Duda Kaya

Duda Kaya
nine


__ADS_3

⚫⚫⚫


Saat ini Agam sedang di perjalanan untuk menuju ke kantornya.


Sepanjang jalan di terus menelpon kila untuk sekedar menanyakan dimana posisinya sekarang.


Tpi berulang kali juga Kila merijek telponnya Agam.


Entah dimana kilanya sekarang.


Begitu sampai ia langsung disambut dengan drama sang queen Meri.


"Bapak baik² aja kan??" Tanya Meri sok khawatir.


Padahal dia sangat seneng kala Kila melihat Agam memeluknya tadi.


"Awas kamu" ucap agak dingin dan menyuruh Meri menghindar dari hadapannya.


"Bapak kok gitu sih??" Tanya Meri


"Ini semua gara² kamu tau!!" Ucap Agam menunjuk didepan muka Meri


"Kok salah saya, bapak sendiri kan yg meluk saya!!"


"Itu karena saya kasihan sama kamu" ucap Agam prustasi


"Bapak jangan bohong!! Selama ini bapak lupa siapa yg ngurus bapak, yg ngurus pekerjaan bapak??" Tanya Meri


"Saya ngak lupa, maksh atas semuanya!! Dan saya sangat² bersyukur karena saya ngak jadi nikahin kamu waktu itu!!" Ucap Agam tegas


"Dan kamu hari ini juga kamu saya pecat"


"Ok, tpi bapak ganti semuanya" ucap Meri


"Berapa uang yg kamu minta??" Tanya Agam


"Saya ngak butuh uang!! Saya butuh cinta dari bapak, balas perasaan saya pak??" Ucap Meri


"Hahhh, mimpi kamu!?" Ucap Agam dengan seringai sinis nya dan pergi meninggalkan Meri.


Ok, ingatkan Meri untuk membalas semuanya.


⚫⚫⚫


Saat ini Kila tengah berada di luar balkon dan melihat langit mendung yg penuh bintang.


Seperti halnya Kila yg sedang sedih namun dilanda kebahagiaan karna buah cintanya hadir.


Anaknya.

__ADS_1


Kila terpaksa pulang kerumah Agam malam ini.


Tidak mungkin dia pergi dengan keadaan hamil dan dia tidak membawa uang banyak jadi ngak bisa kabur jauh.


Kalaupun dia pulang kerumah orang tuanya dia bingung harus berkata apa.


Dan dia juga tidak tega untuk meninggalkan Ifan dan Syifa sendirian di rumah.


Kurang baik apalagi Kila????


Tapi Agam rela untuk menyakitinya.


Ceklekkk


Pintu kamar dibuka, dan dia tau siapa yg membukanya.


Agam.


Kila tidak menoleh dia terus saja menatap langit mendung penuh bintang itu.


"Sayang" panggil Agam langsung saja memeluk Kila dari belakang.


Kila tidak memberontak, karna jujur saja dia sangat merindukan agam hari ini, mungkin anaknya ingin dimanja oleh daddy nya.


Dan terlebih lagi di capek untuk bertengkar dengan Agam.


"Kamu mau kan dengar penjelasan aku kali ini aja yg" ujar Agam lembut


"Dengerin sayang ini buat kebaikan kita" jelas Agam sabar


"Aku pengen tidur" ucap kila melepaskan pelukan dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang


"Kamu udh makan??" Tanya Agam


"Belum" jawab Kila jujur.


Kila tetap saja menjawab, padahal ingin rasanya dia pergi, dia ngamuk, dia bunuh Agam.


Tpi kenapa rasanya itu semua sulit ia lakukan.


"Makan yuk!! Biar kamu ngak lemas kayak gini, tdi katanya kamu hamil??? Anak aku kan??" Tanya Agam


"Kamu ragu??" Tanya tidak percaya.


Kenapa bisa Agam berfikiran seperti itu.


Ini jelas anaknya, kila tidak pernah melakukan perbuatan itu dengan orang lain.


"Dengar yy aku bukan perempuan murahan yg mengumbar tubuh aku kemana², ini jelas anak kamu mas!!! Tapi kalo kamu ngak mau ngakuin juga ngak papa, lagian besok aku akan pergi??" Ucap Kila

__ADS_1


"Aku percaya ini anak aku, tpi please jangan pergi!!!" Mohon Agam


"Kamu nanya gitu seakan-akan kamu emang nggak percaya!!" Ucap Kila menangis.


Air mata sialan ini, ISS!!!.


Dia turun diwaktu yang tidak tepat.


"Aku percaya sayang"


"Bohong!!! Kenapa kamu kecewa kan karena yg hamil anak kamu itu aku, buka meri" ucap kila


"Kamu ngomong apa??? Hah!!!, Aku bahagia anak aku bisa tumbuh di rahim wanita hebat kayak kamu.


Dan soal Meri jangan bahas dia lagi, karna aku sudah memecatnya" jelas Agam


"Rugi dong!! kamu ngak bisa berduaan lagi sama dia, ngak bisa pelukan juga" ucap kila membuang muka ke arah lain.


"Kila" panggil Agam lirih


Kila yg di panggil menoleh kearah agam. Karena Agam memanggil dirinya dengan suara lirih yg serak seperti orang yg sedang menangis.


Dan bener saja Agam menunduk dan mengeluarkan air mata.


Kila jelas tidak tega, disana jelas tersirat jika Agam bener² merasakan apa yg dia rasakan.


Agam seperti nya bener² menyesal atas semua perbuatannya terhadap Kila tadi.


"Mas??"


"Aku sungguh tidak berbohong Kila, aku jujur, aku tidak mempunyai hubungan apapun bersama Meri.


Soal aku memeluk mu tadi itu murni karna aku kasihan terhadapnya" jelas Agam


Kila diam mencoba mencari apakah yg di katakan Agam benar atau tidak.


Tpi apa yg Kila dapat, Agam bener jujur.


Tpi apa yg harus Kila lakukan sekarang??


Mencoba memaafkan Agam atau tetap berlanjut dengan kemarahannya!!.


"Aku cinta kamu Kila!!"


⚫⚫⚫


Nah!! Sesuai janji kan????


Ada yg ingin ngehujat☝️☝️

__ADS_1


^^^Salam halu😇^^^


__ADS_2