Duda Kaya

Duda Kaya
thirty two


__ADS_3

Please gais jangan jadi silent reader...


Diriku ini ngak semangat kalo kalian cuma diam² Baek,


Jadi please tolong tekan bintang dan comen nya yyy


Tpi sebelum itu Monggo lah kita absen dulu,


Ini semua pembaca lama atau pembaca baru.


Kalo kalian pembaca lama, thanks Banget karna kalian udah setia dari awal sampai akhir kayak gini.


Dan ini anggap aja sebagai THR buat lebaran hehe


Mat baca😙


⚫⚫⚫


Terhitung sudah, sudah tiga hari Alif di rawat di rumah sakit.


Dan sampai saat ini tidak ada perubahan, malah kata dokter Alif makin parah.


Alat² medis di badannya sudah mulai di tambah pasangkan.


Awalnya cuma di pasang di bagian hidung dan kepala, tapi sekarang sudah di bagian dada sampai ******** nya.


Alif juga ditelanjangi untuk memudahkan mereka memasang alat medis tersebut.


Agam dan kila tidak berhenti untuk mendoakan anak mereka.


Walau Kila lebih banyak menangis dari pada berdoa, tapi setidaknya itu ia sudah berusaha kan???.


"Kil makan dulu yy" bujuk Amel sahabat nya.


Dia baru pulang dari Kanada karna ikut suaminya bisnis disana.


Sekedar informasi saja, dia tipe istri yg posesif.


Tpi tidak slah kan???.


Ia harus menjaga apa yang sudah ia punya.


Karna jaman sekarang pelakor itu ada dimana-mana.


Jangankan yg jauh, yg dekat bahkan serumah pun ada.

__ADS_1


Dengan kata lain adik atau kakak sendiri.


"Kakak ku istri dari suami ku"


Itu tuh udah jadi judul yg pas kalau di buat sinetron.


"Kil??" Bujuk Amel lagi


"Gue ngak mau makan Mel" tolak Kila untuk yg kesekian kalinya.


"Ayo dong, kemana jiwa bar² Kila yg dulu keluarin dong" ucap amel


"Gue ngak lagi mau becanda mel" ucap Kila serius


"Kok becanda sih.. gue serius kil, Lo harus tetap semangat. Alif ngak mau Lo kek gini" ucap amel serius menasihati Kila.


Namun Kila malah menangis dengan isakan yg sangat memilukan sekali.


Jujur saja hati Amel sakit melihat sahabatnya seperti ini.


Namun apa boleh buat, dia juga sudah berusaha membujuk kila buat makan dan melakukan aktifitas lainnya kan??.


Tapi apa, yg disuruh malah duduk termenung dan menangis di depan ruang rawat inap anaknya.


Tapi apa, Agam malah dituduh tidak peduli pada anaknya.


Agam juga sakit sebenarnya melihat istri dan anaknya seperti ini.


Tpi jika Agam ikut terpuruk seperti Kila, siapa yg akan menguatkan keluarga nya nanti.


Jadi, dengan penuh perhitungan Agam memilih bekerja saja hari ini.


Itu ia lakukan supaya tidak mendengar suara Isak tangis kila yg sangat menyakitkan.


sesampainya di kantor Agam dikejutkan dengan kehadiran Meri di depan ruangan kerjanya.


untuk apa medusa ini datang kesini, pikir Agam.


"hai Agam" sapa Meri dengan berjalan kearah Agam yang berdiri dengan memandang daftar ke arah Meri.


"ngak salah ken aku panggil kamu Agam tanpa embel-embel pak?". tanya meraih dengan muka polos nya.


"ngapain kamu datang kesini?" tanya Agam tanpa menghiraukan pertanyaan Meri tadi


"kangen" jawab Meri dengan berjalan lebih dekat kearah Agam

__ADS_1


"murahan" ucap Agam datar dengan mendorong Meri menjauh diri dekat nya


"kok murahan, Ken cuma bilang kangen doang"


"Menurut kamu pantas jika bilang rindu ke suami orang?" Agam menatap Meri dengan pandangan yang menjijikkan.


kok ya ada wanita begitu.


"ngak salah sih, kan bentar lagi aku yakin. kamu bakal cerai in kila, buat apa bertahan dengan orang yang ngak bisa ngurus anak kayak dia" ucap Meri dengan menjelekkan Kila


"mending ngak bisa ngurus anak dari pada punya istri yang murahan kayak kamu, dan satu hal yang harus kamu tau, Alif sakit itu bukan karna kila, tapi emang karna udah takdir nya begitu" ucap Agam dengan berjalan maju selangkah untuk lebih dekat dengan Meri.


"Dan ingat, jangan pernah kamu munculin diri kamu yang murahan itu di depan saya" ucap Agam dengan memandang wajah Meri sinis.


di tambah dengan tatapan mematikan milik Agam, dan itu sukses membuat Meri katakutan.


Agam menjauh kan dirinya dari Meri kemudian berjalan ke arah mejanya kerjanya.


memandang Meri yang memucat lalu berkata


"pergi sekarang atau saya sendiri yang akan menyeret kamu keluar dari ruangan saya"


"liat kamu akan menyesal Agam" ucap Meri Dangan menatap Agam marah.


"heh, kamu mau coba mengancam saya" tanya Agam dengan pandangan meremehkan.


"liat pembalasan ku" ucap Meri lalu pergi dari ruangan Agam


"saya tidak akan pernah takut dengan ancaman kamu Meri, ok mari kita liat" ucap Agam sinis.


⚫⚫⚫


Sampai sini dulu gais...


MAAF PENDEK HEHE😁😁


Ada yg kangen☝️


Ngak kayaknya yy,


DAH LAHH,


Ngak mau kawan😤


Maafkeun ke anfaedah author yg kurang kasih sayang ini 😁.

__ADS_1


__ADS_2