Duda Kaya

Duda Kaya
seventeen


__ADS_3

....


Tiga bulan telah berlalu setelah Agam melakukan buka puasanya terhadap Kila.


Saat ini Kila sedang berada di kamar mandi untuk mengecek dirinya mengandung atau tidak.


Tpi selama tiga bulan dia tidak mengalami tanda² orang hamil, dirinya juga tidak pernah muntah² dipagi hari.


Cuma beberapa hari ini Kila terlalu cepat capek, sehingga dia berpikiran dirinya hamil.


Bisa saja kan????.


"Semoga" guman Kila yg berdiri di depan cermin dan menutup matanya.


1


2


3


Secara perlahan alat pengetes kehamilan atau biasa di sebut 'tespack' itu di angkat dengan mata yg masih tertutup dan.....


"Kyaaaa gue hamil" sorak Kila bahagia dan berlompat² kecil.


"Agam bahagia ngak yyy??" Tanya nya pada diri sendiri.


"Pasti"


"Selamat datang sayang" ucap kila sambil mengelus perut ratanya.


Lalu dia keluar dari kamar mandi dan mengambil handphone nya berniat menghubungi Agam.


Memang akhir² ini Agam sering terlambat pulang, dan juga agak dingin terhadap Kila.


Entah apa penyebabnya, tpi Kila yakin dengan adanya baby ini pasti sikap Agam akan seperti semula.


Sudah berulang kali Kila menelpon Agam, tpi tak kunjung ada jawaban.


"Mas Agam kemana yy??" Tanya Kila


"Kok nggak ngangkat telpon gue sih??" Tanya Kila lagi


"Gue telpon Amel aja deh"


Tutt


Tutt


Tutt


"Amel!!!" Pekik Kila bahagia.

__ADS_1


"Jangan teriak² ******" ucap amel jengkel


"Gue bahagia Mel"


"Bahagia kenape lu" tanya amel penasaran


"Gue bakal jadi mommy" ucap kila dengan bergebu²


"Wahh selamat sayang, Agam udh tau??" Tanya amel


"Belom" jawab Kila pelan


"Loh, kok gitu?? Harus nya dia orang pertama yg harus Lo kasih tau" nasihat Amel


"Gue udh berusaha, gue udh telpon dia berulang kali tapi ngak di angkat!! Yaudh gue telponin elo, dri pada kabar bahagia gue basi" jelas Kila


"Ya juga sih!! Initinya selamat deh!! Gue doain moga ponakan gue sangat sampe lahir" doa Amel


"Amin yy Allah, udh yy gue mau ke rumah sakit dulu buat ngecek calon anak gue, terus gue ke kantornya Agam deh" ucap kila


"Bey"


"Bey"


Setelahnya Kila ganti baju dan bergegas ke rumah sakit.


Semoga anaknya baik² saja.


Di perjalanan dia mencoba kembali untuk menelpon nomor agam, tpi hasilnya tetap sama.


Tapi Kila mencoba positif tingking aja mungkin Agam sangat sibuk di kantor.


Sesampainya di rumah sakit Kila menunggu lebih dari satu jam.


Lama memang, karna antriannya banyak.


"Nyonya kila shahila?" Panggil salah satu suster


"Saya suster" jawab Kila menggangkat tangannya dan segera masuk kedalam.


Setelah sampai Kila di suruh untuk berbaring dan diperiksa oleh dokter kandungan yg menurut Kila ganteng.


Lumayan lah:v


"Gimana kandungan saya dokter??" Tanya Kila to the poin


"Kandungan ibu sejauh ini sangat baik, dan kuat, juga sehat.


Nanti akan saya kasih ibu beberapa vitamin saja!!" Ucap sang dokter yg Kila baja di name tag nya bernama Hans.


"Syukurlah" ucap kila bahagia

__ADS_1


"Kalo gitu saya permisi dokter mari!!" Ucap kila sopan



Kila sampai di depan gedung kantor Agam dengan sopir pribadinya.


"Bapak pulang duluan aja nanti saya bareng sama mas Agam aja" ucap kila yg di angguki oleh supir nya.


Kila melangkah jalan dengan pelan, sekarang ada satu nyawa yg harus dia jaga, otomatis juga sekarang tugasnya tambah banyak.


Tpi sebisa mungkin kila akan berusaha untuk membaginya dengan adil.


"Selamat siang ibu Kila" sapa resepsionis ramah.


Sekarang mah dia sangat dihormati jika berkunjung ke kantor Agam.


Secara gitu istrinya bos.


"Siang" balas Kila ramah juga


"Bapak agamnya ada di dalam kan??" Tanya Kila


"Ada buk"


"Ok saya ke atas yy!!"


Setiba nya di atas Kila langsung masuk saja, toh juga biasanya begitu.


Sebenarnya dia sengaja ingin memanas manasi meri, biar ciut tuh nyalinya Meri dekatin Agam.


Udh tau, udh punya istri tpi masih aja gangguin Agam.


"Mas??" Panggil Kila terhenti karena melihat pemandangan di depannya.


Sangat menyakitkan, suaminya...


Suaminya memeluk sekretaris nya di depan istrinya sendiri.


Bahkan Agam tidak mendengar panggilan Kila.


"Agam??"


Agam terkejut hingga melepaskan pelukannya terhadap Meri yg menangis entah karena apa


"Sayang??" Panggil Agam


"Sayang!!" Ulang Kila dengan air mata yg mulai turun .


"Basi"


⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫

__ADS_1


YAHHH NGEGANTUNG!!!😂😂


sabar ye


__ADS_2