alicia.
"Syukurlah bukan apa-apa, hanya saja Auranya menjadi lebih murni, bukan lagi Aura Hitam dari sebelumnya," ucap Raja Argaleon sambil menghela napas lega setelah merasakan resonansi yang familiar. Lalu menjauhkan telapak tangannya dari kepala Alicia yang tampak mengerutkan kening dengan bibir cemberut.
Aleister yang melihatnya tertawa geli, lalu mendekati sang adik, mencubit pipinya yang menggembung.
Eilaria yang merasakan sesuatu menarik pipinya, menggerakkan kepala menjauh dari sesuatu yang nakal itu dan berbalik menyamping ke kanan, lalu membuka mata dengan lingung saat mendengar cekikikan dari samping kirinya.
__ADS_1
"Hoam ... " Eilaria membaringkan badannya terlentang sambil menguap lebar. Menggosok kedua mata yang berair dan saat ingin melihat keadaannya, dia di buat terkejut saat beberapa wajah tampan dan cantik tengah menatapnya.
"Apakah Aku sudah berada di Surga?" tanya Eilaria, mulai mengerjapkan mata dengan bingung. Tetapi tawa geli mulai terdengar dari sekitarnya dan dia mulai tersadar dengan malu.