
...⚫⚫⚫ ...
...Banyak yg bilang kesalahan itu sulit di maafkan, apalagi jika kesalahan yg diperbuat itu fatal atau Memeng tidak pantas di maafkan....
^^^Tetapi apakah kesalahan yg dibuat Agam bisa Kila maafkan.^^^
Walaupun Agam berkata jujur, bisa saja kan kalo di berbohong untuk menutupi kebenarannya.
Itu bisa saja terjadi, karna Kila hadir di antara Agam dan Meri bukan, walaupun mereka tidak ada hubungan apa-apa.
Tpi Jelas, Meri dululah yg lebih dulu mengenal Agam.
Apa yg harus Kila perbuat sekarang tuhan???
Sungguh ia bingung.
Sudah seminggu setelah kejadian itu Kila mendiamkan Agam.
Tetapi sikap agam padanya seperti biasa, bahkan sekarang Agam lebih sering di rumah untuk menemani Kila dan anak² yg tidak bersekolah karna libur semester.
Seperti sekarang mereka semua sedang berkumpul di ruang keluarga.
Kila dan Agam menemani Ifan dan syifa yg sedang bermain.
"Daddy Syifa capek" keluh Syifa berjalan dan langsung duduk di pangkuan Agam.
"Kasian anak Daddy yyy" ucap Agam mencium pipi chubby Syifa
"Manja" cibir Ifan dan berjalan duduk di samping Kila
"Ifan" tegur Kila
"Ck" decik Ifan.
Terkadang kila heran dengan anaknya ini. Kadang akur sama adeknya, kadang suka nyinyir, kadang berantem.
Pusing deh Kila, belom lagi nambah satu!!.
"Syifa ngak boleh gitu dong manja" ucap Agam
"Emang kenapa dad, Syifa kan masih kecil" ucap Syifa
"Iy tapi Syifa tau ngak?? Bentar lagi kan Syifa jadi kakak, Syifa punya dedek bayi" ucap Agam
"Beneran dad??" Tanya Syifa antusias
"Heumm Syifa seneng kan??"
"Banget, hehehe" ucap Syifa
__ADS_1
Namun sepertinya berbeda dengan Ifan yg cemberut memanyumkan bibirnya sedari tadi.
"Kenapa eumm??" Tanya Kila kepada Ifan
"Ifan ngak suka" ucap Agam
"Apanya sayang" tanya Agam ikut menimpali omongan mommy dan anak itu.
Sedari tadi ia menguping rupanya.
"Ifan ngak mau punya adek lagi" ucap ifan tidak senang
"Kenapa??" Tanya kila lembut
"Pokoknya ngak mau yy ngak mau" ucap ifan membentak
"IFAN!!!" teriak Agam
"Mas jangan main ngebentak" ucap kila dingin
"Daddy ngak sayang Ifan" ucap ifan berlari menuju kamarnya.
"Mas, jangan mas yg kejar" ucap kila mencegah agamnyg ingin mengejar Ifan, "biar aku aja".
"Sayang" panggil Agam memegang tangan Kila
"Aku ngak mau bahas itu lagi" cuek Kila dan segera berjalan menuju kamar ifan.
Segera Kila mencari kunci cadangannya. Setelah pintu terbuka Kila melihat ifan menangis dengan sesugukan.
Sungguh Kila tidak tega melihat nya.
"Ifan??"
"Bener nih ngak mau ngomong sama mommy" ucap kila namun Ifan tetap saja diam
"Yaudh mommy keluar, anaknya mommy udh ngak sayang mommy lagi" ucap kila dengan nada yg di buat sesedih mungkin.
"Mommy" ucap ifan lirih mencegah Kila yg ingin keluar.
"Maaf"
"Uuuhh sini mommy peluk" ucap kila berjalan mendekati Ifan dan memeluknya.
Tanpa melepaskan pelukannya Kila mengajak Ifan bicara.
"Sayangnya mommy kenapa eum??"
"Ifan ngak mau punya dedek bayi, ngak suka!!"
__ADS_1
"Kenapa??"
"Ngak suka pokoknya" kekeh Ifan
"Iya ngak sukanya kenapa cerita sama mommy"
"Ifan ngak mau nanti mommy sama Daddy ngak sayang Ifan lagi" ucapnya.
"Hahahaha,oeh ayo lah sayang, dedek bayi itu lucu loh" bujuk Kila
"Ngak, nyusahin kayak Syifa"
"Bilang aja Ifan cemburu ya kan sama syifa" tebak Kila sambil terkekeh.
"Ngak" jawab Ifan melepaskan pelukan kila
"Yang bener, yaudh besok klo dedek bayinya udh lahir mommy, Daddy, Syifa, sama dedek bayinya mau jalan²" ucap kila
"Terus Ifan" tanyanya
"Ya Ifan tinggal di rumah lah"
"Mommy" rengek Ifan
"Ya kan Ifan ngak suka klo ada dedek bayi nya"
"Bukan ngak suka, Ifan ngak mau nanti mommy ngak sayang Ifan lagi" jelasnya
"Siapa yg bilang" tanya Kila
"Temennya Ifan" jawab Ifan
"Mungkin itu mommy dia tpi ini mommyny Ifan kan. Mommy janji ngak akan ngebedain Ifan, Syifa, sama dedek bayinya. Kalian semua sama di mata mommy, janji" ucap ifan
"Promise" tanya ifan mengajukan jari kelingking nya.
"Promise" jawab kila menautkan jarinya dan Ifan
Mereka berdua tertawa bahagia.
Bahkan Agam yg melihat nya ikut tertawa.
Pandai sekali wanitanya itu.
Agam janji akan merentuhkan kembali jarak yg terbangun antara mereka.
Agam tidak bisa begini terus.
Dia harus segera berbaikan dengan Kila.
__ADS_1
Sungguh dia tidak tahan.
⚫⚫⚫