
....**.**....
sudah lebih dari empat jam Kila berada di kantor nya agam. Yang Kila rasakan adalah bosan!! Jenuh dan menjengkelkan.
Sedangkan kedua anaknya sudah tidur di sofa dengan nyenyak nya.
Jangan kalian tanya kemana Agam, ya jelas lah dia duduk tenang di kursi singgasananya dengan laptop di depannya.
Sebenarnya dari tadi Kila Ingin pulang tpi tidak di izinkan oleh agam.
"Pak??" Panggil kila dengan merengek
Namun tidak di hiraukan oleh Agam
"Bapak??" Panggil Kila lagi
"Pak Agam" lagi!! Kila coba memanggil tpi nihil zonk!!
"AGAM??" Panggil Kila emosi dan berteriak
"Don't call me pak!!" Ucap Agam dengan tampang songong nya
"Kamu pikir saya ayah kamu apa" sambungnya lagi.
"Terus saya harus panggil apa?? Om??" Ucap Kila kesel
"Saya ini suami kamu bukan pamannya kamu!!" Jelas Agam
"Ohh bapak berani yy atur² hidup saya!!" Tanya Kila
"Berani lah secara kamu kan istri saya!" Jelas Agam lagi
SKAKMAT
__ADS_1
Jleb
Kila seakan kehilangan kata²nya untuk melawan Agam lagi.
"Ah bodo!! Saya mau pulang, anterin saya sama anak² pulang" ucap kila mengalihkan pembicaraan.
"Sabar bentar lagi saya selesai" ucap Agam kembali lalai dengan laptop nya
"Tapi kapan pak??" Tanya kila
Yang di hadiahi plototan tajam dari Agam
"Agam maksut saya??" Ralat kila lagi
"Ahh saya tau!! Saya panggil bapak duka aja gimana??" Tanya Kila
"Duka!!" Ulang Agam ragu
"Apaan itu??" Tanya Agam
Bukannya menjawab pertanyaan Agam dirinya malah nanyak balik
"Duka itu apaan saya tanya Kila!!" Tanya Agam lagi
"Itu loh pak!! Duka duda kaya hehe" jelas kila
"Hah??" Balas Agam cego
Itu mah bukan panggilan sayang melainkan panggilan mengejek.
Mana ada seorang istri memanggil suaminya dengan sebutan duka!! Yang ada nanti Agam hidup di landa duka seumur hidup.
"Lagian apa salahnya sih!! Ck" gerutu kila
__ADS_1
"Sopan dikit!! Saya ini suami kamu" ucap Agam datar
"Ck! Suami ngak di harapin juga!" Dumel Kila namun masih bisa di dengar oleh agam.
Akan tetapi Agam memilih untuk tidak melanjutkan perdebatan nya dengan Kila, karna ia tau pasti ujung-ujungnya nantik akan menjadi lebih parahnya dari sekedar perang mulut mereka.
"Lagian kasian juga anak² klo kita pulang sekarang, mereka kelihatan nyenyak benget Bobonya!! Saya ngak tega untuk ngebangunin" jelas Agam
"Ya kan bisa di gendong!!" Ujar Kila
"Kamu yakin?? Mereka berat Lo!!" Ujar Agam
"Yakin lah duka!!" Ucap kila memanggil Agam dengan panggilan duka
"Lagian saya kuat duka" ucap kila lagi
"Kila stop panggil saya duka!! Kamu mau hidup saya di landa duka selamanya?? Tanya Agam
"Terus bapak mau di panggil apa juga sih??!, Lagian hidup, hidup bapak juga kenapa sayang yg harus repot" ucap Kila pelan di akhir suaranya.
"Dari kamu panggil saya duka lebih baik kamu panggil saya mas saja" ucap agam
"Mas!! Mas apa?? Mas satpam, atau mas tukang sayur di depan komplek Sana??" Tanya Kila
"Kila!!?" Panggil Agam dengan mata tajam dan nada memperingati.
"Iya iya mas!! Iya" ucap kila dengan nada ogah bin malas
"Nah gitu!! Sekarang kamu gendong Syifa biar saya gendong ifan" saran Agam yg di ikuti Kila
Setelah nya keluarga kecil nan menjengkelkan di setiap anggotanya itu siap meluncur untuk pulang!!.
"Duhhh ni bocah badannya kecil tpi kok berat juga yy!! Bisa remuk tulang gue" gerutu Kila di sepanjang jalan pulang.
__ADS_1
..*.*...*