Duda Kaya

Duda Kaya
ten


__ADS_3

⚫⚫


Mentari pagi sengaja datang untuk menjenguk dua insan yg tidur saling berpelukan.


Keduanya seakan enggan untuk membuka mata.


Namun apa boleh buat, ketenangan mereka harus rela di ganggu oleh sang dua malaikat tercintanya.


"Mommy bangun???" Ucap Syifa manja menarik selimut yg menyelimuti tubuh Kila


"Eurrhh, jangan ganggu dulu sayang mommy masih ngantuk!!" Ucap kila masih menutup matanya.


"Ihhhhhh mommy sama daddy sama aja!!! Abang udah telat buat sekolah ni??" Ucap ifan kesel


"Suruh antar sama sopir aja bg" ucap kila, sementara Agam semakin mengeratkan pelukannya terhadap Kila.


Malah kondisi nya sangat mendukung lagi. Gerimis cuy!!!.


"Ngak mau!! Hari ini Ifan mau di anter Daddy, kemarin kan Daddy udh janji" ucap ifan namun tak ada jawaban dari Kila maupun Agam


"Dadyyyyy??" Panggil Syifa dengan kerasnya.


"Bang??" Panggil Syifa dengan mata mengedipkan kearah kila dan Agam.


Seakan mengerti apa yg di katakan Syifa lewat mata, Ifan dan Syifa memulai aksi mereka dengan cara menaiki tubuhnya lalu bergoyang² untuk membangunkan keduanya.


Namun nihil!!! Sia².


"Mommy bangun!!!" Ucap keduanya seraya berloncatan di atas kasur.


"Daddy bangun!!" Ucap mereka lagi.


Namun hasilnya tetap sama.


Mereka tidur apa udh mati sih!!


Heran deh!! Susah banget bangunnya.


"Udah ah abg capek!! Syifa dirumah aja yy jangan kemana², abg mau sekolah" ucap ifan pada Syifa


"Iya!! Nantik kalo abg udh pulang bawain Syifa jajan yy" ucap Syifa


"Iya" ucap ifan.

__ADS_1


Lalu keduanya keluar meninggalkan Agam dan Kila yg semakin pulas saja tidurnya.


.*.*.*


Waktu telah menunjukkan pukul 12 siang, namun sepertinya Agam dan Kila masih saja engan untuk membuka matanya.


Drrttt


Drrrt


Suara hp Agam membuat Kila terusik dengan suaranya.


"Siapa sih dari tadi ganggu aja!!" Ucap kila berusaha membuka matanya.


"Apa sihh!!??" Tanya Agam bersandar di kepala ranjangnya.


"Ngak tau" ucap kila yg berusaha untuk duduk juga


Namun sepertinya mereka berdua belum sadar dengan situasinya saat ini, sehingga membuat mereka terlihat sangat akur seperti halnya suami istri lainnya.


"Jam berapa sih sekarang kayaknya udh siang deh" tanya Kila


"Bentar²" ucap Agam dengan mata setengah terbuka lalu melihat jam digital di hpnya


"APA!!!!" Ucap kila kaget


"bentar² bapak ngapain masih di sini, bukanya bapak udh kerja yy" ucap kila


"Klo kamu kesiangan berarti saya juga kesiangan, kan kita tidur bareng semalem" ujar Agam santai.


"No!! Jangan bilang saya udh ngak perawan lagi semalem!!" Tanya Kila takut.


"Ngak tau!! Saya juga ngak ingat" ujar Agam lagi.


"Mas!!! Saya serius??" Ucap kila tegas


"Saya juga!! Saya juga ngak ingat apa yg terjadi sama kita berdua!" Ucap Agam tersenyum licik.


Lagian sekali² ngerjain istri ngak dosa kan???.


"No...No..ngak mungkin!!" Ujar Kila lagi


"Kenapa ngak mungkin!! Kita suami istri kan??" Tanya Agam terkekeh

__ADS_1


"Walaupun saya istri mas, tapi klo saya ngak kasih izin mas ngak boleh rebut gitu aja dong!!" Ucap kila mulai serak


"Saya ngak rebut, orang kamu sendiri yg ngasih semalem" ucap Agam lagi, dan itu sukses buat air mata Kila turun.


"Ngak mungkin!!! Masa saya ngak ingat, Hiks...." Tangis Kila


"Eh eh Kila jangan nangis" sungguh Agam tidak bermaksud membuat kila menangis


"Mas jahat, Hiks.... Mas udh perkosain saya" ucap kila nangis.


"Ngak kok, ngak saya becanda tadi sumpah!!" Ujar Agam serius lalu memeluk kila untuk menenangkan nya.


Dia paling tidak suka jika melihat wanita yg menangis karena dia.


"Beneran??" Tanya Kila mengelap ingus dengan lengan baju Agam.


"Sumpah" ucap Agam


"Terus kenapa mas bilang gitu tadi" tanya Kila


"Ya namanya juga becanda, lagian kamu takut bengat saya perawanin" tanya Agam


"Kan saya ngak cinta sama mas!! Mana mau saya kasih gitu aja" jawab Kila sambil melepaskan pelukannya Agam.


"Berarti kalau udh suka boleh dong??" Tanya Agam terkekeh


"Apaan sih gaje" ucap kila dengan pipi bersemu merah


"Kamu pipinya merah??" Tanya Agam menaikkan wajah Kila menatapnya.


"Merona!!?" Tanya Agam lagi.


Tak bisa di pungkiri kini pipi Kila bener² memerah di buat Agam.


Bukan baper loh yy Kila, tpi cuma malu. Catat CUMA MALU.


maklum gengsinya agak gedek.


"Hahhhahhahahahahahahahahhahahahahahhahaah" tawa Agam pecah


Rupanya ia juga bisa membuat anak perawan orang bersemu merah karnanya.


"Mas!!!"

__ADS_1


__ADS_2