Dua Jiwa Mengubah Takdir

Dua Jiwa Mengubah Takdir
BAB 3


__ADS_3

Tidak jauh dari situ, muncullah kepala hitam kecil keluar dari balik semak-semak lebat di pagar pembatas rumah keluarga Carlton dan keluarga Russell, ternyata selama ini bocah laki-laki tampan berwajah dingin itu melihat dan mendengarkan percakapan keluarga Carlton dari awal hingga akhir.


.


.


.


.


.


Bocah laki-laki tampan berwajah dingin berusia 10 tahun itu bernama Raymond Russell. Dia dan orang tuanya bermaksud mengunjungi kakeknya yang sedang sakit di villa keluarga Russell, meskipun tidak begitu besar seperti Russell Mansion di Ibukota, halamannya juga sangat luas.


Di sebelah kiri rumah di bangun oleh kakek taman berukuran sedang yang di sekelilingi pohon buah-buahan, sehingga udaranya yang masih segar menambah kesan baik pada tempat ini dan tidak jauh dari sini juga terlihat danau yang cukup luas, dia belum pernah pergi ke danau itu.


Sekarang Raymond tengah bosan berada di dalam rumah dan ingin berjalan-jalan sebentar di taman kakeknya.

__ADS_1


'Pantas saja kakek sangat menyukai tempat ini.' sambil menghirup udara segar di sini Raymond menyunggingkan sedikit senyum di sudut mulutnya, tapi itu hanya terjadi dalam sekejap mata dan mengembalikannya ke wajah dingin dan acuh tak acuh itu lagi, seolah senyum tadi hanyalah ilusi.


Saat dia ingin berbalik untuk pergi, Raymond melihat dari sudut mata yang tajam seorang gadis kecil yang sedang berbicara dengan sebuah boneka. Sambil mengerutkan kening tidak yakin, Raymond mendekati pagar pembatas rumah keluarga Carlton. Setelah memastikan itu benar-benar boneka, Raymond ingin melihat lebih dekat wajah boneka yang membuatnya terpesona.


Tetapi sebelum sempat niatnya terlaksana, Raymond tersentak kaget oleh deru mesin mobil yang perlahan mendekati rumah keluarga Carlton.


Raymond ingin pergi secara diam-diam agar tidak ketahuan, tetapi teguran keras dari belakang mengejutkannya, berpikir bahwa dia sudah di temukan oleh pihak lain, dia ingin berbalik dan bermaksud meminta maaf. Akan tetapi yang dilihatnya adalah pagar pembatas tinggi yang ditutupi oleh semak-semak yang meskipun tidak terlalu lebat, di tempat dia berada itu tertutup dengan baik.


Raymond menghela napas lega, telinga sensitifnya juga secara tidak sengaja menangkap pembicaraan keluarga Carlton yang menurutnya luar biasa.


Keluarga Carlton cukup terkenal di kalangan kelas atas tentang keharmonisannya, dia mengetahui dari sang Ibu saat membawanya untuk bergosip di lingkaran teman-temannya. Karena terlihat harmonis daripada keluarga lain, keluarga Carlton selalu membuat iri istri-istri dari kalangan kelas atas ini.


'Sepertinya gadis kecil yang disiksa itu bukan pembantu keluarga Carlton, dari perkataan yang dia dengar dari gadis kecil itu pada bonekanya, mengatakan bahwa kakak perempuannya selalu menggertak dirinya, orang tuanya suka memarahi dan memukulinya, sedangkan kakak laki-lakinya memperlakukan dirinya seperti orang yang tidak terlihat. Jadi bisa disimpulkan bahwa gadis kecil itu adalah anak bungsu dari keluarga Carlton.' Pemikirannya terkonfirmasi saat gadis itu tengah memohon ampun pada wanita paruh baya dan memanggilnya 'Ibu'.


.


.

__ADS_1


.


Raymond yang terlanjur mendengarkan, kembali ke posisinya semula, membuka sedikit celah di semak agar dapat melihat lebih jelas. Dia tidak menyangka dengan apa yang dia lihat, keluarga Carlton terlihat seperti binatang buas yang siap melepaskan taringnya.


'Pepatah yang mengatakan bahwa keingintahuan membunuh kucing, itu benar.' dan dia tidak menyangka, hal buruk seperti itu masih ada di dunia. Raymond menatap punggung kurus Eilaria yang berjalan masuk ke dalam rumah, merasa kasihan.


Raymond mulai berpikir, apakah dia akan menemui gadis kecil itu besok dan menghiburnya??? Dan dengan cepat menggelengkan kepalanya, dia menyayangkan bahwa dia bukanlah tipe orang yang bisa menghibur orang lain.


Raymond beranjak pergi dari sana masuk ke dalam rumah. 'Mungkin besok aku dapat mencoba menemuinya' berpikir dengan ragu.


Raymond tidak akan tahu bahwa setelah hari ini, Eilaria Carlton yang 'Asli' tidak akan pernah ada lagi di dunia ini. Hari ini mungkin adalah hari terakhir Raymond dapat melihatnya.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2