
Tap ... tap ... tap ...
Suara langkah kaki yang tampak terburu-buru, menuju ke arah ruang tamu di mana anggota keluarga Russell berkumpul. Secara bersamaan, mereka yang berada di ruang tamu menoleh ke arah pintu keluar.
"Shawn, apa yang membuatmu begitu terburu-buru?" tanya Kakek Russell sambil mengernyitkan kening kepada kepala pelayan Keluarga Russell.
Shawn yang di tegur oleh Kakek Russell segera menundukkan kepalanya dengan hormat, lalu menjawab, "Maaf Tuan, tetapi ada hal aneh yang terjadi di..."
Booom...!
Belum sempat Shawn menyelesaikan ucapannya, suara ledakan yang berasal dari sambaran petir terdengar. Anggota Keluarga Russell, Kepala Pelayan Shawn dan para pelayan yang sedang bekerja di buat terkejut oleh ledakan tersebut yang membuat getaran di seluruh rumah.
Menunggu hingga sambaran petir berakhir, masing-masing orang segera menampakan raut wajah khawatir. Mereka berpikir jika terjadi sambaran petir lagi, rumah ini dikategorikan tidak akan aman karena berdekatan dengan lokasi yang terkena dampak sambaran petir.
__ADS_1
Ronan dan Reyanna berdiri dari duduknya secara bersamaan. Mereka berdua saling berpandangan satu sama lain, seolah dapat membaca pikiran masing-masing.
Reyanna segera menganggukkan kepalanya pada Ronan, bergegas menuju balkon di lantai dua. Ronan juga menyusul di belakangnya. Mereka bertiga ingin melihat bagaimana situasi di luar yang diperkiraan ledakan itu berasal dari rumah gadis kecil yang tengah mereka bicarakan tadi.
"Cepat hubungi Polisi dan Ambulance!" ucap Kakek Russell kepada Shawn, lalu mengikuti putra dan menantunya menuju balkon lantai dua.
Raymond tidak mengikuti orang tua dan kakeknya, tetapi berlari menuju kepala pelayan Shawn, dia ingin bertanya apa yang dilihatnya tadi di luar.
"Paman, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Raymond dengan raut serius.
Raymond mengerutkan kening, apa yang dilihat Paman Shawn dan dia berbeda. Dia segera berlari ke arah pintu keluar ingin memastikan, tetapi dihentikan oleh Paman Shawn.
"Jangan keluar sekarang Tuan Muda, ada angin kencang yang merubuhkan pepohonan, situasi di sana sangat berbahaya!" ucap Paman Shawn dengan khawatir.
__ADS_1
Raymond tampak terpaku dan segera menghentikan langkahnya di tempat saat mendengar penjelasan Paman Shawn, lalu mengalihkan pandangannya ke arah lantai dua di mana orang tua dan kakeknya menuju. Paman Shawn melihat Raymond tidak bersikeras melawan segera menghela napas lega dan melepaskan genggaman yang menahan Raymond.
Setelah genggaman tangan dilepaskan Paman Shawn, Raymond mulai berjalan ke arah tangga dengan tidak sabar. Sesampainya di atas, dia bingung melihat keluarganya, tampak tercengang di depan jendela balkon yang membuatnya bergegas menghampiri mereka.
"Kakek, apa yang terjadi?" tanya Raymond pada sang kakek.
Kakek Russell yang ditanyai oleh sang cucu, segera menunjuk ke arah rumah Keluarga Carlton. Raymond mengikuti arah pandangnya pada jari sang kakek. Oh, rumah gadis kecil itu baik-baik saja? batinnya dengan santai, lalu mulai menyadari sesuatu, matanya terbelalak tak percaya.
Tampak pemandangan yang terlihat oleh Raymond di balik jendela, jauh berbeda dari beberapa menit yang lalu. Seperti apa yang dikatakan Paman Shawn, petir itu memang masih berada di atap rumah Keluarga Carlton dan pusaran hitam yang diselimuti asap tebal menjulang tinggi ke langit. Sepertinya asap mulai muncul saat sambaran petir tadi.
Berpikir apa yang akan mereka lihat adalah rumah Keluarga Carlton yang hancur berkeping-keping dan orang-orang di dalam terluka, tetapi kenyataannya, keadaan rumah Keluarga Carlton masih utuh dan tidak ada jejak tanda-tanda sambaran petir.
Raymond yang tengah menatap asap yang perlahan menghilang, tampak menggosok mata berkali-kali, seolah tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Lalu dia tampaknya menyadari sesuatu dan segera mendesak orangtuanya untuk memberi dia ruang pandangan untuk memastikan lebih jelas lagi.
__ADS_1
Apa yang dilihat Raymond sekarang adalah hal putih transparan seperti kaca pelindung, tengah menyelimuti rumah keluarga Carlton. Mungkin karena di luar gelap, jadi tidak begitu jelas dengan mata telanjang, tetapi berbeda dengan Raymond yang dapat melihat dengan jelas dalam kegelapan.