Duda Kaya

Duda Kaya
twenty nine


__ADS_3

⚫⚫⚫


Hari ini pas sudah sehari sesudah Kila  selesai operasi.


Kata dokter sih hari ini Kila akan sadar, tapi benar atau tidak Agam tidak tau.


Tentang Alif juga sudah sangat membaik. Dia sekarang sudah berada di ruangan Kila untuk menunggu mommy nya sadar.


"Utu utu utu,,,, anak daddy sehat selalu yy" canda Agam pada anaknya.


Syifa dan Ifan nanti akan kesini juga sehabis mereka pulang sekolah.


Rian dan Yanti sudah pulang karna tadi sebelum Agam datang, mereka yg menjaga.


"Uhhh sayang pipis ya,,, tunggu bentar ya" ucap Agam lalu pergi ke nakas sebelah ranjang Kila untuk mengambil popok milik alif


"Gimana caranya ya" guman Agam.


Pasalnya ia tidak bisa menggantinya, biasanya yg menggantinya adalah yanti, atau kalo enggak suster.


Tapi sekarang mereka sedang tidak ada, jadi gimana???


"Apa aku panggil suster aja kali ya" guman Agam lagi


"Sayang tunggu bentar ya, daddy panggil suster dulu oke" ucap Agam lalu mencium pipi gembul Alif kilat.


"Mas"


Selangkah baru saja Agam jalan, tapi sebuah suara berhasil menghentikan jalannya.


Suara itu,,,


Suara yg paling Agam nantikan dan rindukan.


"Sayang" guman Agam berbalik badan


"Mas" guman Kila lirih bahkan sangat lirih.


"Kila" langsung saja Agam melupakan tujuan awalnya.


Dia berlari dan langsung saja mendekap Kila begitu erat.

__ADS_1


Rasa rindu yg sudah hampir sebulan ia tahan. Akhirnya terlepas sudah.


Cintanya kini sudah sadar.


Lalu apa lagi yg perlu ia tahan, saat itu juga Agam menangis, kata syukur sudah puluhan bahkan ratusan kali ia ucapkan.


Bukannya lebay, tapi jika kalian ada di posisi Agam sekarang bahkan kalian sudah salto saking senangnya.


"Hey don't cry" ucap Kila lemah


"Aku bahagia sayang akhirnya kamu sadar" ucap Agam melepaskan pelukannya.


"Harus nya kalo bahagia kamu senyum bukannya malah nangis" ucap Kila


"Ck' udah lah kamu ngak akan ngerti" ucap Agam jengkel.


Bisa bisanya Kila bicara begitu, ngak tau apa selama hampir sebulan Agam kayak mayat hidup.


Ibaratnya, hidup segan mati tak mau.


"Oeh iya anak² mana" tanya Kila


"Alif nandio agustama" ucap Agam memperkenalkan Alif pada Kila.


Wajar saja kan karna sewaktu melahirkan Alif bahkan Kila belum dapat melihatnya.


"Anak aku" ucap Kila tak percaya


"Heum, anak kita kil" ucap Agam mencium kening kila. Dia begitu bahagia sekarang.


Bahkan Kila saja sudah menangis haru


"Nah kan nangis" ucap Agam menghapus air mata Kila


"Bahagia mas"


"Tadi katanya klo bahagia senyum kok nangis" ucap Agam meniru kata² Kila


"Anak kita" ucap Kila lagi begitu bahagia, bahkan sekarang muka Alif memerah karna Kila mencium nya begitu keras seakan tak ada hari esok untuk mencium anaknya ini.


"Udah nanti aja cium lagi, siniin Alif nya aku mau bawa dia ke suster but di gantiin popoknya" jelas Agam

__ADS_1


"Oh anak mommy ngompol y, sini mommy aja yg gantiin" kata Kila


"Ngak usah kamu masih lemah kok, biar suster aja" ucap Agam


"Aku bisa mas" kekeh Kila


"Tapi kil, kamu baru aja sadar" ucap Agam lagi


"Mas" ucap Kila penuh penekanan


"Yaudh terserah"


"Ye ngambekan" goda Kila


"Marah"


"Mas"


"Agam ganteng"


"Yaudh ganti sama rok sana" ucap Kila


"Awas kamu yy" ucap Agam lalu menggelitik seluruh tubuh Kila lalu menciumi nya.


Mereka tertawa bersama, dengan begitu bahagia.


Apalagi yg Agam harapkan selain keluarga nya utuh kembali.


Akankah keluarga nya akan bahagia selamanya seperti sekarang.???.


Seneng deh mama Kila udah sadar.


⚫⚫⚫


Gimana part ini????


Jujur author kurang srek', kalau kalian yg baca nge feel ngak sih???


Yok komen biar cepat up.


See you dadah byby😚

__ADS_1


__ADS_2