
"Mas??" Panggil Kila
"Marah??" Tanya Kila lagi
Namun yg ditanya malah berdiri membelakangi menghadap ke arah jendela yg terbuka.
"Maaf deh" ucap kila
"Sayang, marah yy?? Maaf"
Ucap kila dengan menggunakan kata sayang, namun sepertinya berhasil kerja Agam kini berdiri menghadap dirinya.
"Giliran di panggil sayang aja balik!!" Cibir Kila pelan
"Aku dengar Kila!" Ucap Agam meladeni cibiran Kila
"Oh mas dengar, bagus deh hehe" ucap kila nyengir.
"Siapa dia??" Tanya Agam to the poin
"Yang mana??" Kila pura² bodoh
"Yang tadi ngantar kamu Kila" jelas Agam
"Oeh dia!! Tukang ojek" jawab Kila bohong
"Yakin tukang ojek, kok mesti peluk² segala" bantah Agam
"Tukang ojek jaman sekarang mah gitu modus!!" Ucap kila
__ADS_1
"Klo dia tukang ojek yg bisa peluk kamu, terus aku yg bisa sentuh kamu lebih dari itu kamu anggap aku apa??" Tanya Agam menyilang kedua tangannya di depan dada.
"Eumm, kalo mas mah imam dalam rumah tangga aku" jawab kila mencolek hidung mancung Agam jahil.
"Aku serius Kila" ucap agam tegas menarik tangan Kila dari hidungnya
"Aku juga serius mas, mas kan suami aku jdi ya mas imam aku sma anak² kan??" Tanya Kila
"Klo kamu emang anggap aku imam kamu, seharusnya kamu ngak mau di peluk² sama orang lain kayak tadi" jelas Agam
"Mas cemburu yyy!!?" Tanya kila dengan seringai jahilnya
"Iya aku cemburu, kmu sudah tau kan??, Puas?" Ucap Agam
"Hahhah ketauan!! Lagian apa yg harus mas cemburui sih, orang Yg tadi itu sahabat aku" jelas Kila
"Iya, namanya itu Gilang!! Tadi dia nawarin aku pulang, karna ngak enak y aku terima lah." James Kila
"Terus harus cium juga sehabis dia peluk kamu" ucap Agam geram
"Ya Allah mas!!! Apa yg salah sih mas, lagian Gilang itu udh aku anggap kakak, sebelum mas datang juga aku sering tidur Bareng, mandi bareng semaunya bareng²" ucap kila yg jelas membuat Agam syok
"Sampe segitunya!!" Ucap Agam tidak percaya "berarti aku dapat bekasnya si Gilang gitu" sambung Agam lagi.
"Astagfirullah fikiran mas!! Kejadian itu tuh udh 14 tahun yg lalu waktu aku kelas 2 SD" jelas Kila
"Berarti sekarang udh ngak lagi kan??" Tanya Agam cemas takut² kejadian 14 tahun silam masih berlanjut sampai sekarang.
"Ya kali!! Orang gilangnya udh keduluan sama mas" jawab Kila
__ADS_1
"Oohh syukur lah" ucap Agam pelan
"Berarti mas udh ngak marah kan??" Tanya Kila
"Marah sih cuma klo kamu mau yg satu ini di jamin mas ngak marah" ucap Agam melangkah memeluk Kila dari belakang dan menaruh dagunya di atas bahu Kila dan menggoyang tubuhnya ke samping kanan dan kiri, dengan pandangan yg lurus ke depan
"Apa??" Tanya kila
"Kasih aku hak sebagai suami nanti malam" jawab Agam
"Itu mah sogokan" cibir Kila
"Yaudh klo ngak mau" ucap Agam hendak melepaskan pelukannya tetapi berhasil di tahan oleh kila
"Iya², tapi kan kita punya anak² mas nanti mereka gimana??" Tanya Kila, dia takut kan yy nanti pas lagi panas²nya di ganggu oleh dua bocah kecil itu.
"Tenang aja mereka nanti nginap di tempat mama kamu" jawab Agam
"Tpi ngak ush lah mas, biarin aja mereka di rumah nanti kita kunci aja pintunya" ucap kila
"Ngak aku maiinnya lama" bisik Agam di telinga Kila, dan mengecupnya singkat
"Anjirrr" ucap kila tertawa dan Agam ikut tertawa juga.
Sebenarnya Agam tidak ingin meminta hak nya sekarang, tpi ia ingin melihat sejauh mana Kila berjuang hendak mendapatkan maaf dari nya.
Tpi karna umpan kemakan kenapa ngak di masak aja sekalian.
*.*.*.*
__ADS_1