
Ekhem.....
Absen dulu mari,,,
Jadi mumpung di part kemarin banyak yg minta dilanjutin ceritanya, jadi author yg baik hati dan cantik ini akan lanjutin.
Tapi enggak akan banyak, mungkin beberapa part lagi aja.
And you, stay terus yyy..
LOVE YOU.
Dan... Eemm
Maaf lama up... UPssss🙊
⚫⚫⚫
Saat ini Agam sedang berada di dalam ruangan kantornya.
Jujur saja akhir² ini dia sedikit pusing tentang masalah kantornya.
Dan juga ditambah lagi masalah Medusa yg berhasil muncul kembali dalam hidupnya akhir² ini.
Ternyata kabar ia sudah rujuk dengan mantan suaminya itu hoax.
Dia juga ingin melamar kerja kembali di kantornya Agam.
Tapi sebisa mungkin Agam ingin menghindari Medusa Meri itu dari kantor dan hidupnya.
Drrttt drrttt
Suara bunyi dan getaran handphone merubah atensi Agam dari melamun dan mengangkat telpon itu.
Rupanya istrinya yg menelpon.
"Halo yank" ucap Agam
"Mas dimana cepat kerumah sakit sekarang, Alif tadi kejang lagi mas" ucap Kila dengan khawatir
"Iya iya mas kesana sekarang" ucap Agam dan memutuskan sambungannya.
Buah hatinya bersama Kila sekarang dalam keadaan sekarat.
__ADS_1
Alif memang sedikit lemah, sakit dikit langsung kejang.
Rupanya penyakit waktu bayinya belum begitu sembuh total.
Adam tiba di rumah sakit sekitar 15 menitan untung saja jalanan tidak macet.
Ia langsung bertanya pada resepsionis rumah sakit katanya anaknya kini ada didalam ruang UGD.
Agam langsung saja berlari kesana dan melihat Kila sedang menangis dengan di temani seorang suster guna memenangkan nya.
"Kila" panggil Agam
"Mas Agam" ucap Kila langsung memeluk suaminya.
"Kenapa bisa kaya gini Hem" tanya Agam lembut
"Maaf, aku ngak becus jadi ibu" ucap Kila di sela tangisannya.
"Syttt, bukan salah kamu" ucap Agam
"Tapi Alif mas" ucap Kila lagi
"Udh, dari awal kita tau kan kalau Alif itu ngak sama kayak bayi lainnya" terang Agam
"Tapi dia anak aku"
"Gimana cara aku pasrah, dia anak aku mas aku yang lahirin dia, a-aku yg ngandung dia" ucap Kila dengan air mata yg terus meluncur.
"Iya iya sabar ya, kita tunggu dokter keluar dulu" ucap Agam menenangkan.
Selalu begini selama satu bulan terakhir.
Alif pasti kejang dalam satu Minggu sekali.
Entah ada apa yg anak anaknya.
Kalau nangis pasti ngak bisa berhenti, padahal Alif ada dalam masa aktif²nya.
Tuhan jangan hukum dia....
Dokter keluar dari dalam runagan UGD dan memberi tau bahwa Alif akan di rawat beberapa hari.
Ada apa ini, padahal biasanya tidak sampai perlu di rawat.
__ADS_1
"Tapi dokter anak saya baik² aja kan" tanya agam
sedangkan Kila jangan tanya dia duduk dengan termenung memikirkan nasib anaknya.
Dia takut Alifnya kenapa-napa.
"Anak anda keadaannya Memeng tidak bisa di bilang baik pak, cuma kami hanya bisa melakukan hal yg menurut kami tepat untuk anak anda" jelas dokter lalu pergi
Agam melihat dari jendela bahwa keadaan anaknya kini sama seperti keadaan nya beberapa bulan lalu ketika dia baru dilahirkan.
Agam rasanya ingin menangis sekencang-kencangnya, tapi tidak.
Ia tidak bisa melakukan nya sekarang, kalau dia ikut nangis siapa yg akan menguatkan Kila nanti.
Agam berjalan mendekati Kila yg masih termenung.
"Sayang"
"Mas Alif aku akan baik-baik aja kan mas??" Tanya Kila
"Iya sayang Alif kita akan baik² aja" ucap Agam
"Udah jangan nangis lagi, kamu berdoa moga Alif cepat sembuh dan balik lagi bareng kita" jelas Agam
"Tapi-
"Udah jangan mikir yg aneh², sekarang kamu disini dulu aku pulang bentar mau kasih tau sama Ifan dan Syifa kalo Alif dirawat, dan sekalian nitipin mereka sama mama kamu" ucap Agam
"Tapi jangan lama-lama" pinta kila
"Iya" ucap Agam mengecup kening kila lama dan berlalu pergi.
"Moga kamu cepat sembuh sayang" ucap Kila kembali menangis.
Ia tak sanggup jika harus kehilangan orang yg dia sayang.
⚫⚫⚫
Ada yg sedih?????
Doakan yy moga Alif cepat sembuh.
Cepat sembuh dek Alif❤️
__ADS_1
Dah lah
Byby