
Setelah Eilaria masuk ke dalam kamar, lalu dia menutup pintu dan berjalan menuju tempat tidur. Eilaria merebahkan tubuhnya yang lelah dan menatap kosong langit-langit kamarnya, masih terlintas jejak ketidakpercayaan di mata abu-abu itu. Memikirkan adegan yang dilihatnya, dia merasa beruntung tidak menerima hukuman dari kedua orang tuanya.
*Visual mata abu-abu Eilaria sumber Google.
Dia masih ingat bagaimana Ibu berlari dengan penuh semangat menuju Ayah, menyela Ayah untuk segera menerima panggilan telepon. Ibunya menjelaskan bahwa seseorang dari keluarga Russell menghubungi Ayah.
Awalnya Ayah tampak tak percaya dengan perkataan Ibu dan menyuruhnya dengan cepat menyerahkan telepon untuk mengkonfirmasinya sendiri. Setelah beberapa saat berkomunikasi dengan seseorang di panggilan telepon tersebut, Ayah terus mengangguk dengan antusias dan senyum lebar tampak tersungging di bibirnya, lalu berjalan menuju ruang kerja di lantai dua. Ibu juga buru-buru mengikuti Ayah dan tidak peduli dengan dirinya yang masih berdiri diam di depan pintu ruang hukuman.
Dia juga melihat Lilith yang tampak tidak puas karena tidak bisa menonton kesenangan 'memberi hadiah' yang di tunggu-tunggu. Menghadiahkannya dengan tatapan kasar yang menyiratkan bahwa 'kali ini dia beruntung', sambil berbalik dan berjalan pergi.
Dia juga berakhir dengan kembali ke kamarnya di lantai satu. Jadi, hari ini mereka melepaskannya begitu saja.
Jika Eilaria tidak salah ingat, seseorang dari keluarga Russell yang mencari Ayahnya. Ibunya juga tampak bersemangat berkata kepada Lilith, bahwa keluarga itu sangat kaya bahkan kekayaannya tidak bisa dibandingkan dengan keluarga kecil seperti keluarga Carlton.
.
.
__ADS_1
.
.
.
"Untuk apa keluarga kaya seperti itu menghubungi keluarga kecil seperti keluarga Carlton???" Eilaria juga bertanya-tanya dengan curiga.
Sambil memikirkan apa yang dikatakan Ibunya, rasa kantuk yang berat tiba-tiba menyerang Eilaria.
"Mengapa aku merasa sangat ngantuk sekali?" ucapnya. Sambil menggosok kedua matanya, berpikir mungkin dirinya hanya terlalu lelah hari ini dan tidak merasa aneh sama sekali.
Setelah aura hitam itu menghilang, mata bulat besar boneka Alicia yang awalnya tak bernyawa pun, tampak hidup dengan seberkas cahaya yang menerangi kedua mata indah tersebut. Mata bulat besar itu mulai menatap bingung, saat melihat sekeliling tumpukan barang yang terlihat asing baginya.
Lalu dia mencoba mengangkat kedua tangannya dengan kaku di depan wajah, lalu menyentuh pergelangan tangan kiri dengan tangan kanannya dan merasakan bahwa itu sangat berbeda dari kulit manusia. Setelah berdiri dan mencoba beberapa gerakan yang sangat kaku, dia tampak mengerti bahwa dia telah berubah menjadi sebuah boneka.
Memilah-milah ingatannya sebelum dia berubah, tangan Alicia yang tadinya mengendur terkepal erat dan menampakan raut kesal di wajahnya, mengutuk ketidakberuntungannya saat itu.
Melihat sekelilingnya yang gelap dan suram, Alicia merasa tidak nyaman berada di tempat ini, meskipun ada sedikit cahaya dari celah-celah ruangan. Menarik napas yang dalam, dia dengan tenang mulai bergerak membuka lemari pakaian Eilaria yang tidak terkunci.
__ADS_1
.
.
.
Mengedarkan pandangannya, Alicia melihat seseorang tengah berbaring memejamkan mata di atas tempat tidur. Dia mulai melompat turun dari dalam lemari pakaian Eilaria yang tidak terlalu tinggi, lalu berjalan mendekati Eilaria, naik ke atas tempat tidurnya dan memandang lama tubuh Eilaria.
Berpikir bahwa Eilaria jatuh tertidur karena dampak dari lepasnya segel dalam dirinya, Alicia memanfaatkan momentum Aura Emas yang masih tertinggal di tubuhnya, Alicia berjongkok di samping telinga Eilaria, membisikkan kata-kata magis yang membuat jiwa Eilaria yang bergetar ketakutan karena tekanan Aura Hitam mulai ditenangkan.
Setelah menunggu beberapa menit, Alicia melihat jiwa Eilaria yang di selimuti Aura Emas tampak keluar dari tubuhnya. Dia tidak khawatir dengan Aura Emas, itu tidak menyakiti jiwanya saat berada di dalam tubuh boneka.
Alicia dengan cepat meraih jiwa Eilaria, lalu memindahkannya ke dalam tubuh boneka.
Sedangkan jiwanya sendiri keluar dengan cepat memasuki tubuh Eilaria yang tampak tertidur pulas.
Caranya tampak sederhana, jika bukan karena Aura Emas, dia tidak yakin dapat melakukannya.
Lagipula Mantra itu membutuhkan Mana sihir yang cukup banyak, jika dia memiliki Cincin yang mengumpulkan Mana, dia bisa dengan percaya diri melakukan itu. Tetapi di dunianya, cincin itu sangat langka dan hanya di miliki oleh Ayahnya saja.
__ADS_1
Alicia tidak cukup tahu asal Aura Emas yang sangat kuat tersebut, tetapi dia dapat merasakan jejak akrab dan hangat di jiwanya, yang ditinggalkan oleh Aura Emas selama bertahun-tahun. Yang membuatnya merasa sangat sedih, seperti telah kehilangan sesuatu yang paling berharga bagi dirinya.